Aww. Tks. info menarik.Wass.
Haasma Depok


Pada Minggu, 24 Agustus 2014 4:29, Darwin Chalidi <[email protected]> menulis:
 


Perlu Waspada.....'......'..
Pemurtadan Remaja Gaya Baru, Hardcore, Penyembah Iblis
oleh: Ust. H. Dwi Aprianto
dakwatuna.com - Sebagai da’i yang banyak berkecimpung di dunia ruqyah, Allah 
mempertemukan saya dengan dunia remaja yang hampir tak terdengar dan tersentuh 
oleh nalar kita selaku orang tua. Ada kekhawatiran, bila kita tak peduli, kita 
kehilangan anak kita, selamanya.
Sepuluh tahun terakhir, saya banyak dipertemukan dengan sub-culture remaja yang 
disebut dunia underground. Saya berdakwah ke dunia punk dan hardcore. 
Kesimpulan saya, Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Hari ini, pemurtadan 
dalam bentuk Kristenisasi dan lain-lain sudah memudar. Diganti pemurtadan gaya 
baru: Hardcore dengan berbagai sub-culturenya.
Pada artikel ini yang kita bahas hanya hardcore. Kalau para orang tua bertanya 
pada putranya, mulai dari kelas 5 SD, SMP hingga SMA, bahkan kuliah, pasti 
mayoritas mereka tahu apa itu hardcore. Hardcore adalah aliran musik yang 
menyanyi dengan menggeram. Ada banyak aliran musiknya, seperti blackmetal, 
hardmetal, trashmetal, gothic, grindcore, grunge, dan lain-lain. Ada lagi musuh 
hardcore, yang disebut screamo post-hardcore atau emo.
Allah berfirman, yang artinya: (Iblis) Menjawab: Karena Engkau telah menghukumi 
aku sesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, 
kemudian pasti aku akan datangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan 
dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka 
bersyukur. (Al-A’raf: 16-17)
Allah juga menjelaskan, bahwa ada manusia yang menyembah setan. “… Pantaskah 
kamu dan menjadikan dia (iblis) dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku 
(Allah), padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (iblis itu) sebagai 
pengganti (Allah) bagi orang yang zhalim!” (Al Kahfi :50)
Inti dari ajaran hardcore adalah memusuhi Allah, dan menyembah Iblis. Mereka 
punya prinsip, daripada jadi orang rendahan di surga, lebih baik menjadi 
petinggi di neraka! Mayoritas sekolah di pulau Jawa, hingga ke desa-desa, 
terkena wabah hardcore. Tapi di kota-kota luar Jawa juga sangat banyak. 
Ciri-ciri pakaiannya adalah serba hitam, dengan gambar seperti bintang terbalik 
(lambang pentagram), tengkorak kepala kambing, gambar-gambar sadis, darah dan 
lain-lain. Anak-anak dari SD sampai SMA, suka berpakaian begitu karena dirasa 
lebih macho dan sangar.


Demi Allah, saya tidak mencari sensasi. Seperti itu kondisinya. Teman anak saya 
waktu SD, sekarang jadi drummer hardcore, cerita bahwa dia biasa kalau 
nongkrong dengan teman-temannya, yang diminum adalah darah. Dia juga makan 
daging mentah. Dari berbagai sumber anak hardcore dari kota yang berbeda, 
pimpinan mereka kadang keluar malam hari, mencari anak punk atau anak jalanan, 
yang kalau mati tidak ada yang mencari atau mengusut, dimasukkan ke mobil, 
disembelih, dimakan mentahan!
Hardcore atau Satanis atau pemuja setan beranggapan bahwa keinginan tidak 
memiliki batasan. Paham mereka… manusia harus kuat, bertenaga dan agresif untuk 
memusuhi kebenaran. Penganut Hardcore sangat menyanjung pelaku dosa dan 
kejahatan. Oleh karena itu kelompok ini memberi ruang yang luas kepada mereka 
yang ditolak oleh masyarakat, seperti pelaku ajaran sesat dan pezina.
Varg Vikernes alias Count Grishnackh, tokoh Hardcore sekte Black Metal Burzum 
Norwegia, telah membakar 4 gereja berkata, “Sebenarnya tidak perlu lagi 
disebut, bahwa tak satupun agama asing dapat diterima di Eropa KAMI, baik itu 
Islam, Yahudi, atau Kristen dan segala bentuknya”.
Banyak grup Hardcore, dengan berbagai aliran musik, hingga yang pop. Seperti 
Metallica, Nirvana, Bio Hazard, Kiss, hingga Shinee Korea, Super Junior dan 
lain-lain. Dari Indonesia seperti Burgerkill, Seringai dan lain-lain. Yang 
menyedihkan, banyak grup band hardcore lokal, seperti Cry dari Surabaya, yang 
kalau konser sambil memakan kucing hidup-hidup di panggung (pengakuan sebuah 
grup band gothic ke saya). Di Malang, ada sebuah band hardcore dari sebuah SMP, 
ketika pekan seni di sekolah, mereka makan kelinci hidup-hidup di panggung! Dan 
masih banyak cerita menjijikkan dan keji tentang hardcore.
Yang saya sedih, ternyata saya pernah menemui putra beberapa aktivis dakwah, 
yang ikut hardcore. Padahal, saya yakin, orangtua mereka sudah mendidik dengan 
baik. Tapi, bila anak kita tidak punya tsabat (keteguhan diri), maka mudah 
terpengaruh. Padahal, sekali mereka masuk ke kelompok mereka, mereka tidak akan 
keluar kecuali nyawanya yang keluar. Bila anggota way of life (kader inti) ada 
yang taubat, maka dia akan diburu hardcore se Indonesia untuk dibunuh. Saya dan 
sebuah masjid di Malang, beberapa kali melindungi anak hardcore yang taubat, 
karena diburu temannya.
Hardcore, dalam hirarki Zionis Internasional, adalah level terbawah dari 33 
level Zionis. Kalau level terbawahnya sudah seperti itu, maka ritual level 
tertinggi jauh lebih mengerikan lagi tentunya. Tuhan mereka seperti Trinitas 
dalam Nasrani, yakni Lucifer (Iblis) sebagai Allah Bapanya, Baphomet (Dewa 
berkepala kambing) sebagai Yesus, dan Behemoth sebagai Roh Kudusnya.
Mengutip seorang Ustadz di negeri ini, hari ini usia muda di Indonesia sekitar 
62% dari penduduk Indonesia. Tetapi, potensi sebesar ini, bila tidak 
ditarbiyah, dibina, diarahkan dan dibimbing dengan agama sedari dini, hanya 
akan menciptakan pasukan dajjal yang begitu besar. Setan sudah lebih dahulu 
menangkap peluang ini, jauh lebih cepat dari kita.
Mari, semua kelompok dan ormas Islam di Indonesia, jangan bermusuhan, mari 
bersatu, karena musuh kita sama, yakni pasukan Iblis, yaitu hardcore!
Semoga Allah melindungi kita semua. [ ]
Sumber: 
http://www.dakwatuna.com/2014/01/17/44948/pemurtadan-remaja-gaya-baru-hardcore-penyembah-iblis/#ixzz2qhs1pZJE
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke