Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Masalah Akhlak Anak-anak Kita

Sebuah 
rekaman video tentang kekerasan anak-anak murid SD terhadap rekan 
wanitanya di sebuah SD di Bukit Tinggi disebarkan melalui Youtube dan 
jadi tontonan masyarakat luas. Beritanya bahkan sampai jadi tayangan 
sebuah stasiun tv di Jakarta dan mendapat sorotan beberapa petinggi 
negara. Banyak yang terkaget-kaget. Di mana moral? Di mana budi pekerti? Di 
mana kesantunan dan kelemahlembutan orang Bukit Tinggi?

Di satu 
sisi kita mendapatkan tayangan seperti ini sebagai produk kemajuan 
teknologi. Segala kegiatan dapat diabadikan dalam bentuk rekaman video 
dan dengan mudah dapat disebarkan. Di sisi lain, yang membuat kita 
terheran-heran, ada saja orang yang sempat atau bahkan sengaja 
mengabadikan momen-momen aneh seperti itu, bahkan perbuatan-perbuatan 
porno untuk disebarkan kepada orang banyak. Perbuatan pelaku 
kekerasannya mengherankan dan pelaku yang mengabadikannya juga 
mengherankan.

Yang 
ingin kita soroti adalah masalah akhlak anak-anak yang berbuat zalim 
terhadap sesama teman sekelas. Dengan kekerasan yang hampir tidak dapat 
dipercaya. Menyakiti seorang teman wanita beramai-ramai dengan pukulan, 
terjangan dan sebagainya. Kok begitu teganya anak-anak ini berlaku kejam 
seperti itu? Dan hal itu dilakukan di dalam kelas sekolah. Di mana 
guru? Bagaimana kejadian seperti ini bisa luput dari pengawasan guru...

Kekerasan demi kekerasan sepertinya memang sudah merupakan hal yang 'biasa' 
sekarang ini. Semakin banyak orang yang mampu berbuat anarkis, berbuat 
zalim, merusak. Semuanya dengan cara-cara yang tidak terbayangkan. 
Semakin banyak manusia yang beringas. Yang sadis. Dan rupanya 
keberingasan itu sudah terbentuk dan terlatih sejak usia dini, usia anak SD 
yang umurnya baru sepuluh sebelas tahun.....

Dari 
sekian banyak komentar, ada yang menyesalkan karena 'kita' sudah tidak 
lagi mengamalkan Pancasila. Terus terang, aku tidak tahu persis 
pengamalan bagian mana dari Pancasila yang dimaksudkan. Dulu kita pernah sangat 
intensif melatih diri untuk penghayatan dan pengamalan 
Pancasila. Ada penataran khusus P4, begitu dulu namanya disebut. Tapi 
sepertinya tidak terlalu kentara bahwa hasilnya mampu memperbaiki ahlak 
para peserta penataran. Atau mungkin aku kurang jeli mengamatinya.

Ketika 
kanak-kanak dulu, nenekku pernah mengingatkan tentang keadilan dan 
pengadilan Tuhan Allah. Tentang dosa dan pahala. Tentang surga dan 
neraka. Tentang kenikmatan luar biasa bagi mereka yang diridhai Allah 
dan siksa luar biasa bagi yang dimurkai dan dihukum Allah. Beliau 
mengingatkan, hubungan antara manusia dengan Allah dan hubungan antara 
sesama manusia. Jika kita berdosa kepada Allah, kemudian kita insaf lalu 
bertobat dan minta ampun, niscaya Allah mengampuni dosa kita. Akan 
tetapi, jika kita berbuat dosa kepada sesama manusia, semisal kita 
sakiti dia, atau kita ambil haknya, atau kita berbuang curang 
kepadanya.... maka selama kejahatan tersebut tidak dimaafkannya, maka 
nanti di akhirat kita akan mendapat hukuman dari Allah. Allah tidak akan 
memaafkan dosa yang kita perbuat terhadap orang lain sebelum orang 
tersebut memaafkan. Jika kita berbuat jahat kepada orang lain, lalu di 
dunia ini kita tidak mendapat hukuman yang setimpal atas kejahatan 
tersebut, nanti di akhirat kita akan diadili di pengadilan Allah dan di 
hukum dengan hukuman akhirat, dimasukkan ke dalam neraka Allah. Yang 
siksanya, pasti lebih menyakitkan dibandingkan dengan pembalasan di 
dunia. 

Nasihat 
nenekku lebih setengah abad yang lalu ini selalu tertanam di kepalaku. 
Aku takut berbuat zalim kepada orang lain. Nasihat ini kusampaikan pula 
kepada anak-anakku dan kepada siapa saja yang dapat aku nasihati. 
****                                  



Wassalamu'alaikum,
 

Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke