Cuma ingin mengingatkan saja........

Siapkah Kita Memasuki Usia Senja?

Gustaaf Kusno
27 Oct 2014 | 17:07


Minggu kemarin, saya mendapat sejumlah cerita yang kebetulan mirip satu sama 
lain, yaitu berhubungan dengan orang sepuh atau yang diakronimkan dengan 
“manula” (manusia lanjut usia). Seorang dokter tentara, senior saya (beliau 
berumur 84 tahun) dikabarkan terjatuh dari tempat tidur dan mengalami luka 
sobek di kepala nya sehingga harus dilakukan sepuluh jahitan. Seorang wanita 
apoteker sahabat saya (beliau berumur 78 tahun) juga mengalami kecelakaan di 
kamar mandi terjatuh sehingga mengalami patah tulang (fraktur).

Kebetulan, saya juga sekarang sedang membaca sebuah buku nonfiksi (yang saat 
ini masuk dalam jajaran buku bestseller) berjudul “Being Mortal” ditulis oleh 
dokter Atul Gawande. Buku ini mengupas dengan sangat menarik tentang lika-liku 
masa senja dalam kehidupan manusia (umur 65 tahun ke atas) yang sering luput 
dari perhatian. Dokter Atul Gawande adalah dokter bedah keturunan India yang 
bermukim di Amerika Serikat.

Sebagai dokter, dia sering mempunyai pasien lanjut usia dengan sejumlah 
penyakit degeneratif, yaitu penyakit karena kemunduran fungsi organ-organ 
tubuh. Salah satu nya yg mengalami kemunduran adalah hilangnya fungsi 
keseimbangan di otak. Oleh karenanya, manula memang mudah jatuh. Ditambah lagi 
dengan pendengaran yang menurun, penglihatan yang menurun, daya ingat yang 
menurun. Dokter Gawande menuliskan mengapa rata-rata dokter (mainstream 
doctors) enggan untuk mengambil spesialisasi geriatrik (ilmu kedokteran yang 
khusus menangani manula), yaitu karena “The old crock is deaf. The old crock 
has poor vision. The old crock’s memory might be somewhat impaired. And the old 
crock doesn’t just have a chief complaint – the old crock has fifteen chief 
complaints”. Ya, dokter memang “malas” menangani pasien sepuh, karena keluhan 
utamanya bukan satu, tapi bisa borongan sekaligus 15 keluhan.

Waktu mendapat cerita tentang dokter senior yang terjatuh dari tempat tidur 
itu, saya berkomentar seharusnya tempat tidurnya dibuat serendah mungkin agar 
beliau tidak tercampak. Namun logika ini ternyata tidak benar juga. Seorang 
manula tidak boleh berada pada posisi sejajar dengan lantai, karena dia akan 
kesulitan untuk bangkit dan berdiri. Kalau kasurnya berada di lantai, maka dia 
tak akan bisa mengayunkan kakinya menjejak ke lantai, sehingga akan mengalami 
kesulitan untuk bangkit dari tempat tidur. Ada seorang kenalan saya yang 
terkena Alzheimer beberapa bulan yang lalu. Sebelum mendapat Alzheimer, beliau 
sangat gesit dan berpikiran sangat kritis. Setelah mendadak mengalami 
Alzheimer, sekarang beliau mudah sekali vertigo (kehilangan keseimbangan) dan 
terjatuh. Jatuhnya tidak selalu ke depan, tetapi malah jatuh ke belakang 
(bahasa Jawa ‘nggeblak’) sehingga menambah resiko cedera otak yang sudah 
mengalami kemunduran.


Inilah cuplikan buku “Being Mortal” tentang kerentanan manula untuk terjatuh. 
Tiap tahun, 350.000 manula di AS terjatuh dan mengalami patah tulang panggul 
(broken hip). Tiga faktor risiko utama dari terjatuh ini adalah keseimbangan 
yang buruk, mengonsumsi lebih dari empat macam obat & kelemahan otot (The three 
primary risk factors for falling are poor balance, taking more than four 
prescription medications, and muscle weakness). Saya teringat pada ucapan 
almarhum ayah saya, yang mengatakan bahwa di usia senjanya yang paling harus 
selalu diingat untuk berhati-hati adalah waktu berjalan, terutama bila berada 
di dalam kamar mandi. Cerita-cerita tentang manula yang kebetulan beruntun 
datang menggugah pemikiran saya, memberi penyadaran bahwa saya memang tidak 
muda lagi dan masalah-masalah di atas bisa datang seperti tamu yang tak 
diundang.

Kita memang tidak mungkin melawan alam apalagi kematian. Banyak sekali topik 
menarik yang dikupas oleh dokter Gawande dalam bukunya ini, namun saya hanya 
mengambil sejumput saja dari isi bukunya, sekadar untuk memberi kontemplasi 
tentang suatu kurun waktu yang semua orang yang pasti akan mengalami yaitu masa 
usia tua.

Dibaca : 50 kali

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke