Aldi,
Kalau bisa awal Nov ini sudah ada kata sepakat dari warga masyarakat Minang di 
Bali mendukung secara bersama-sama permintaan kita kepada Gubernur Sumbar dll 
untuk mengusulkan kepada Pem Pus menjadikan Prov Sumbar menjadi Prov DIM itu. 
Salam untuk Pak Dt Sinaro dan semua. MN 

     On Monday, October 27, 2014 5:41 PM, Feraldi W. Loeis <[email protected]> 
wrote:
   

 Assalamualaikum wr wb
Pak Mochtar Naim yth,
Terima kasih atas pengiriman kopi surat kepada para pemimpin pemerintah di 
Sumbar. InsyaAllah kami akan mendukung semaksimal dan sepenuh hati kami. Demi 
Indonesia yang maju dan demi tercapainya cita-cita DIM yang cerah dan terarah 
dengan masyarakat Minangkabau nan Sejahtera.
SalamAldi

2014-10-25 10:03 GMT+07:00 Mochtar Naim <[email protected]>:

RENCANA KERJA BERSAMA SUMBAR 2014-2019 Kepada ythSdr Gubernur Sumbar,Para 
Bupati dan Walikota se SumbarPara Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota Se 
Sumbar,Para Warga Nagari se Sumbar di Ranah dan di Rantau di manapun, 
Assalamu’alaikum w.w., DENGAN terbentuknya pemerintahan baru dari Presiden 
Jokowi dan Wapres JK, 2014-2019, kita di Sumbar juga waktunya untuk menyiapkan 
Rencana Kerja kita bersama dalam waktu yang sama. Satu dari antaranya adalah 
menyiapkan terbentuknya Provinsi DIM (Daerah Istimewa Minangkabau) sebagai 
pengganti bagi Provinsi Sumbar sekarang. Dengan itu maka filosofi budaya 
ABS-SBK (Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah) dapat kita terapkan 
di semua sisi kehidupan secara formal maupun non-formal. Dan dengan itu pula 
Sumbar menjadi Provinsi ke lima sesudah DIYogyakarta, Jakarta Raya, Aceh dan 
Papua sebagai Daerah Istimewa di NKRI ini. Setali dengan itu, kedua, kita 
menempatkan Nagari sebagai basis bagi pembangunan multi-usaha, baik di bidang 
ekonomi, sosial dan budaya. Di bidang ekonomi khususnya kita mengembangkan 
sistem ekonomi kerakyatan yang berbasis koperasi syariah dengan prinsip 
kerjasama yang saling menguntungkan. Dengan itu kita mendahulukan pembangunan 
bagi kepentingan rakyat terbanyak di Republik ini dan di Provinsi DIM 
khususnya. Kita akan seimbangkan pembangunan di Nagari secara proporsional, 
baik di pedalaman maupun di pesisiran dan di kepulauan Mentawai. Tanah-tanah 
ulayat di berbagai Kabupaten di Sumbar yang ribuan hektar luasnya yang 
diserahkan HGUnya oleh Negara kepada para pengusaha konglomerat di bidang 
perkebunan sawit dan usaha Sumber Daya Alam lainnya, agar dikembalikan haknya 
kepada kelompok adat yang memilikinya. Kerjasama yang saling menguntungkan 
perlu diciptakan agar rakyat pribumi pemilik tanah ulayat mendapatkan manfaat 
yang optimal dari tanah-tanah ulayat yang mereka miliki secara bersama 
itu.Ketiga, karena Sumbar juga memiliki pesisir pantai yang panjang dari 
perbatasan Natal-Air Bangis dengan Tapanuli di Utara dan perbatasan 
Lunang-Muko-Muko dengan Bengkulu di Selatan (571 km), di samping gugusan 
kepulauan Mentawai (1.403 km) yang juga potensial sekali di bidang kemaritiman, 
sejalan dengan fokus perhatian pemerintah secara nasional kepada pembangunan 
kemaritiman, kita juga akan mengambil manfaat akan usaha kemaritiman itu 
sejalan dengan yang dilakukan oleh pemerintahan nasional yang baru itu.Keempat, 
warga Nagari yang di ranah dan yang di rantau membangun kerjasama yang erat 
dalam membangun Nagari yang mereka miliki bersama. Dengan itu warga Nagari yang 
merantau dapat pula menyalurkan buah pikiran dan hasil jerih-payah usaha di 
rantau untuk juga dialirkan ke kampung halaman bagi membangun Nagari secara 
bersama. Kelima, karena topografi Sumbar bagian besar dilalui oleh Bukit 
Barisan, dengan lahan pesisiran yang sempit dan memanjang, yang karenanya tidak 
sampai 10 % dari lahan yang ada yang datar yang dapat dipergunakan bagi usaha 
pertanian sawah, maka mau tak mau, ke depan, perhatian harus lebih banyak 
diarahkan bagi usaha peternakan sapi, kerbau, kambing, itik, ayam, dsb, secara 
organik yang dikembangkan di sekeliling lereng bagian bawah dari gunung-gunung 
dan bukit-bukit, termasuk Gunung Pasaman dan Talamau di Pasaman; Gunung 
Singgalang, Tandikek dan Merapi di Agam, Tanah Datar dan Pariaman; Gunung Sago 
di L Kota dan Tanah Datar, Gunung Talang dan Kerinci di Solok. Dengan sistem 
peternakan yang moderen, sesuai dengan tuntutan masa sekarang, Sumbar akan 
berubah dari daerah pengimpor ternak menjadi daerah penyalur dan pengekspor 
ternak dalam jumlah besar dan berskala besar.Keenam, Sumbar yang telah juga 
menjadi pusat usaha pendidikan sejak masa kolonial yl, dipacu terus untuk 
menjadi pusat usaha pendidikan dasar, menengah dan tinggi, dalam berbagai macam 
disiplin ilmu, bukan hanya bagi penduduk Sumbar tapi menerima dan menampung 
anak-anak didik dari berbagai daerah di Indonesia ini, seperti yang sekarang 
dialami dan dilakukan oleh Yogya dan Jawa umumnya. Semua itu memerlukan 
partisipasi dan keterlibatan yang jauh dari lapisan masyarakat sendiri di 
Nagari-nagari. Dengan otonomi penuh yang diberikan kepada DIM seperti kepada 
DIY dan DI Aceh itu diharapkan Sumbar dengan DIMnya akan cepat terangkatkan 
dalam menuju masa depannya yang cerah dan terarahkan.Mari jangan dibiarkan 
cita-cita ini hanya menjadi khayal-igauan belaka. Dengan gebrakan dari 
Gubernur, Bupati, Walikota dan semua para pejabat dan pemimpin rakyat di semua 
lapisan, di ranah dan di rantau semuanya, dengan inayah dan ma’unah dari Allah 
swt, hal ini semua akan berwujud menjadi kenyataan. Mari kita mulai bergerak ke 
arah yang dicitakan itu. ***  Wassalam,  Mochtar Naim Ciputat, 25 Okt 2014.




   

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke