RENCANA KERJA BERSAMA SUMBAR 2014-2019

 
Kepada yth

Sdr Gubernur Sumbar,

Para Bupati dan Walikota se Sumbar

Para Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Se Sumbar,

Para Warga Nagari se Sumbar di Ranah dan di Rantau di manapun,


 
Assalamu’alaikum w.w.,


 
DENGAN terbentuknya pemerintahan baru dari Presiden Jokowi dan Wapres JK, 
2014-2019, kita di Sumbar juga waktunya untuk menyiapkan Rencana Kerja kita 
bersama dalam waktu yang sama. Satu dari antaranya adalah menyiapkan 
terbentuknya Provinsi DIM (Daerah Istimewa Minangkabau) sebagai pengganti bagi 
Provinsi Sumbar sekarang. Dengan itu maka filosofi budaya ABS-SBK (Adat 
Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah) dapat kita terapkan di semua sisi 
kehidupan secara formal maupun non-formal. Dan dengan itu pula Sumbar menjadi 
Provinsi ke lima sesudah DIYogyakarta, Jakarta Raya, Aceh dan Papua sebagai 
Daerah Istimewa di NKRI ini. Setali dengan itu, kedua, kita menempatkan Nagari 
sebagai basis bagi pembangunan multi-usaha, baik di bidang ekonomi, sosial dan 
budaya. Di bidang ekonomi khususnya kita mengembangkan sistem ekonomi 
kerakyatan yang berbasis koperasi syariah dengan prinsip kerjasama yang saling 
menguntungkan. Dengan itu kita mendahulukan pembangunan bagi kepentingan rakyat 
terbanyak di Republik ini dan di Provinsi DIM khususnya. Kita akan seimbangkan 
pembangunan di Nagari secara proporsional, baik di pedalaman maupun di 
pesisiran dan di kepulauan Mentawai. Tanah-tanah ulayat di berbagai Kabupaten 
di Sumbar yang ribuan hektar luasnya yang diserahkan HGUnya oleh Negara kepada 
para pengusaha konglomerat di bidang perkebunan sawit dan usaha Sumber Daya 
Alam lainnya, agar dikembalikan haknya kepada kelompok adat yang memilikinya. 
Kerjasama yang saling menguntungkan perlu diciptakan agar rakyat pribumi 
pemilik tanah ulayat mendapatkan manfaat yang optimal dari tanah-tanah ulayat 
yang mereka miliki secara bersama itu.Ketiga, karena Sumbar juga memiliki 
pesisir pantai yang panjang dari perbatasan Natal-Air Bangis dengan Tapanuli di 
Utara dan perbatasan Lunang-Muko-Muko dengan Bengkulu di Selatan (571 km), di 
samping gugusan kepulauan Mentawai (1.403 km) yang juga potensial sekali di 
bidang kemaritiman, sejalan dengan fokus perhatian pemerintah secara nasional 
kepada pembangunan kemaritiman, kita juga akan mengambil manfaat akan usaha 
kemaritiman itu sejalan dengan yang dilakukan oleh pemerintahan nasional yang 
baru itu.

Keempat, warga Nagari yang di ranah dan yang di rantau membangun kerjasama yang 
erat dalam membangun Nagari yang mereka miliki bersama. Dengan itu warga Nagari 
yang merantau dapat pula menyalurkan buah pikiran dan hasil jerih-payah usaha 
di rantau untuk juga dialirkan ke kampung halaman bagi membangun Nagari secara 
bersama.


 
Kelima, karena topografi Sumbar bagian besar dilalui oleh Bukit Barisan, dengan 
lahan pesisiran yang sempit dan memanjang, yang karenanya tidak sampai 10 % 
dari lahan yang ada yang datar yang dapat dipergunakan bagi usaha pertanian 
sawah, maka mau tak mau, ke depan, perhatian harus lebih banyak diarahkan bagi 
usaha peternakan sapi, kerbau, kambing, itik, ayam, dsb, secara organik yang 
dikembangkan di sekeliling lereng bagian bawah dari gunung-gunung dan 
bukit-bukit, termasuk Gunung Pasaman dan Talamau di Pasaman; Gunung Singgalang, 
Tandikek dan Merapi di Agam, Tanah Datar dan Pariaman; Gunung Sago di L Kota 
dan Tanah Datar, Gunung Talang dan Kerinci di Solok. Dengan sistem peternakan 
yang moderen, sesuai dengan tuntutan masa sekarang, Sumbar akan berubah dari 
daerah pengimpor ternak menjadi daerah penyalur dan pengekspor ternak dalam 
jumlah besar dan berskala besar.

Keenam, Sumbar yang telah juga menjadi pusat usaha pendidikan sejak masa 
kolonial yl, dipacu terus untuk menjadi pusat usaha pendidikan dasar, menengah 
dan tinggi, dalam berbagai macam disiplin ilmu, bukan hanya bagi penduduk 
Sumbar tapi menerima dan menampung anak-anak didik dari berbagai daerah di 
Indonesia ini, seperti yang sekarang dialami dan dilakukan oleh Yogya dan Jawa 
umumnya. 

Semua itu memerlukan partisipasi dan keterlibatan yang jauh dari lapisan 
masyarakat sendiri di Nagari-nagari. Dengan otonomi penuh yang diberikan kepada 
DIM seperti kepada DIY dan DI Aceh itu diharapkan Sumbar dengan DIMnya akan 
cepat terangkatkan dalam menuju masa depannya yang cerah dan terarahkan.

Mari jangan dibiarkan cita-cita ini hanya menjadi khayal-igauan belaka. Dengan 
gebrakan dari Gubernur, Bupati, Walikota dan semua para pejabat dan pemimpin 
rakyat di semua lapisan, di ranah dan di rantau semuanya, dengan inayah dan 
ma’unah dari Allah swt, hal ini semua akan berwujud menjadi kenyataan. Mari 
kita mulai bergerak ke arah yang dicitakan itu. *** 


 
Wassalam,


 

 
Mochtar Naim


 
Ciputat, 25 Okt 2014.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Attachment: 141024 1 SURAT PADA GUBERNUR DLL TTG DIM.doc
Description: MS-Word document

Kirim email ke