Contoh kasus seorang entrepreneur yang bolak balik gagal sebagai pembanding
bagi pengusaha gagal.

Mudah2an bisa menjadi motivasi bagi yang lain.

salam entrepreneur,

Alhamdulillah, panen beras merah sy gagal. dua kali mencoba, yg pertama
masih lumayan. tapi, yang kedua, malah gagal total. Seorang teman sedang
mencoba mengubungi koneksinya untuk mendptkan bibit beras merah untuk
saya.

Sambil menunggu, pekan ini, saya mau bangun kandang kambing yg bisa
memuat 10 ekor. lokasinya hanya sekitar 10 meter dari sawah beras merah
saya.

Saya memakai pola dua betina, satu jantan, dan 7 pedaging. maksudnya 2
betina adalah untuk kembangbiak. satu pejantan untuk disewakan (ssstt..ini
dunia kambing). dan, 7 pedaging untuk saya jual setiap bulan.

Jujur, saya kehabisan modal. beruntung, saya mendapat tawaran sebagai
public relation (PR) di Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), kantor
konsultan Indonesia Economic Intelligence (IEI), dan STEI SEBI.

Ada tiga 'klien' saya. (suit-suit.. .....klien euy). Meski begitu, saya
masih bisa ngangon kambing setiap pekan.

Ritme kerja saya sekarang:

Senin-Rabu di jakarta (saya sudah sepakat dengan 3 klien itu kalo diluar
hari seni-rabu, hanya cukup kontak lewat hp atau telepon, atau email. kalo
ada acara, saya rela honor saya dipotong untuk honor outsoursing yang saya
tunjuk)

Kamis ngangon kambing

Jumat-Sabtu kuliah plus nyari peluang bisnis bersama teman2 di kota saya.

Minggu sama keluarga

Sejak mendapat gemblengan dari RKSE dan berdiskui dengan milis, kok saya
tidak takut dalam menapak masa depan. terima kasih untuk RKSE dan teman2 yg
memiliki niat yg sama meski dibidang berbeda.

salam,

es

HIDUP ITU MEMANG PERJUANGAN.

2014-11-11 5:53 GMT+07:00 'ZulTan' via RantauNet <[email protected]
>:

