> Maka orang kaya, sebenarnya kaya itupun tidak tahu sebenarya. Karena uang > dalam bank itu angka saja yang dilihat. Yang punya bukanlah dia. > Suatu hari 2 orang musafir singgah di sebuah istana raja hendak menumpang > bermalam.
Assalamu'alaikum.w.w. ... kita sambung yang kemaren agak sedikit ... Suatu hari 2 orang musafir singgah di sebuah istana raja hendak menumpang bermalam. "Boleh saya menumpang tidur di sini ?" Kata securitynya, penjaganya, "Tidak boleh, ini istana sultan, istana raja, bukan tempat tidur" "Mau menumpang tidur saja tidak boleh ?" "Tidak boleh, ini rumah raja" "Boleh saya berjumpa dengan raja ?" "Mau jumpa raja ?,. aaa.. boleh lah" Berjumpalah mereka dengan raja. "Tuanku, boleh kami menumpang tidur di sini ?" "Tidak boleh, ini beta punya rumah", kata raja. "Iyalah tuanku, tidur sebentar saja tidak boleh ?, kan musafir ni" "Tidak boleh" kata raja. Berpikirlah mereka sejenak.... "Baiklah, ini rumah siapa tuanku ?", tanya mereka. "Ini rumah beta" "Ooo rumah tuanku" "Yaa, istana beta" "Ooo, dulu ?" "Dulu bapak saya punya" "Dulu dulu lagi ?" "Kakek saya punya" "Dulu lagi ?" "Moyang saya punya" "Kalau tuanku mati, siapa punya tuanku ?" "Anak saya punya" "Kalau anak tuanku mati, siapa punya tuanku ?" "Cucu saya punya". "Siapa sebenarnya punya rumah ini tuanku ?" Baru terasa bukan punya dia. Nanti akan tinggal harta itu, siapa yang punya, anak dia punya, anak.. anak ..anak akhirnya, tiada siapapun yang punya. Punya itu sementara saja, baru terasa olehnya. "Aaa.... kalian tidurlah" kata raja. Baru terasa olehnya istana yang dia punya itu bukan dia yang punya sebenarnya. Maka orang kaya hendaklah menganggap harta yang dipunyainya itu sementara saja. Paling banyak orang kaya makan berapa pinggan agak agak?. Ada dia makan 18 pinggan ?. Setengah pingganpun belum tentu lagi. Dokter tidak mengizinkan dia makan. "Boleh saya makan nasi tuan dokter ?" "Jangan anda kencing manis" "Udang ?" "Jangan anda menderita asam urat" "Kambing ?" "Mau mampus ?" Semua tidak boleh dimakan. "akhirnya saya boleh makan apa tuan dokter ?" "Anda makan kulit roti saja lah" ..Aaa kan ... Semua tidak boleh dimakan meskipun kaya. Dengan demikian uang yang kita simpan belum tentu lagi kita yang punya. Yang kita sedekahkan, itulah yang kita punya. Yang kedua. "Maa daamal 'ulama ya'maluuna bima 'aalimu" Selama mana ulama-ulama mengamalkan apa yang mereka tahu. Ulama, waktu dulu sebelum mengaji dia jahil. Kemudian ia mengaji maka hilanglah kejahilannya. Selanjutnya setelah dia berilmu hendaklah dia beramal, kemudian menyampaikan kepada orang lain. Itulah tujuan menuntut ilmu. Yang pertama menghilangkan kejahilan, yang kedua beramal dengan ilmu itu, yang ketiga menyampaikan pada orang lain. Jangan disurukkan ilmu. Menyurukkan ini ada dua. Yang pertama sengaja tidak mau mengajar, yang kedua menyembunyikan kebenaran. Tidak berani menyampaikan yang haq. Khawatir., kalau orang bertanya hukum, apakah hukumnya tuan ?, halalkah haramkah ?. "Susah mau dibilang" "Haramkah ?" "Susah juga.." "Halal ?" "Lebih susah lagi" "Jadi apa hukumnya tuan ?" "Halam ." Halal tidak harampun tidak,.. jadi halam. Tidak berani. Ulama mesti menyampaikan yang sebenar-benarnya. "Laa yakhaafuuna lau mata la im" Tidak takut cercaan orang yang mencerca. "Innama yakhsyallahu min 'abdihil 'ulama" Bahwasanya yang paling takut kepada Allah itu ialah ulama. (Qur-an Suci). Kalau ada ulama yang tidak takut kepada Allah gimana ?. Yang ditakutkannya manusia. Kita takut kepada Allah maka manusia takut kepada kita. Takut kepada manusia, manusia tidak takut kepada kita. Banyak orang yang ditakutkannya tidak mendapat kesenangan dalam dunia ini. Ditukarnyalah hukum Allah, tidak berani menyampaikan yang benar. Kita mesti istiqamah, kalau kita baca sejarah di zaman Umar bin 'Abdul 'Aziz. ... aaa lah panjang pula...... beresok kita sambung.. Wabillahil hidayah wat taufiq Wassalam Padang, Maret 2008 Lab. Perancangan dan Konstruksi Mesin Fakultas Teknik Universitas Andalas Dr. Eng. Khairi Yusuf St. Sinaro. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
