*PANUNGKEK :* . -*Pakaian Panghulu* <http://2.bp.blogspot.com/_tEZnT_R4uTg/TLHkFDCPJ1I/AAAAAAAAAJU/ANssgM-ClYA/s1600/images+%282%29.jpg>
Seorang panghulu atau ninik mamak, yang digelari datuk oleh masyarakat memegang peranan penting sebagai pemimpin kaumnya dan berhak mengatur sanak keluarga yang terhimpun dalam kaumnya. Oleh karena itu ia memiliki pakaian kebesaran. Masing-masing daerah adat di Minangkabau memiliki variasi yang berbeda, namun secara umum terdiri dari destar, baju hitam longgar, celana hitam lebar, sesamping, kain sandang, keris, dan tongkat. Pakaian kebesaran ini juga disebut pakaian adat, terdiri dari destar sebagai penutup kepala. Biasa disebut saluak *batimba *(seluk bertimba) terbuat dari kain batik. Bagian muka saluak ditata berkerut-kerut berjenjang dengan bagian atas datar. Kerutan-kerutan tersebut melambangkan aturan hidup orang Minangkabau yang diungkapkan melalui pepatah berjenjang naik bertangga turun. Kemudian dikenakan baju lengan hitam longgar (besar lengan) dengan leher lepas tidak berkatuk, belah sampai ke dada tanpa kancing. Hal ini melambangkan keterbukaan dan kelapangan dada seorang pemimpin yang tidak suka mengunting dalam lipatan. Umumnya dipakai celana (sarawa) lapang warna hitam. Celana lapang ini melambangkan kesiagaan, walaupun lapang dibatasi oleh ukua (ukur) dan jangko (jangka) diwujudkan melalui sulaman benang emas pada pinggirnya (minsai). Dalam pepatah dinyatakan ukua panjang tak buliah singkek, jangko singkek tak dapek panjang, artinya ukur panjang tak dapat singkat, jangka pendek tak dapat singkat. Dikenakan pula kain samping (sesamping) yang melilit pinggang di atas lutut dengan sudutnya seperti niru tergantung. Pemakaian samping seperti niru tergantung ini melambangkan kehati-hatian pemakai dalam segala tindak-tanduknya dalam masuarakat. Sesamping ini dipakai terutama saat bepergian dan kebanyakan dipilih warna merah sebagai lambang keberanian serta tanggungjawab. Ragi benang emas yang menghiasinya disebut cukia menandakan bahwa pemakainya memiliki pengetahuan yang cukup di bidangnya. Pinggangnya dililit cawek (ikat pinggang) dari sutra berjumbai*(bajambua *alai). Dimaksudkan supaya kokoh luar dan dalam. Bahunya berselempang kain sandang atau kain kaciak dari kain cindai sebagai lambang kebesaran seorang penghulu (ninik mamak). Keris dengan posisi miring ke kiri terselip di perut melambangkan keberanian tanpa bermaksud menghadang musuh melainkan untuk menjadi hakim. Biasanya masih ditambah dengan tongkat untuk berjalan di malam hari atau berdiri lama. Pada hakekatnya tongkat adalah komando anak kemenakan, untuk mengingatkan bahwa penghulu punya penongkat atau pembantu dalam menjalankan jabatannya. Juga melambangkan bahwa tiap-tiap keputusan yang telah dibuat harus ditegakkan penuh wibawa. Sebagai alas kaki dikenakan selop dari beludru. *(diciguak dari :**http://udadenai.blogspot.com/2010/10/pakaian-adat-minang.html <http://udadenai.blogspot.com/2010/10/pakaian-adat-minang.html>*) ---------- Pesan terusan ---------- Dari: 'ZulTan' via RantauNet <[email protected]> Tanggal: 1 November 2014 11.04 Subjek: Re: [R@ntau-Net] Pelayan Pakai Kopiah Datuk Kepada: "[email protected]" <[email protected]> Wa'alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakaatuhu, Iko mungkin dek Sanak Al "baru" ka Jakarta, mako baru nampak nan co iko. Jauh sabalun milineium nan lalu, lah bantuak itu gaya palayan di Natrabu nan balokasi di bagian balakang BRI Tower, Sudirman. Ndak hanyo nan laki-laki nan padusi pun basalendang tanduak kabau, babaju kuruang. Tambah manih nampaknyo. Antah kok indak? Salam, ZulTan ------------------------------ *From: * "'Muhammad Dafiq Saib' via RantauNet" <[email protected]> *Sender: * [email protected] *Date: *Fri, 31 Oct 2014 12:40:10 +0000 (UTC) *To: *[email protected]<[email protected]> *ReplyTo: * [email protected] *Subject: *Re: [R@ntau-Net] Pelayan Pakai Kopiah Datuk Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu Paralu dipareso sia nan punyo resto ko. Kalau urang awak Minang, iyo agak basando-sando no namono. Karano saluak, atau tutuik kapalo pangulu, adolah lambang kabasaran manuruik adat Minangkabau. Kalau nan punyo bukan urang Minang paralu untuak diagiah panjalasan saketek, bahaso saluak ko bukan pakaian untuk urang bakarajo sarupo palayan restoran tu. Itu manuruik pandapek ambo. Wassalamu'alaikum, Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi Lahir : Zulqaidah 1370H, Jatibening - Bekasi On Friday, October 31, 2014 4:25 PM, Syafruddin AL <[email protected]> wrote: Adidunsanak di Palanta nah. Tadi siang ambo diajak makan siang dek beberapa kawan non Minang di sebuah restoran padang di Citywalk, belakang Sahid Hotel. Ambo agak kaget juo maliek pelayan laki2nyo mamakai kopiah nan mirip kopiah seorang datuk (seperti foto terlampir). Baa manuruik awak nan rami, apokoh kopiah ko kopiah datuk? Kalau iyo, apo indak jangga seorang yang menyerupai datuk nan kito tinggikan sarantiang dan dahulukan salangkah tu, indak baa malayani urang (manatiang, malap meja, manambah aia minum, dstnya). Mohon pencerahan. wassalam Syaf AL/52 Bogor -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
