Bismillahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Defenisi Sejarah
Dalam kamus bahasa Indonesia Sejarah artinya
1. Silsilah/asal usul keturunan.
2. Peristiwa yang terjadi yang benar-benar terjadi
pada masa lampau.
3. Dalam kamus bahasa Arab, sejarah ini dinamakan
Qasas=kisah.
Sementara kata syajarah itu sendiri dalam kamus bahasa
Arab disebutkan " Titik kecil yang terdapat dalam otak
anak". Asal katanya "Syajara", cukup banyak artinya,
ada yang berartikan pohon(tanpa ta marbuthah), bisa
juga berartikan berbantahan. Yang akan kita kaji
adalah yang memakai kata "ta marbuthahnya" yakni
"Syajaratun/syajarah". Kemungkinan besar, menurut
pengarang buku "Menemukan Sejarah", bahwa kata Sejarah
dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab tadi,
yakni sejarah, karena akan terlihat kesesuaian
maknanya, atau kandungannya.
Ahli Sejarah Indonesia Ahmad Mansur dalam bukunya
"Menemukan Sejarah" mengatakan bahwa :"Secara
Terminologis sejarah sebagai istilah diangkat dari
bahasa Arab "Syajaratun" yang berarti pohon. Secara
terminologi saja, kata ini memberikan gambaran pada
pertumbuhan peradaban manusia dengan pohon, yang
tumbuh dari biji yang kecil menjadi pohon yang
rindang, dan berkesinambungan. Oleh karena itu, untuk
menangkap pelajaran atau pesan-pesan sejarah
didalamnya, memerlukan kemampuan menangkap pesan-pesan
sejarah yang tersirat sebagai ibrah(ibarat)
didalamnya.(Q.S 12:111).
Barangkali sukarnya memahami arti "sejarah" juga
disebabkan tidak digunakannya istilah itu dikalangan
umat islam, karena di pesantren atau madrasah
digunakan istilah "tarikh". AlQuran sendiri lebih
banyak menggunakan kata Qasash(kisah), dengan
pengertian sebagai eksplanasi terhadap peristiwa
sejarah yang dihadapi oleh para rasul. Peristiwa
sejarah ini, memang ada yang mengkaitkan dengan
masalah Syajarah(pohon).
Lihat Q.S Al Baqarah 35. "Wala taqraba haadzihi
ssyajarah"(Dan janganlah kamu dekati syajarah ini).
Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma menafsirkan kata
syajarah ini, bukan dengan "pohon", tetapi
"alkaram"(kemuliaan)(Lihat tafsir Ibnu Abi Hatim hal
86), dalam penafiran lain, syajarah ini diartikan
dengan "Sunbulatun"(tumbuhan, bijian, atau sesuatu
benih asal, boleh juga sperma, atau ovum, yakni
sesuatu yang menyebabkan sesuatu itu bisa tumbuh dan
berkembang biak).
Sementara Imam Wahab bin Munabbah(ahli tafsir dan
hadits), mengatakan "Syajaratun" adalah "Al Burru",
yang mana posisinya lebih lembut dari buih, lebih
manis dari madu, tetapi yang tumbuh di jannah(tempat
dimana nabi Adam dan Hawa pertama sekali ditempatkan),
bukan surga yang hakiki, dimana surga tersebut, tidak
ada, atau belum ada yang menyentuhnya, dan bukan surga
akhirat yang diharapkan muslimin kelak, disaat akhir
penghidupan, karena surga yang hakiki itu, tidak akan
keluar orang dari dalamnya setelah memasukinya(sesuai
dengan firman Allah Ta'ala, juga sesuai dengan hadits
Rasulullah, yang mana ngak ada terlintas sedikitpun
dalam alam pikiran manusia, bagaimana bentuk surga
sebenarnya).
Kata syajarah ini, bisa kita lihat dalam AlQuran
diantaranya Q.S Al 'Araf 22."Alam 'anhakumaa 'an
tikumaassyajarah".
Q.S Ibrahim 24, 26."Matsalan kalimatan thayyibatan,
kasyajaratin thayyibatin"
Q.S Ash Shaffat 64 "Innamaa syajaratun takhruju fi
asliljahiim".
Q.S Luqman 27."Min Syajaratin Aqlam", dllnya lagi,
cukup banyak dalam AlQuran kata syajaratun ini.
Selanjutnya penulis buku tersebut menyatakan, bahwa
pengertian syajarah dari petunjuk AlQuran diatas,
berkaitan erat dengan "perubahan""Change". Perubahan
yang bermakna "gerak"/movement.
(Coba kita bayangkan, bagaimana pohon tumbuh bergerak
dan berkembang), begitu pulalah sejarah itu, tumbuh
dan berkembang.
Kita lihat pula bagaimana dalam Quran surah Al Baqarah
2:35, 7 : 19, 22 "Dan kami berfirman:"Hai Adam,
diamilah oleh kamu dan istri kamu syurga ini, dan
makanlah makanan yang makanannya yang banyak lagi
baik, dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu
dekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk
orang-orang yang dzalim"
Sekali lagi banyak penafsiran ayat tentang kalimat
syajarah ini, apa yang dimaksudkan. Secara umum,
seperti beberapa periwayatan, sebagaimana Ibnu Abbas
menyatakan "Al karamah", kemuliaan, juga ulama lain
mengatakan "Assunbulatun".. Dari Ibnu Waqi' dari
Usmaha, dari yazib bn Ibrahim dari hasan, "Syajarah"
adalah sunbulatin, biji, atau sesuatu yang bisa
menghasilkan anak(sperma), ada juga disebutkan
syajarah itu adalah 'inab(Anggur), ada juga (Attin),
ada juga Azzaytun dllnya, tetapi yang terbanyak
penafsirannya adalah "karamah dan Assunbulatun, yakni
sesuatu yang bisa berkembang biak"(lihat tafsir At
tabbary hal 340-341).
Selama ini, mungkin atau bahkan kebanyakan diantara
manusia membayangkan bahwa yang menyebabkan Nabi Adam
dan hawa diturunkan dari surga adalah disebabkan
karena mereka memakan buah Khuldi yang syetan mengajak
keduanya untuk mendekati pohon tersebut. Padahal kita
lihat Allah melarang keduanya agar tidak mendekati
syajarah tersebut. Apakah benar pohon tersebut yang
dimaksudkan, Allahu'alam, bisa kita lihat berbagai
macam penafsirannya.Dan apakah benar, surga yang
didiami nabi Adam, sebagaimana surga diakhirat sana?
Imam Asya'rawi dalam tafsirnya mengatakan :Bukan surga
diakhirat sana, tetapi surga yang dimaksudkan adalah
surga dunia, dimana bisa dilihat dari Firman Allah
juga, disaat Allah berfirman "Qulnah bituu minhaa
jamii'an"(Turunkah kami semuanya dari surga itu)."Kata
Ihbitu=turunlah kamu", bukanlah turun dari atas
kebawah, bisa saja berartikan masuklah, pindahlah
kamu, lihat firman Allah 'Ihbituu misran"(masuklah
kamu kenegeri Mesir). Kata-kata Jannah sendiripun
dalam AlQuran banyak artinya.
Kita lihat lagi, bagaimana AlQuran menggambarkan akan
keberhasilan nabi Musa dengan pohon yang tinggi,
ditempat yang tinggi pula(Q.S 28:30).Sementara itu
juga Allah menggambarkan kegagalan nabi Yunus
alaihissalam yang dilukiskan sebagai "pohon labu" yang
rendah dan lemah (Q.S 37:146). Bagi yang menciptakan
sejarah dengan menjauhkan dirinya dari petunjuk Allah
Ta'ala, hasilnya akan menumbuhkan "Pohon
Pahit"(Syajaratun Zaqquum)(Q.S 37:62, 64 dan
44:43).Petunjuk Allahpun diibaratkan pula sebagai
"Pelita kaca yang bercahaya seperti mutiara", dan
dinyalakan dengan bahan bakar "Min syajaratin
Mubaarakatin"(Q.S 24:35)
Guna Sejarah
Bersambung..InsyaAllah Ta'ala
Wassalamu'alaikum. Cairo, 24 Maret 2008(Rahima Sarmadi
Yusuf, 38thn)
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---