<https://twitter.com/andrinof_a_ch> <https://twitter.com/andrinof_a_ch>

Ha ha ha ha........,

Karano alah 31 urang komunitas r@ntaunet nan manyampaikan "ucapan selamat"
(antah ikhlas, antah takuik katinggalan kareta antah angkek talua antah
maagak lantun...., kasadoyo hanyo hati nurani masiang-masiang nan katahu.
Antah....antahlah......!) izinkanlah ambo mambari panungkek. Soalnyo
komentar adiakmbo dari mBogor alah mancogok pulo di palanta ko.


Antah lai sempat@andrinof_a_ch <https://twitter.com/andrinof_a_ch> nan kini
jadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional dalam Kabinet Kerja
<http://id.wikipedia.org/wiki/Kabinet_Kerja> periode 2014-2019 mambaco
komentar 31 urang r@ntaunet, antah indak, indak tahulah ambo.


Salam..............................................,

*mm****


*“Wahai….., sesungguhnya engkau seorang yang lemah dan sesungguhnya jabatan
itu adalah suatu amanah, dan sesungguhnya ia adalah kehinaan dan penyesalan
di hari kiamat kecuali yang menjalankannya dengan baik dan melaksanakan
tanggungjawabnya (HR. Muslim).*



* “Sesungguhnya Allah Swt akan meminta pertanggungjawaban setiap pemimpin
tentang jabatannya, apakah ia menjaganya atau menyia-nyiakannya (HR. Ibnu
Hibban)*
Pidato Pertama Umar Bin Abdul Aziz Menangis Karena Takut Pada Allah

"... aku tahu aku adalah orang yang paling banyak dosa di sisi Allah,” ujar
Umar Bin Abdul Aziz

*TATKALA* Khalifah demi khalifah datang pergi silih berganti,
disebut-sebutlah nama Umar bin Abdul Azir untuk menjadi penggantinya. Nama
Umar bin Abdul Aziz digadang-gadang menjadi calon khalifah yang baru.
Tapi apa kata Umar?

“Jangan sebut-sebut nama saya, katakan bahwa saya tidak menyukainya. Dan
jika tidak ada yang menyebut namanya, maka katakan, jangan mengingatkan
nama saya,” ujar Umar bin Abdul Aziz.

Umar Bin Abdul Aziz diangkat menjadi Khalifah pada dinasti Bani Umayyah,
hari Jum’at tanggal 10 Shafar tahun 99 Hijriyah, menggantikan khalifah
sebelumnya, Sulaiman Bin Abdul Malik. Saat diumumkan di depan publik
namanya disebut sebagai pengganti, seluruh hadirin pun serentak menyatakan
persetujuannya. Tapi tidak dengan Umar. Sang Khalifah menangis
terisak-isak. Ia memasukkan kepalanya ke dalam dua lututnya dan menangis
sesunggukan.

Ia justru terkejut, seperti mendengar petir di siang bolong. Bukan hanya
terkejut, Umar bin Abdul Aziz bahkan mengucapkan Inna lillahi wa Inna
ilaihi raji’uun, bukannya Alhamdulillah atau mengadakan pesta, sebagaimana
kebanyakan pejabat di negeri ini.

“Demi Allah, ini sama sekali bukanlah atas permintaanku, baik secara
rahasia ataupun terang-terangan,” ujar cicit dari Khulafaur Rasyidin kedua
Umar bin Khattab ini.

Di atas mimbar Umar Bin Abdul Aziz berpidato: “Wahai manusia, sesungguhnya
aku telah dibebani dengan pekerjaan ini tanpa meminta pendapatku lebih
dulu, dan bukan pula atas permintaanku sendiri, juga tidak pula atas
musyawarah kaum muslimin. Dan sesungguhnya aku ini membebaskan
saudara-saudara sekalian dari baiat di atas pundak saudara-saudara, maka
pilihlah siapa yang kamu sukai untuk dirimu sekalian dengan bebas!”

Ketika semua hadirin telah memilihnya dan melantiknya, Umar berpidato
dengan ucapan yang menggugah. “Taatlah kamu kepadaku selama aku ta’at
kepada Allah. Jika aku durhaka kepada Allah, maka tak ada keharusan bagimu
untuk taat kepadaku.”

Dalam pidato di hari kedua memegang amanah, Umar mengatakan tiada nabi
selepas Muhammad Shallahu ‘alaihi Wassallam dan tiada kitab selepas
Al-Quran.

“Aku bukan orang yang paling baik dikalangan kamu sedangkan aku cuma orang
yang paling berat tanggungannya dikalangan kamu, aku mengucapkan ucapan ini
sedangkan aku tahu aku adalah orang yang paling banyak dosa di sisi Allah.”

Usai berpidato, khalifah menangis kemudian melanjutkan, “Alangkah besarnya
ujian Allah kepadaku.”

Jika kebanyakan pejabat berpesta ria saat kenaikan pangkat dan meraih
kekuasaan, Umar bin Abdul Aziz malah banjir air mata karena takut
pertanggungjawabanya di hadapan Allah pada hari kiamat kelak tak mampu
dipikulnya.

Sikapnya tak hanya ditunjukkan di mimbar. Iia justru hidup dalam kezuhudan
dan wara’. Ketika ia disodori kendaraan “dinas” yang supermewah berupa
beberapa ekor kuda tunggangan, lengkap dengan kusirnya, Umar menolak, dan
malah menjual semua kendaraan itu, lalu uang hasil penjualannya diserahkan
ke Baitul Maal. Termasuk semua tenda, permadani dan tempat alas kaki yang
biasanya disediakan untuk khalifah yang baru.

Dalam sejarah peradaban Islam disebutkan, Umar bin Abdul Aziz merupakan
Khalifah Dinasti Umayyah yang membawa *Daulah Umayyah* mencapai puncak
kejayaan. Menurut para ahli sejarah, gaya


Hakepemimpinannyamirip dengan gaya kepemimpinan *khulafaur Rasyidin.*
Dialah satu-satunya khalifah Bani Umayyah yang tidak dicela oleh para
khalifah Bani Umayyah pada masa selanjutnya.

(
*dari berbagai sumber di alam maya)*


---------- Pesan terusan ----------
Dari: 'ZulTan' via RantauNet <[email protected]>
Tanggal: 28 Oktober 2014 06.56
Subjek: [R@ntau-Net] Ucapan Selamat Untuk Mahakarya
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>



Sanak Andrinof YSH,

Izinkanlah saya tidak mengucapkan selamat apapun saat ini.  Menambah satu
ucapan selamat lagi dari tiga puluh orang yang sudah menyampaikannya, mulai
dari orang yang kita kenal sehari-hari maupun dari orang yang jarang
singgah, bahkan dari teman-teman baru, tidak akan mengubah keadaan menjadi
lebih ideal.

Saya akan menyimpan ucapan tersebut untuk sebuah "mahakarya" jika ada kelak.

"When love and skill work together, expect a masterpiece."

Bagi saya, "Pujian adalah hutang yang harus dilunasi."

Saya kutip pesan Donald Trump yang mungkin bisa menginspirasi:

"You have to think anyway, so why not think BIG?"


Salam,
ZulTan

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke