September 15, 2014 8:47 am | Published by Admin | No comment SEPTRI LEDIANA | Wartawan Muda
Bocah itu bernama Jingga Aslia Akbar. Ia menderita bocor jantung. Untuk kesem, buhannya harus dioperasi di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Di Padang alatnya tak ada. Kalau tak dioperasi, kondisi tubuh Jingga akan terus menurun. Bocor jantung bukan penyakit biasa. Lambat laun penyakit ini akan semakin berbahaya bagi Jingga. Jingga, oh Jingga. Tapi untuk bisa dioperasi, taklah mudah. Orang tua Jingga yang asli Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Solok, hanyalah pedagang buah kecil-kecilan. Biaya operasi akan tetap mahal walaupun sudah dibantu BPJS. Belum lagi ongkos berangkat ke Jakarta. Pun biaya selama berada di Jakarta yang tak akan sebentar. Belum lagi pasca operasi Jingga nantinya tentulah harus tetap rawat intesif sementara waktu di sana dan butuh biaya tidak sedikit. Memikirkannya saja, orang tua Jingga sudah panik alang kepalang. Tak tahu uang mau dicari ke mana. Entah bagaimana nasib Jingga jadinya. Ayah Jingga, Yasril (32) bercerita, sekarang memang Jingga tak dirawat inap di rumah sakit. Masalahnya, mau dirawat inap akan percuma saja, untuk operasi memang harus di Jakarta. Itulah mengapa dokter di RS. M. Djamil, Padang merujuk Jingga untuk segera dioperasi ke RS. Cipto Mangunkusumo. Kata Yasril, Jingga sering sakit-sakitan. Bagian dadanya acap sakit. Ia juga sering susah bernapas. Sekarang bocah perempuan itu sudah berumur dua tahun. Tapi fisiknya terlihat tak seperti anak seumur itu. Tubuhnya kecil, teramat kurus. Berat badannya jauh dari normal. Anak seumur dia harusnya memiliki berat normal paling rendah 11 kilogram, tapi Jingga hanya 6 kilogram saja. “Awalnya untuk penyakit Jingga ini didiagnosis dokter beda-beda. Tapi karena Jingga tak sembuh-sembuh sampai sekarang sudah berobat ke tiga rumah sakit,” ujar Yasril bercerita, Minggu (14/9). Ia bercerita, awalnya Jingga diperiksa dokter di Solok. Waktu itu umur Jingga masih 1 tahun lebih. Dokter di sana mengatakan Jingga menderita gizi buruk karena berat badannya jauh dari normal. Namun berbulan kemudian tubuh Jingga tak membaik. Dadanya semakin sering sakit, semakin susah pula bernapas. Jingga lalu dibawa ke RS. Pariaman tempat orangtua ibunya tinggal. Di RS. itu, Jingga divonis menderita TBC. “Di RS Pariaman itu Jingga sempat dirawat selama 5 bulan. Tapi karena tak sembuh-sembuh akhirnya dirujuk ke RS. M. Djamil,” ujarnya. Sesampai di M. Djamil, bocah itu lalu mengikuti rangkaian pemeriksaan. Di sanalah baru diketahui Jingga menderita bocor jantung. Perawatan apapun tak akan membuat Jingga sembuh atau membaik, jalan satu-satunya memang operasi di RS. Cipto Mangunkusumo. Jingga pun sampai sekarang masih rawat jalan di RS. Sekarang Yasril bingung. Ia ingin bersegera membawa Jingga untuk operasi ke Jakarta. Tapi ayah dua anak ini memang tak punya uang. Hasil menjual buah-buahan tak pernah bisa untuk ditabung. Kadang untuk biaya sehari-hari saja pas-pasan. Anaknya dua orang, istrinya tak bekerja, hanya membantunya berjualan. Sore itu, Minggu (14/9) Yasril datang ke Harian Singgalang. Ia sudah bingung tak tahu mau minta bantuan ke mana. “Jingga masih kecil. Kalau tak dioperasi bagaimana nanti nasibnya. Semoga ada dermawan membantumu, Nak,” ujar Yasril dengan raut wajah lelah. Penyakit bocor jantung merupakan penyakit bawaan lahir. Penyakit ini berupa kelainan struktur jantung yang menyebabkan adanya lubang pada sekat jantung. Penderita penyakit ini akan susah bernapas, sulit makan serta minum. Berat badan penderitanya juga sulit naik. Akan sering pula mengalami infeksi paru berulang kali. Selain juga akan terjangkit sianosis, dimana bibir, kulit, dan kuku menjadi berwarna biru pucat. (*) -- Wassalam Nofend St. Mudo 37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan Tweet: @nofend | YM: rankmarola -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
