Sdr Jafrinur dkk di Fapeternakan Unand,
Syukur alhamdu lillah kalau sudah sejauh itu, khususnya untuk sapi. Tapi apakah
sudah ada konsep yang mengaitkannya dengan lahan sekeliling kaki gunung seperti
yang saya ajukan itu dengan mengingat sedikitnya lahan yang tersedia di dataran
tinggi maupun rendah di wilayah Sumbar?
Karena kita tidak akan berhenti dengan sekadar mengemukakan ide2 belaka,
waktunya kitamembawakan permasalahan ini ke pihak pemerintah, baik
administratif maupun teknikal dan legislatif se Sumbar.
Bagaimana kalau Fapeternakan mengambil inisiatif membentuk Tim yang akan
mempersiapkan konsepnya secara utuh dan global, lalu membawakannya ke dalam
seri seminar yang diprakarsai oleh Kantor Gubernur dan Dinas Peternakan Sumbar
dan Kabupaten se Sumbar agar konsep ini naik menjadi Program Pemerintah untuk
tahun 2015 dst ke depan?
Saya menunggu respons dari Sdr.
Wassalam,
MN
Ciputat, 12 Okt 2014
On Saturday, October 11, 2014 9:09 PM, jafrinur jafrinur
<[email protected]> wrote:
Assalamualaikum wr.wb.Pak Mochtar yth! Saya sudah baca email yang Bapak
kirimkan tadi pagi. Saya sangat tertarik dengan ide Bapak dan hal ini benar
adanya. Sebetulnya usaha peternakan ini merupakan masa depan pertanian di
Sumatera Barat. Malahan menurut Prof. Bustanil Arifin (ahli sosial ekonomi
pertanian INdonesia) masa depan pertanian Indonesia ada di subsektor peternakan
krn subsektor tanaman pangan sudah mulai jenuh.
Fakultas Peternakan Unand sudah bekerjasama dengan Disnak Sumbar membuatkan
Renstra SKPD Peternakan Sumbar 2010-2014. Demikian juga Roadmap Sapi Perah.
Adapun Roadmap sapi potong sudah dibuatkan untuk Perhimpunan Peternak Sapi dan
Kerbau Indonesia (PPSKI). Jadi konsep pengembangannya sudah ada. Tinggal
bagaimana pemerintah daerah menindaklanjuti. Sudah barang tentu melibatkan
semua stakeholder yang ada. Fakultas Peternakan siap membantu dengan IPTEKS dan
memdampingi usaha/peternak.
Perantau, pemerintah (pusatsampai daerah), BUMN (via CSR) sebagai penyandang
dana. Koperasi Syariah mensuplai input dan menampung output spt pembicaraan
Bapak dengan saya sebelumnya, Perguruan Tinggi sebagai pendamping. Mdh2an
dengan adanya sinergitas ini bisa dibangun usaha peternakan yang maju.
Faterna Unand dg LIPI sudah menggagas menciptakan sapi Simenthal Indonesia.
dalam hal ini sapi Simenthal asal Eropah direkayasa menjadi sapi Indonesia yang
tahan panas, kekurangan makan, tahan caplak, berbulu tipis seperti sapi tropik.
Utk ini dibutuhkan waktu minimal 7 tahun melalui rekayasa genetika dan
reproduksi. Faterna Unand sudah punya SDM dan ipteknya.
Tinggal kemauan (political will) pemerintah dan stakeholder lainnya. Mari sama2
kita meyakinkan pemerintah agar mau memulainya dengan kita bersama-sama. saya
"mengappreciate" ide Pak Mochtar. Mari kita kembangkan ide ini bersama.
Wassalam,
Jafrinur.
On Saturday, October 11, 2014 5:10 AM, Mochtar Naim
<[email protected]> wrote:
Jafri,
Mari kita usahakan agar Sumbar memiliki konsep pembangunan industri peternakan
sapiyang beruanglingkup Sumbar. Kita mengharapkan agar Fak Peternakan UNAND
menyiapkangrand designnya. Untuk itu perlu ada kerjasama dengan Dinas
Peternakan Prov dan Kab se Sumbar.
MN
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.