Sosok Edi Palembang di Mata Orang Kampungnya, Nagari Kacang *Wartawan :* Riki Chandra - Padang Ekspres - *Editor : *Elsy - 03 December 2014 14:01 WIB
*Dipanggil Ketua, Suka Memberikan Pertolongan* Boleh saja orang mengenal Akraldinata alias Dina, alias Edi Palembang, 38, sebagai perampok kelas kakap lintas Sumatera. Namun di kampungnya, Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, pria bertato ini disegani masyarakatnya. Bagaimana ceritanya? Ratusan masyarakat tampak menanti kedatangan jenazah Edi Palembang yang sampai di Nagari Kacang, di Jorong Biteh, perbatasan Kabupaten Solok dengan Kabupaten Tanahdatar sekitar pukul 12.45 kemarin (2/12). Bagi masyarakat kampungnya, Edi Palembang akrab dipanggil Dina. Kedatangan jenazah “Panglima”, begitu Dina dipanggil komplotannya di Palembang, disambut duka dan linangan air mata anggota keluarga. Begitu juga raut muka ratusan pemuda yang rata-rata berwajah “dingin”, tampak seksama memandangi peti jenazah Dina. Jenazah Edi Palembang dibujurkan di rumah mamak kandungnya, Jhon, sekitar 50 meter dari jalan raya Solok-Bukittinggi Nagari Kacang. Berselang setengah jam dan setelah beberapa keluarga memandangi wajah almarhum, jenazah Dina digotong puluhan orang dari rumah semipermanen berpagar besi rel kereta api itu, menuju Masjid Taqwa Kacang yang berada di bibir Danau Singkarak. Usai dishalatkan, sekitar pukul 13.20, jenazahnya digotong ratusan masyarakat ke pandam pekuburan kaumnya di kawasan Pulau, Jorong Biteh, Nagari Kacang yang jaraknya sekitar 1 km dari pinggir jalan raya. Di kampung, Dina dikenal sebagai sosok baik dan selalu membantu kegiatan masyarakat. “Saya dengar dia (Dina, red) turut membantu pembangunan mushala. Bahkan setiap kegiatan kemasyarakatan, pasti Dina membantu,” ucap pria gaek berjenggot dan diamini warga Tembok, Nagari Kacang, lainnya. Hampir semua pelayat tidak percaya sosok Dina ternyata perampok kelas kakap. Di mata orang kampung, Dina adalah lelaki baik yang mengabdi pada kampung halaman. Begitu juga di kalangan pemuda, Dina dikenal sosok pembina dan selalu menasihati generasi di bawahnya. Prosesi pemakaman berlancar, meski sempat beredar isu anak buah (komplotan) Edi Palembang bakal mengamuk di lokasi pemakaman yang dikawal Kapolsek Iptu Poniman, dan Wakapolsek Ipda Joni Isnandar bersama dua anggota lainnya. “Kita tetap waspada agar keadaan tetap kondusif,” papar Iptu Poniman. Menurut Wali Nagari Kacang, Bujang Khairul, yang juga mamak Dina, menyebutkan, penembakan terhadap kemenakannya membuat masyarakat terhenyak. Sebab, selama ini perilaku dan perbuatan Dina di kampung berbanding terbalik dengan perbuatannya di luar. “Tua, muda, semua dekat dan bersahabat dengan Dina. Maka itu, dia dipanggil “Ketua”. Sebab, dia selalu mencarikan solusi dan mengarahkan setiap permasalahan rumit,” papar Khairul yang menyebut Dina bersuku Piliang. Dina merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Sejak kecil hingga dewasa, Dina sekolah dan hidup di rantau. Sebab, ayah dan ibu Dina telah merantau berpuluh-puluh tahun. Hanya mamak kandung Dina yang tinggal di kampung, dan seorang adiknya. Sosok Dina sebagai putra Kacang memang sudah tenar ke mana-mana. Padahal, Dina hanya tinggal sebentar bila pulang kampung. “Paling lama 3 hingga 5 hari. Lahir dan keluarganya di rantau. Masa kecilnya kalau tidak salah di Jambi,” papar Khairul yang tidak mau menyebutkan nama orangtua Dina. Di Kacang, menurut Khairul, tidak sekalipun Dina bermasalah dan berbuat jahat di kampungnya. Bahkan, setiap kegiatan masyarakat, kepemudaan, Dina selalu membantu dan menyokong dengan dana. “Kalau perangainya di luar, tentu kami tidak tahu. Yang jelas, selama ini Dina baik pada masyarakat,” bebernya. Khairul mengaku terakhir bertemu Dina Oktober 2014 lalu. Kala itu, Dina ditahan di LP Jambi karena kasus yang juga tak diketahui pasti. “Saya besuk dia ke LP. Saya pesan, cukup ini perbuatan terakhirmu, jangan sampai terulang. Tahu-tahunya, dapat kabar kalau Dina meninggal karena ditembak,” tuturnya. Urang sumando Nagari Kacang, Riko P, 28, yang juga sempat beberapa kali bertemu Dina, menilai tidak ada tanda-tanda dari raut wajahnya Dina orang jahat. “Saya lihat dia (Dina, red) bergaul akrab dengan pemuda. Bahkan, Dina sempat beberapa kali memarahi beberapa pemuda Kacang yang memeras wisatawan di Danau Singkarak,” paparnya. ”Buktinya, ratusan masyarakat dan pemuda turut mengantar jenazah. Kalau tidak baik, belum tentu masyarakat mau mengantar seramai ini,” imbuh Riko. (*) http://www.koran.padek.co/read/detail/13300 Pada 2 Desember 2014 15.49, 'Imran Al' via RantauNet < [email protected]> menulis: > iko alamaik kampuang nyo mak mm > > Nagari Kacang, Kecamatan X Koto Singkarak, yang merupakan daerah asal Edi > alias Akra Dinata. Tewasnya Edi jadi topik hangat warga tepian Danau > Singkarak tersebut. Banyak warga yang tak tahu, sebab apa Edi Palembang > yang dikenal baik dikampung halamannya tewas. > > imran, 38 + tingga di padang > > > -- *Wassalam* *Nofend St. Mudo37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
