News <http://news.kompas.com> / Megapolitan <http://megapolitan.kompas.com>
Ini Klarifikasi Raden Nuh Terkait Dugaan Berada di Balik Akun @TrioMacan2000 Senin, 3 November 2014 | 06:23 WIB Description: Description: http://assets.kompas.com/data/photo/2014/11/02/2159294Raden-Nuh780x390.jpgRobertus Bellarminus RN pemilik akun @TM2000Back ditahan Polda Metro Jaya, Minggu (2/11/2014). JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum ditangkap petugas Subdit Cybercrime, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, pada Minggu (2/11/2014) dini hari, Raden Nuh sempat menyatakan klarifikasinya. Raden menyatakan klarifikasi di media miliknya. Tulisan itu diakhiri dengan tempat dan tanggal Raden menulis, yakni Semarang, 1 November 2014. Sedangkan berita mengenai klarifikasinya dimuat pada Sabtu (1/11/2014) pukul 09.50 WIB. Tidak sampai 24 jam setelah klarifikasi dimuat, Raden dibekuk di Jalan Tebet Barat Dalam V, di depan kantornya dan kamar kos teman wanitanya. Klarifikasi antara lain memuat ia mengakui menerima uang sekitar Rp 325 juta untuk operasional perusahaan media online. Berikut klarifikasi Raden dalam situs berita miliknya itu: Sehubungan dengan informasi yang saya terima mengenai tuduhan kepada saya yang disebutkan telah melakukan tindak pidana pemerasan terhadap Abdul Satar atau dan Wahyu Sakti Trenggono dengan ini disampaikan klarifkasi sebagai berikut : 1. Saya tidak pernah dan tak akan pernah melakukan pemerasan terhadap Abdul Satar atau Wahyu Sakti Trenggono atau siapa pun juga, baik pada masa lalu, sekarang atau masa akan datang karena tindakan itu jauh dari sifat dan karakter saya. Jangankan berbuat pemerasan, memikirkannya saja saya tak pernah. 2. Apalagi jika disebutkan saya memeras Abdul Satar atau biasa saya panggil Abangda Satar atau WS Trenggono, bahkan UNTUK MEMINTA UANG kepada Satar atau Trenggono, saya tidak pernah, meski Satar dan Trenggono kerap menawarkan bantuan uang atau lainnya kepada saya. Karena secara ekonomi, saya cukup mampu dan ketika ditawarkan bantuan uang dengan berbagai alasan, saya selalu menolak. 3. Benar bahwa saya ada menerima sejumlah uang, kalau tidak salah sebesar Rp. 50 juta dan Rp. 275 juta pada pertengahan oktober 2014 lalu, terhadap pemberian uang tersebut saya sampaikan sebagai berikut : Uang tersebut adalah untuk penggantian biaya operasional perusahaan/ kantor PT Asatu Media Perdana Bangsa yang merupakan milik Abdul Satar dan Wahyu Sakti Trenggono, saya dan Hari Koeshardjono. Di mana kepemilikan saham PT Asatu Media Perdana Bangsa sebesar 51% adalah milik Abdul Satar dan Trenggono, 35% milik saya dan Abadullah Rasyid, serta 14% milik Hari Koeshardjono. Namun, dalam akte perusahaan, saham milik Satar dan Trenggono dititipkan atas nama Hari Koes Hardjono. Penyerahan uang sebanyak dua kali dilakukan di restoran Larazeta Jalan Tebet Barat Raya 17 Tebet, Jakarta selatan.Penyerahan kedua pada tanggal 16 Oktober 2014 sekitar pukul 13.30 WIB di restoran Larazeta Jalan Tebet Barat Raya No. 17 lantai 2. Di mana pertemuan itu adalah inisiatif dari Satar setelah pertemuan pertama beberapa hari sebelumnya yang mana juga merupakan inisiatif dari Satar melalui ajakan pertemuan kepada saya melalui pesan bbm (blackberry messenger) Pada pertemuan pertama, Abdul Satar mengundang bertemu dan mengajak makan siang saya tanpa menyebutkan alasan dan maksud pertemuan. Setelah makan siang, barulah Abdul Satar menanyakan mengenai kondisi perusahaan PT Asatu Media Perdana Bangsa yang mengelola media online Asatunews.com. Saya jelaskan bahwa sejak Abdul Satar dan Trenggono tidak lagi atau menghentikan transfer biaya operasional kepada Asatunews sejak sekitar bulan Juni 2014 lalu, Asatunews memliki hutang di mana-mana, termasuk pada karyawan sendiri. Asatunews didirikan atas inisiatif Wahyu Sakti Trenggono pasca pertemuan dengan saya, Hari Koeshadjono, Abdullah Rasyid dan Wahyu Sakti Trenggono pada hari Senin, tanggal 17 Juni 2013, sekitar pukul 18.30 hingga pukul 21.30 di Opal Cafe, Tebet Green Jalan MT Haryono Jakarta Selatan. Sebelumnya, Abdullah Rasyid yang pada saat itu adalah Staf Khusus Menko Hatta Rajasa pada hari Senin siang sekitar pukul 15.00 Wib bertemu dengan saya di Aceh Corner Bidakara, Jl.MT Haryono Jakarta Selatan. Menurut Abdul Rasyid, ia ketika itu ditugaskan Menko Hatta Rajasa untuk menemui saya. Pada saat pertemuan itu juga hadir M Fahrudin (mantan sekjen KNPI) yang juga Sekretaris Polkam DPP Partai Demokrat. Pada saat pertemuan itu, Abdullah Rasyid menerima telepon dari seseorang yang kemudian baru diketahui orang itu adalah Wahyu Sakti Trenggono, Wakil Bendahara Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga pengusaha nasional tangan kanan Menko Hatta Rajasa. Di sela-sela pembicaraan telpon Rasyid dengan Wahyu Sakti Trenggono, tiba-tiba Abdullah Rasyid mengatakan Trenggono ingn bertemu saya, yang saya tolak karena saya tidak mengenalnya sama sekali. Menanggapi penolakan saya, Rasyid memberikan handphone-nya dan meminta saya sampaikan penolakan langsung kepada Wahyu Sakti Trenggono yang terus mendesaknya untuk bisa bicara langsung kepada saya. Melalui pembicaraan via handphone Rasyid itu, Trenggono mendesak saya agar bersedia bertemu dengannya hari itu juga. Akhirnya pertemuan pertama saya dengan Wahyu Sakti Trenggono (mitra Abdul Satar) terjadi juga di Opal Cafe, Pukul 18.30 sampai 21.30 Wib Senin 17 Juni 2013. Pada saat pertemuan itu, Wahyu Sakti Trenggono meminta kami (Rasyid, Hari dan Saya) untuk membantu "mengamankan" PT Telkom, yang saat itu sedang disorot publik karena banyak dugaan korupsi, di antaranya korupsi proyek MPLIK di PT Telkom dan penjualan PT. Telkom Vision kepada Chairul Tandjung/ Trans Corp Grup, yang dinilai rakyat dilakukan Telkom secara melanggar hukum dan merugikan negara USD 150 juta atau Rp. 1.8 Triliun. Pada saat itu, Trenggono menawarkan sejumlah uang agar kami mau membantu mengamankan berbagai dugaan korupsi di Telkom yang telah merugikan negara sangat besar. "Abang, mau apa? Sebut saja. Saya punya uang lebih Rp 4 triliun, cash! Saya juga punya credit line lebih USD 4 miliar. Abang mau apa saja, saya bisa berikan," kata Trenggono kepada saya malam itu untuk membujuk saya membantu mengamankan korupsi-korupsi di PT Telkom Indonesia Tbk. Menanggapi penawaran Trengono itu, saya menjawab "Saya punya uang Rp 4 juta di ATM BCA. Saya tidak punya credit line miliaran dollar Amerika seperti Mas Trenggono, tapi maaf, saya tidak butuh apa-apa". Mendengar jawaban saya, Trenggono langsung berdiri sambil memekikan "Allahu Akbar!" sambil memeluk saya, Mas Trenggono mengatakan "Inilah Saudara saya yang saya cari-cari selama ini". Itulah sekelumit fakta awal pertemuan saya dengan Trenggono dan tak lama kemudian dengan Abdul Satar, yang merupakan mitra Trenggono. Dari pertemuan di Opal Cafe, Tebet Green, Jakarta Selatan, terjadilah hubungan 'persaudaraan' antara saya dengan Mas Trenggono dan Abdul Satar, hingga hari ini. Pertemuan berikutnya intens terjadi, di mana dari puluhan kali pertemuan kami terutama di kantor Mas Trenggono dan Satar MT Building Jl.MT Haryono, Trenggono dan Satar mengajak kami untuk mendirikan media online ASATUNEWS yang pada awalnya direncanakan Trenggono dan Satar harus dapat mengalahkan kompetitor seperti Detik.news, Vivanews dan lain-lain. Saya, Hari dan Abdullah Rasyid diminta untuk membantu terwujudnya rencana itu. Satar dan Trenggono berulang kali mengatakan bahwa mereka ingin membesarkan Asatunews yang baru berdiri itu. Berapapun biayanya akan mereka siapkan. Dalam dua tahun Asatunews harus mampu mengalahkan detik.news dan dalam 5 tahun akan mengalahkan Vivanews. Dalam berbagai meeting mengenai perusahaan PT Asatu Media Perdana Bangsa, Trenggono dan Satar selalu mengulangi ambisi mereka tersebut. "Asatunews harus bisa menjadi holding company di mana berbagai perusahaan media dan media content berada di dalamnya". Kalimat ini selalu diulang-ulang oleh Trenggono dan Satar. Termasuk rencana pendirian media televisi nasional yang nantinya berada di dalan Holding Company Asatunews. Konsekuensinya, kami diminta untuk mencari staf redaksi terbaik di Indonesia. Kami diminta untuk membentuk organisasi perusahaan yang lengkap secepatnya. Untuk kantor asatunews, Trenggono dan Satar menyewakan sebuah rumah berlantai dua di Jalan Tebet Barat Dalam V Nomor 26 Tebet Jakarta Selatan. (Tempat Kejadian Perkara/ TKP rekayasa kasus "pemerasan' oleh Edi Syahputra terhadap PT Telkom disebutkan terjadi. Sebuah kasus yang saya tahu persis adalah rekayasa dari pihak Telkom sendiri, dengan memberikan laporan palsu atau keterangan tak benar kepada Polda Metro Jaya. Atas permintaan Trenggono dan Satar yang berulang-ulang ditekannya, organisasi Asatunews yang baru berdiri menjadi gemuk. Susunan organisasi redaksi dan perushaan hampir sempurna. Namun, konskuensinya, biaya operasional menjadi besar sedangkan pendapatan terutama iklan belum ada. Trenggono dan Satar selalu menekankan biaya tidak menjadi masalah. Berapapun akan disiapkan, yang penting rencana menjadikan Asatunews terbesar dapat terwujud. Namun, kenyataannya pada bulan ketiga dan seterusnya, Trenggono dan Satar selalu mentransfer atau memberikan biaya operasional kurang dari seharusnya, juga sering terlambat yang mengakibatkan karyawan tidak nyaman bekerja dan satu per satu keluar dari Asatunews karena gaji sering terlambat. Meski begitu, kami dipaksa untuk merekrut staf baru lagi. Kondisi ini berlangsug terus-menerus hingga utang perusahaan kepada banyak pihak menumpuk termasuk kepada karyawan sendiri seperti Santika yang mencapai Rp 50 juta dan kepada karyawan lain (utang gaji dll ratusan juta rupiah). Puncaknya pada Mei-Juni 2014 di mana para karyawan asatunews tidak lagi gajian dan untuk mengatasinya, terpaksa harus meminjam uang kemana-mana. Trenggono dan Satar tidak lagi mentransfer uang operasional. Pada Juli - Agustus - September 2014 perusahaan terpaksa gadaikan mobil operasional. Hingga akhirnya sebagian karyawan di rumahkan dan tidak mendapat gaji dan THR. sebagian malah diberhentikan. Pada awal Oktober 2014 tiba, Satar kirim sms mengajak bertemu dan menyerahkan sebagian uang untuk yang menjadi komitmen Trenggono dan Satar sejak pertama kali berniat mendirikan asatunews. Penyerahan uang dua kali yang dilakukan Satar melalui saya untuk Asatunews masing-masing Rp 50 juta dan Rp 275 juta. Saya tahu skenario rekayasa kasus pidana atau kriminalisasi terhadap saya. Ada informasi, nasib saya juga akan dijadikan seperti Edi Syahputra, Ibnu Misbakhul Hayat, Hari Koeshardjono atau bahkan seperti Anas Urbaningrum dan Antasari Azhar, di mana opini palsu diciptakan secara masif dan terus menerus tanpa ada perimbangan berita yang sebenarnya. Seiring dengan itu, kesalahan saya selaku manusia biasa akan dikorek-korek, dicari-dicari sampai ketemu dan jika tak ketemu maka akan diciptakan kejahatan fiktif di mana saya harus dihukum penjara atau dimatikan di penjara atas perintah orang-orang tertentu. Alangkah malangnya nasib Bangsa dan Negara Indonesia yang tercinta, di mana konstitusi dan mukaddimah UUD 1945 tegas menyatakan Indonesia adalah negara berdasarkan hukum, bukan kekuasaan. Demikian disampaikan. Semarang, 01 Nopember 2014 Semoga Allah SWT senantiasa bersama kita. Amiin YRA Raden Nuh Seperti diberitakan Raden Nuh ditangkap karena diduga sebagai admin akun Twitter TrioMacan2000. Raden Nuh ditangkap di sebuah kost-kostan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dini hari tadi. Polda Metro Jaya saat ini menangani dua laporan polisi terkait akun TrioMacan2000. Sebelumnya atas laporan seorang petinggi PT Telkom beberapa waktu lalu, polisi menangkap seorang admin Twitter TrioMacan2000, bernama Edi Saputra. Akun TrioMacan2000, dikabarkan mengalami perubahan alamat dari nama @TrioMacan2000 <http://www.tribunnews.com/tag/triomacan2000/> menjadi @TM2000Back. Adapun akun @TrioMacan2000 <http://www.tribunnews.com/tag/triomacan2000/> sudah tak aktif sejak 13 Juni 2013. Setelah populer dengan kicauan-kicauan mengenai kasus korupsi, hingga kini di twitter terdapat sejumlah akun yang menggunakan nama Triomacan2000. Hingga berita ini diturunkan belum muncul kicauan @TM2000Back terkait kabar penangkapan Raden Nuh. Saat Edi Saputra ditangkap, akun @TM2000Back tetap gencar berkicau tentang kasus Telkom maupun menjawab pertanyaan netizen. Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak-pihak yang disebut oleh Raden Nuh dalam klarifikasinya tersebut. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Akmal Nasery Basral Sent: Wednesday, November 05, 2014 11:45 AM To: [email protected] Subject: Re: [R@ntau-Net] Profil Raden Nuh, urang awak kah? Tan Mudo, kalau menurut pengacara RN dan ES di acara ILC semalam, kedua kliennya itu ternyata kakak-adik. Kalau benar begitu, wow juga ya. (Ini salah satu repotnya kebiasaan nama di kita karena tidak memakai nama ayah, jadi tidak terlihat mereka bersaudara atau tidak. Kalau nama ayah mereka digandengkan pada nama mereka, lebih mudah mengidentifikasinya). Salam, ANB Pada 4 November 2014 20.59, Nofend St. Mudo <[email protected]> menulis: TOKOH TRIOMACAN CALEG SUMBAR II Selasa, 04 November 2014 01:41 DITAHAN KARENA PERAS PETINGGI PT TELKOM Misteri akun Twitter @TrioMacan2000 akhirnya terungkap, setelah Polda Metro Jaya menangkap dua pelaku yang diduga memeras petinggi PT Telkom. Admin akun twitter tersebut Raden Nuh, ternyata Caleg DPR-RI Dapil Sumbar II dari Partai Hanura. PADANG, HALUAN — Raden Nuh, admin akun twitter @TrioMacan 2000 yang kini ditahan Polda Metro Jaya sejak Minggu (2/11) dini hari, ternyata pernah mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI untuk daerah pemilihan Sumbar II dari Partai Hanura. Raden Nuh tercatat sebagai caleg nomor urut dua untuk daerah yang meliputi Pasaman, Pasaman Barat, Payakumbuh, Limapuluh Kota, Bukittinggi, Agam, Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman. Berdasarkan hasil pemilu 9 April lalu dari data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, ternyata Raden Nuh berhasil meraih 4.339 suara di Dapil Sumbar II. Perolehan ini menempatkan dirinya di urutan keempat setelah didahului Endang Tirtana, Tien Aspasia, dan Zefri. Berdasarkan perolehan suara ini, Raden memperoleh suara terbanyak di Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 997 suara, diikuti Limapuluh Kota sebanyak 970 suara, Kabupaten Agam sebanyak 836 suara dan terkecil berada di Kota Bukittinggi sebanyak 77 suara. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sumbar M Tauhid mengakui selama musim kampanye, ia tidak pernah bertemu dengan Raden Nuh bahkan untuk mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI dari Hanura. Meskipun pernah mendengar Raden Nuh menyambangi konstituennya, tetapi tak satu kalipun ia bertemu di lapangan. “Saya kira, kami pernah bertemu sewaktu pembekalan caleg di gedung serbaguna Gelora Bung Karno. Namanya saya tahu, tapi kalau wajah saya tidak ingat lagi,” ujar Tauhid ketika dihubungi, Senin (3/11). Tauhid sendiri menyatakan, untuk penetapan nama-nama caleg yang duduk untuk DPR RI merupakan ketetapan pusat. Daerah hanya menerima saja. M Tauhid sendiri melihat nama Raden Nuh juga tidak tertera pada pengurus partai, sehingga tidak banyak hubungan yang terjalin dengan kader Hanura. Sementara itu, pengakuan yang sama juga dikatakan oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Agam Helmon Datuak Hitam yang mengatakan belum pernah bertemu sama sekali dengan Raden Nuh. “Meskipun pernah berkampanye di Agam, dan pernah beberapa kali ingin menemui saya, tapi kami tak kunjung bertemu. Karena kesibukan masing-masing,” jelasnya. Tak hanya itu, anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Hanura Armiati yang mengaku pernah bertatap muka dengan Raden Nuh mengatakan, ia bukanlah orang yang terbuka dengan banyak orang. “Kami hanya pernah bertemu, tidak pernah tandem saat kampanye. Jika ingin bersosialisasi, Raden Nuh memilih turun sendiri ke lapangan tanpa mengajak caleg lainnya. Yang saya tahu ia lebih banyak berkampanye di daerah Baso dan Canduang,” katanya. Ketika ditanya apakah Raden Nuh merupakan orang Sumbar atau tidak, Armiati tidak mengetahui dengan pasti. Meskipun Raden Nuh sempat mengatakan ia berasal dari Sumatera Barat. “Saya tidak tahu persis. Begitu juga siapa saja tim yang mendukungnya, kami juga tidak tahu. Karena itu, saya sebut ia kurang open,” tutur Armiati. Berdasarkan informasi dari situs beritasatu.com, diketahui Raden Nuh yang berusia 42 tahun adalah mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Almarhum ibunya Roslaini adalah guru dan juga mantan Ketua Aisyiyah di Medan, Sumatera Utara. Ibu Raden Nuh juga disebut ikut dalam pergerakan melawan PKI di Sumut. Ibunya juga sempat masuk urutan ketiga dari target PKI yang hendak dibunuh pada tahun 1965. Tidak hanya itu, Roslaini juga salah seorang perempuan aktivis yangg pernah diundang Presiden Soekarno di Istana untuk diskusi problem politik dan negara. Raden Nuh bersekolah SD dan SMP Muhammadiyah Medan dan juga disalah satu SMA Negeri di Medan. Mulai SMP hingga SMA, ia senantiasa menjadi Ketua OSIS. Dia juga kuliah di FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) dan akuntansi USU di Medan. Karena tergolong orang yang cerdas, Raden Nuh waktu itu adalah aatu-satunya mahasiswa yang kuliah pada dua Fakultas berlainan di USU. Selama kuliah berlangsung, Raden Nuh aktif di sejumlah kegiatan, seperti pernah menjadi Ketua Ikatan Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara, Ketua Persatuan Mahasiswa Administrasi Indonesia (Permadi), dan juga pernah menjadi aktivis lingkungan hidup bernama Kepalah. Raden Nuh juga kerap melawan kebijakan rezim orde baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Lebih lagi, akibat aktivitasnya tersebut, Raden Nuh sering masuk penjara. Salah satu aktivitas Raden Nuh yang menggemparkan adalah dia menggalang masyarakat untuk tetap melaksanakan acara Pekan Bemo 1990. Pekan Bemo itu diadakan untuk membela para pengemudi bemo di Medan yang dilarang beroperasi penguasa. Akibat kejadian itu, ia ditangkap dan ditahan selama 21 hari oleh polisi, kopkamtib, dan intel pelaksana khusus (laksus). Sebelumnya, tim dari Subdirektorat Cyber Crime Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap Raden Nuh, terduga salah satu administrator akun @TrioMacan2000, pada Minggu (2/11) dinihari. Sebelum mencokok Raden Nuh, polisi menangkap administrator lain akun Twitter tersebut, Edi Saputra, Selasa (28/10). “Raden Nuh ditangkap semalam (Minggu,red) di Tebet,” kata Wakil Direktur Kriminal Khusus Ajun Komisaris Besar Sandy Nugroho Minggu, (2/11). Menurut dia, penangkapan Raden Nuh tersebut masih berkaitan dengan kasus pemerasan yang melibatkan Edi, salah satu komisaris media online. “Berdasarkan laporan yang lain juga,” katanya. Sandy menuturkan tempat penangkapan Raden Nuh dan Edi Saputra berbeda meski sama-sama berada di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. “Raden ditangkap di sebuah kos-kosan,” ujarnya. Sedangkan Edi ditangkap di sebuah kantor yang merangkap rumah. Dalam kasus Edi, polisi menduga dia memeras AP, bos PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, sebesar Rp50 juta. Edi disinyalir menggunakan modus mengintimidasi AP dengan pemberitaan fitnah yang ditayangkannya di media online. Polisi menangkap Edi saat tengah menerima uang tersebut. Namun, akun Twitter @TrioMacan2000 membantah telah menerima sejumlah uang dari pejabat PT Telkom. “Maksud kami mengungkap ini adalah utk MEMBANTAH pemberitaan media2 tertentu yg tuduh kami seolah2 memeras dan menerima suap. ITU BOHONG,” cuit akun yang telah berganti nama menjadi @TM2000Back itu, Kamis (30/10) dini hari. (h/net/eni) http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/35419-tokoh-triomacan-caleg-sumbar-ii Pada 4 November 2014 19.24, Maturidi Donsan <[email protected]> menulis: Kalau menengok profil Raden Nuh (RN) yang sampai ke KPU (KPU mengklarifikasi semua ?), dengan banyak pengalman dan pengetahuan akademis orangnya mungkin cukup intelektual. Integritasnya akan ditentukan perjalanan hidup kemudian. Sebaiknya RN kalau memang mempunyai pengalaman dan pendidikan seperti yang sampaike KPU diatas, layani saja penegak hukum dengan elegan. Kalau ada pelayanan penegak hukum yang kurang baik, sampaikan saja ke rekan media atau selesai perkaranya nanti ditulis semua, beberkan ke pers yang penting masih dalam koridor pers.. Sayang kalau RN teriak, marak kepada petugas. Sebagai intelektual, baik dicontoh bapak-bapak Dir Bank Indonesia dalam melayani petugas. Petugas hanya menjalankan tugas, mereka juga orang dapat perintah. RN ini nampaknya pada pileg lalu,pendulang suara Hanura untuk Sumatera Barat bagian Utara. apa memang RN dikenl didaerah itu. Wass, Maturidi (L/76) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau -- Wassalam Nofend St. Mudo 37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan Tweet: <http://twitter.com/#!/@nofend> @nofend | YM: rankmarola -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