>
>
> Kanda Tan Ameh NAH,
> Ruponyo lai takana juo dek Kanda carito ameh tu mah.
>
> Nan ambo sampaikan maso itu buah karya urang lain dalam bantuak buku dan
> ambo sarikan dalam Matematika sederhana agar mudah dipahami.  Jadi bukan
> apo nan ambo lakukan bahkan sampai kini.  Iko kutipan kalimat pambuka dari
> *thread* yang batajuak “Matematika Emas”, 11/8/13:
>
> *Apa yang saya tampilkan berikut merupakan karya orang lain yang saya baca
> dari sebuah buku yang dikarang oleh JS (ditulis inisial agar tak berkesan
> promosi).*
>
>  Selain iko, ambo pun panah pulo menulis babarapo ide lain dengan harapan
> dapek mamanciang Bapak-bapak, ibu-ibu, dunsanak, jo kawan-kawan Palanta
> untuak samo-samo babagi dengan ide-ide yang lain pulo.  Namun tampaknyo
> alun ado nan malakukannyo (atau mungkin ambo lupo), kecuali nan datang dari
> Armen.  Di Palanta kebanyakan yang dibahas memang hampia samo bana jo
> ota-ota lapau di dunia nyato.  Batangka saketek, bisuak cari pulo topik
> lain.  Ambo sempat sanang dan gadang mandanga rencana JP ka mambukak
> lapau nasi di Kalimantan.  Juo jo angan-angan Da Reflus (?) jo ide Bopet
> bantuak di BenHil.  Tapi ambo alun mandanga kaba salanjuiknyo.
>
> Kembali ke *thread *BDT, saya bukan menanyakan *success story* peserta
> tapi hanya pertanyaan-pertanyaan baku yang mengacu kepada sasaran BDT yang
> saya salin sebagai berikut:
>
> *Kreatifitas Mencari Peluang dan Menentukan Jenis Usaha adalah sebuah
> program yang direkayasa untuk membantu calon entrepreneur atau entrepreneur
> membuat inovasi yang diimpikan menjadi kenyataan, setiap orang telah
> diberi kemampuan untuk berbuat maupun berusaha oleh Allah SWT;*
>
>  Lalu saya curious.
>
>
> *Apakah sudah lahir bisnis baru sesudahnya? Dan bagaimana *follow-up*,
> peluang serta tantangannya?*
> *Bisakah di-*copy paste*-**kan kepada orang lain?*
>
>
>  Salam
> ZulTan
>
>
>
>   Pada Senin, 10 November 2014 22:18, tasrilmoeis <
> [email protected]> menulis:
>
>
> Sanak ZulTan,
> Takana pulo teori bisnis jua bali ameh nan mamakai modal dari pagadaian
> sataun nan lalu, carito kan lah baa perkembangan jo success story no, tantu
> lah balipek pulo hasil no dari modal awal.
>
> Wassalam
> Tan Ameh
>
>
> Sent from my Samsung device
>
>
> -------- Original message --------
> From: 'ZulTan' via RantauNet <[email protected]>
> Date: 11/10/2014 9:10 PM (GMT+07:00)
> To: [email protected]
> Subject: Bls: [R@ntau-Net] Apa Kabar Business Development Training
>
>
>
> Kisah yang sama sudah ditayangkan tiga minggu  menjelang penyelenggaraan
> BDT masa itu, sehingga pengulangan kisah tak memberi warna baru bagi saya.
> Jika tiga tahun kemudian saya ingin mendengar *success story* peserta BDT
> RN tentu bukan kisah yang sama yang saya harapkan.  Boleh jadi sukses itu
> ada, tapi belum diungkap karena segan, malu, takut dibilang sombong atau
> ria dan takabur.  Atau memang tak ingin diketahui mengingat usaha adalah
> kompetisi.  Atau karena tak ada yang menanyakan.  Atau (maaf) memang
> benar-benar belum ada.
>
>  Saya tidak meragukan BDT, justru sebaliknya, saya sangat berharap
> program sejenis tetap digalakkan setelah mendapat masukan maupun keluaran
> dari siapa pun termasuk kendala-kendala yang dihadapi peserta di lapangan,
> agar efektivitas BDT dalam melahirkan Pengusaha Minang Baru makin dapat
> diandalkan.  Saya sama sekali tidak ragu akan kemampuan pemateri atau
> fasilitator yang jelas-jelas sangat berpengalaman namun lebih kepada
> motivasi peserta ketika memutuskan untuk  ikut BDT.  Apakah benar-benar
> sudah sangat “birahi” ingin memiliki usaha sendiri atau kesertaan hanya
> sekadar penambah-nambah wawasan, pengisi waktu luang, mana tahu..., siapa
> tahu kelak diperlukan, minimal untuk silaturahim apalagi nyaris cuma-cuma
> tanpa bayar dan alasan-alasan semisalnya yang jauh dari analogi ikan laut
> yang terdampar menjelang ajal yang disajikan Akmal yang kebetulan sudah
> saya dengar di beberapa ajang bahkan versi globalnya saya dengar secara *Live
> *dari Robert T. Kiyosaki ketika beliau datang ke Jakarta.
>
> Lebih dari sekali saya mendengar bahwa pelatihan-pelatihan bisnis
> berbayar mahal cenderung lebih sukses dalam mencetak hasil dibandingkan
> yang lebih murah bukan karena trainer, metode atau bonafiditas fasilitasnya
> tetapi karena pesertanya orang-orang yang memiliki *passion*; BERHASIL
> atau BERHASIL, kecuali kesertaannya mandatori kantor.
>
> "*Nothing great in the world has been ever accomplished without passion*,"
> kata mendiang Georg WF Hegel, seorang filsuf Jerman dua abad yang lalu.
>
> Banyak maaf.
>
> Salam
> ZulTan
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>
>
>    --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke