Lastri dengan merangkap tangan di dada memberikan salam kepada mereka semua, sambil mencuri-curi pandang pada Kahar. Segera mereka membalas sapaan itu dengan hormat yang sama. Ibu Bastian ini merupakan seorang wanita yang cantik, masih berusia muda sekitar 28 tahunan, dan matanya bersinar cukup tajam menandakan dia mempunyai ilmu tenaga dalam. Hatinya bergetar saat dia melihat Kahar, karena wajah pemuda itu mirip sekali dengan teman masa kecilnya dulu, dia ingin menanyakan hal ini kepada Kahar tapi tahu situasi tidak memungkinkan oleh karena itu dia akan mencari kesempatan untuk menanyakan hal ini.
Kemudian Bumi menunjuk kepada Burhan, segera bocah ini mengetahui maksud Bumi, dan berjalan menghampiri mamaknya. Mereka berjalan menuju ke kelompok ini, "Paman, ini mamakku namanya Datuak Sapinggan Alang." "Salam kenal saudara-saudaraku."kata mamak Burhan dengan kedua tangan merangkap di dada, dibalas oleh mereka semua. Giliran Karim yang ditunjuk Bumi, sebelum anaknya menghampiri kedua orang tua Karim sudah mendahului berjalan menuju mereka. "Perkenalkan nama saya, Jintan, dan isteri saya, Hasnah."kata orang tua Karim dengan ramah. Tinggal giliran Saiful yang memperkenalkan orang tuanya, tapi Bumi dengan cepat mengarahkan matanya ke arah dua orang yang sedang berdiri dengan agak takut-takut memandang ke mereka. Kedua orang ini merasakan tatapan kemarahan dari para pria yang belum mereka kenal itu mengarah kepada mereka. Bumi melambaikan tangannya memanggil kedua orang itu, dengan perlahan kedua orang itu mendekati. Basri yang memang berniat untuk mengambil Saiful sebagai muridnya, sudah memperhatikan bocah itu sejak Aswin memperkenalkan mereka. Hatinya sangat terenyuh melihat tubuh kurus anak yang bernama Saiful itu, anak ini cukup tinggi dibandingkan dengan anak seusianya, tubuhnya ringkih sekali, berwajah sendu dan memiliki mata yang begitu dingin. Dia kelihatan tampan sekali pada saat tersenyum, di kedua belah pipinya terlihat dekik yang sangat dalam. Dan entah kenapa begitu memandang wajah sendu itu, Basri langsung jatuh sayang kepada anak ini, dia berjanji dalam hati akan merawat anak ini sebaik-baiknya, bila memungkinkan dia ingin mengangkat anak ini sebagai anaknya, tapi nanti masalah ini dibicarakan lagi karena dia belum tahu bagaimana reaksi isterinya begitu melihat Saiful. Ketika kedua orang tua Saiful sudah sampai di dekat kelompok ini, Basri baru menolehkan kepalanya menatap kedua orang yang begitu kejam terhadap anak sendiri. Sang ibu berwajah cantik manis dengan tubuh yang masih sintal tapi memiliki mata yang sangat dingin sekali seperti mata anaknya. Sang ayah berwajah biasa saja dengan bibir lebar dan tebal sehingga membuat wajah itu terlihat jelek sekali jika tersenyum, tapi berbadan tinggi besar dan urat-urat yang menonjol di sekitar tangannya membuat pria ini kelihatan sangat menyeramkan. Membayangkan kepalan tangan sebesar buah kelapa meninju anak seringkih Saiful membuat Basri ingin sekali menghajar pria itu sampai semaput. Dengan tergagap pria itu memperkenalkan namanya dan isterinya, keempat pria yang lain dengan wajah dingin menyambut penghormatan yang diberikan kepada mereka. Setelah itu segera Bumi mengajak mereka ke ruang makan untuk makan siang bersama, anak-anak mendengar kata makan langsung gembira dan berlari-lari mengikuti Aswin yang menarik tangan Burhan dan Saiful ke dalam. Siti sudah menunggu mereka semua di ruang makan, dan sudah mulai menyajikan makanan di meja dan menata piring dan gelas di setiap kursi yang ada. Lastri dengan cepat berusaha membantu Siti, sedangkan ibu Saiful pura-pura tidak melihat kesibukan itu, dia malas sekali membantu karena takut jari tangannya bisa rusak. Selama ini setelah Saiful berusia 5 tahun, ibunya memaksa dia untuk mengurus dapur dan menyediakan makanan, bayangkan anak sekecil itu sudah dipaksa melakukan pekerjaan seorang ibu, benar-benar perempuan yang sadis sekali. Oleh karena itu Basri yang sudah mendengar kisah Saiful menjadi tidak suka sekali pada kedua orang ini, dia sempat melihat tubuh ringkih Saiful yang menegang ketika kedua orangtuanya mendekati dan berdiri di belakangnya. Seolah-olah tubuh kecil itu siap jika terjadi sesuatu, ini merupakan sebuah gerakan reflek dari sang bocah setiap saat dia bersama kedua orangtuanya itu. Mendidih hati Basri melihat keadaan itu, ingin rasanya dia berteriak memaki-maki kedua orang yang tidak tahu malu itu, tapi dia kuatir jika dia melakukan itu dia akan membuat Saiful takut menjadi muridnya. Karena tidak tahan Basri langsung berjongkok memandang Saiful,"Namamu Saiful kan ? Berapa usia kamu sekarang?" Tanya Basri lembut pada Saiful. Mata Saiful memandang Basri dengan dingin dan membisu, melihat hal ini ayahnya langsung mendorong tubuh anaknya untu menjawab pertanyaan itu. Tangan Saiful langsung menutupi wajahnya dan tubuhnya mengkeret seolah-olah dia takut dipukul oleh sang ayah. Basri yang melihat hal ini tidak tahan lagi ingin segera meninju muka ayah Saiful dan memakinya, tapi untung Bumi segera melihat perubahan wajah Basri, cepat dia memegang pundak Basri untuk menenangkannya. Sedangkan ayah Saiful melihat wajah Basri menjadi takut dan berkeringat dingin, karena mata Basri memancarkan hawa pembunuh ke arahnya. "Tenang Saiful, kamu tidak usah takut sama paman Basri, dia orang baik dan ingin mengetahui usia kamu jadi kamu harus menjawabnya." Kata Bumi dengan lembut. "Iya, uda Saiful, aku kan sudah bilang kalau ditanya harus jawab, kan uda tidak bisu."tukas Aswin. Dengan suara perlahan sekali nyaris tidak terdengar Saiful menjawab pertanyaan Basri,"6 tahun" "Kamu takut pada paman?"Tanya Basri. Saiful menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menunduk, tadi saat dia memandang wajah pria murah senyum ini, dia merasakan sebuah kehangatan dalam dirinya. Dia tahu pria ini tidak akan pernah menyakitinya seperti ayahnya, dia melihat cara pria itu memandang dirinya seperti ayah Aswin memandang Aswin, ada perasaan bahagia ditatap seperti itu. Sekalipun mata ayah Aswin menyorot marah pada anaknya tapi tetap dia merasakan beda dengan sorotan mata ayahnya. Saiful benar-benar seorang anak yang sangat sensitive akibat luka batinnya yang diderita sejak dia kecil, sehingga dia bisa menyelami perasaan orang lain padanya. Diam-diam di hatinya terbesit pikiran seandainya pria bernama Basri ini ayahnya pasti hidupnya akan penuh senyum seperti pria itu. Sekarang ini dia tidak mampu terlalu banyak tersenyum karena memang dia merasa tidak ada hal yang bisa membahagiakan dirinya di rumah, kecuali saat dia bersama teman-temannya. Basri merasa lega sekali, Saiful tidak takut padanya, dia merasa ada sebuah kemajuan dalam hubungan mereka, dia akan menyediakan waktu agar anak ini mau pergi bersamanya, tadinya dia buru-buru mau mengajak anak itu pergi tapi setelah melihat Saiful, dia tahu harus pelan-pelan membujuk anak ini untuk ikut bersamanya karena anak ini mempunyai trauma dengan orang dewasa selalu kuatir dia akan dipukul. Dia bertekat anak ini harus ikut dengannya menjauhi orang tuanya yang sadis dan kejam itu. Begitu juga dengan Masnan, dia merasa puas sekali dengan pilihan hatinya, Burhan memang benar-benar seorang anak yang berbadan kokoh dan berwajah jantan sekali, dengan alis hitam yang tebal dan mata yang begitu tenang melihat sekitarnya, benar-benar bocah pilihan. Dia yakin sekali bisa mengajarkan ilmunya kepada Burhan tanpa perlu susah payah, ditambah lagi dia akan tenang sekarang karena ada yang akan menemani putrid tunggalnya bermain. Dan Kahar puas dengan calon muridnya, yang memang seperti Aswin katakan bertubuh paling kecil diantara mereka dan memiliki wajah imut-imut sekali serta mata yang berbinar-binar terang seperti bintang di pagi hari. Mengingatkannya pada adik terkecilnya yang sudah meninggal dunia, dia seperti menemukan lagi adik yang paling disayanginya itu dalam diri Bastian. Lain lagi dengan Bumi, selama ini karena dia sudah tahu kelakuan Karim, selama anak itu bergaul dengan anaknya dan akhir-akhir ini menjadi muridnya bersama yang lain, dia sudah lama mengamati tingkah laku anak itu dan sudah tahu anak itu merupakan bocah pilihan dengan kecerdasan yang ditunjukan selama ini mengatasi semua kesulitan yang datang padanya dan tugas yang akan diembannya kelak. Bersambung.... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
