Salam Sanak Bobby,
Ha ha...lucuk dan reflektif juo artikelnyo. Tarimo kasih. Takana dek ambo 
artikel almarhum Pak Lukman Ali: "Sutan Kemaren". 

salam,
Suryadi


----- Pesan Asli ----
Dari: Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 25 Maret, 2008 03:35:54
Topik: [EMAIL PROTECTED] Re: 'Bahaso manunjuak'an bangso"


Assalamualaikum Da Suryadi, Benny dan sanal lainnya..
Iko ado saketek tulisan soal bahaso...semoga
berkenan..

-----------------------

Malu Jadi Orang Minang


Beberapa waktu yang lalu saya pulang ke Padang ketika
menunggu di bandara sukarno hatta saya bertemu dengan
seorang teman , kebetulan ia juga mau pulang, ada hal
menarik yang saya catat dalam pertemuan kami, teman
saya itu berbicara dalam bahasa indonesia pada anaknya
yang masih balita, dan ternyata istrinya orang minang
juga.

ketika saya sampai di Padang, saya naik travel untuk
jurusan ke Bukittinggi , sepanjang perjalanan saya
banyak mendengar orang tua yang berbicara dengan
anaknya dalam bahasa indonesia yang aneh," macam mana
kamu ni" atau " biarlah serupa itu, nanti kita
bicarakan lagi sama di anu tu", dan satu lagi yang
agak membuat geli adalah, "Ndak kemana mana perginya
doh.."..

Tiba2 saya tidak merasa diranah minang yang dulu
sangat terkenal karena budayanya. 

Banyaknya orang2 minang sekarang yang menggunakan
bahasa indonesia kepada anak2nya bukanlah hal yang
baru, hampir semua orang minang yang tinggal di
perantauan menggunakan bahasa indonesia dalam rumah
tangganya, dan tradisi itu sekarang sudah mewabah di
ranah minang sendiri, mungkin satu dasawarsa kedepan
bahasa minang hanya terdapat di pelosok2 terpencil di
sumatera barat, sedangkan di kota2nya bahasa minang
serasa aneh dan menjadi bahasa asing. 

Sebuah perbedaan mencolok antara perilaku orang minang
sekarang dengan orang2 dari suku lain, teman saya
orang jawa yang lahir dan besar di jakarta sangat
fasih berbahasa jawa, teman saya yang orang keturunan
cina yang pasti belum pernah kecina, fasih berbahasa
cina, kenapa orang minang sendiri "malu" menggunakan
bahasa minang di daerahnya sendiri?

pernah saya tanyakan pada seorang karabat yang
mengajarkan anaknya berbahasa indonesia, "biar lebih
gaul"katanya, aneh sekali komentar ini menurut hemat
saya, jika mau gaul kenapa nggak diajarkan bahasa
inggris aja sekalian, gaulnya bisa go internasional,
yang pasti menurut logika saya, kalau orang bisa
bahasa minang udah pasti ia bisa bahasa indonesia, toh
di sekolah ia diajarkan dalam bhs indonesia, apalagi
kalau ia tinggal di luar sumatera barat, bahasa
sehari2 dengan teman2nya tentulah bahasa indonesia.

jadi kalau anda nanti pulang kepadang sepuluh atau
duapuluh kedepan, anda tak akan temui lagi orang2
berbicara minang di kota2 seperti padang, bukitinggi,
payakumbuh dan ll. Tapi bahasa indonesia yang agak
aneh..."tidak mantun doh, nanti berserak dia,
bergelamak peak, mending dikemaskan saja, usah
diratap2i malu kita sama yang lain..."


BLP





    


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke