DG:

"Cubo kalau urang Minang dengan Ekonomi sharia maju, pasti banyak nan kagum
dan maniru, indak paralu pakai embel2 daerah istimewa."

ANB:

No comment lah kalau soal Daerah Istimewa ko dinda Donard [?]

1. Kito ingek-ingek sajolah pesan Bung Hatta tentang "filosofi lipstik" vs
"filosofi garam" dalam konteks bernegara. Akan selalu ado kalangan yang
lebih senang menggunakan "lipstik" yang terlihat atraktif ketimbang menjadi
"garam" yang selalu mengubah keadaan tanpa menunjukkan diri berlebihan.
Sekali lagi, ini pesan Bung Hatta nan negarawan hebat dan telah teruji
(termasuk pengalaman mendekam di penjara karena membela keyakinan).

2. Jangan lupa juga sejarah kontemporer  pasca reformasi mengenai daerah
yang punya semangat ultraprimordial seperti Banten saat ingin lepas dari
Jawa Barat (di awal 2000-an) dengan pelbagai justifikasi ideal dan berkilau
yang dengan mudah memikat perhatian rakyat badarai mereka.  Ternyata dalam
kenyataannya setelah keinginan mandiri itu tercapai Banten justru terpuruk
dalam kangkangan satu klan keluarga yang malah tidak mempedulikan
pembangunan wilayah sama sekali padahal kekayaan keluarga mereka
*allahurabbi*.

Banten sekarang sama sekali tak menyisakan jejak sebagai wilayah besar yang
bahkan sejak abad ke-16 sudah punya Duta Besar sendiri di Inggris ketika
hampir semua kerajaan/kesultanan di tanah air lainnya masih belajar
mengelola pemerintahan.

Pembangunan di Banten saat ini juga  nyaris tak menunjukkan mereka punya
aset yang bahkan tak dimiliki daerah lain di sekitarnya seperti bandara
Soekarno-Hatta yang terbesar di tanah air, pusat industri chemical di
sepanjang Cilegon, pantai-pantai indah, dll.

Padahal Banten juga dikenal sebagai salah satu pusat agama Islam di Jawa
Barat dengan  sejarah mereka yang panjang. Bahkan juga gudang para pendekar.

Tapi begitu keinginan mandiri tercapai, siapa yang menduga, akhirnya semua
hembusan angin surga yang ditiupkan segelintir elit mereka dulu, berubah
menjadi sepanas angin neraka dunia bagi kebanyakan rakyat Banten.

Politik selalu mengajarkan: ketika satu kekuasaan tercapai dengan
memutuskan rantai kekuasaan lain, siapa bisa menjamin bahwa pemegang kuasa
berikutnya akan tetap istiqamah pada mimpi-mimpi mereka semula? Bahkan di
wilayah yang relijiusitasnya tinggi seperti Banten, yang salah seorang
putra terbaiknya, Syekh Yusuf, justru dihormati sebagai penyebar Islam di
Afrika (Selatan).

Salam,

ANB


Pada 4 Desember 2014 13.57, Donard Games <[email protected]> menulis:

> Mokasi banyak Da ANB, jadi pelajaran untuak ambo.
>
> Maksud ambo mamasuakan Cino, Turki, dan Indonesia labiah ka kanyataan
> bahwa kekuatan ekonomi (daya saing, inovasi) akan menaikkan kekuatan dan
> pengaruh  suatu bangsa, suku bangsa, termasuk ideologi dan sistem yang
> dimilikinya. Di OZ sajo urang mampalajari konsep Confucianism, banyak
> institutnyo di universitas2 siko. Dalam hal mata uang saja, US dulu takut
> Euro menjadi dominan, takut Yuan yg perannya powerful. Liat saja Rupiah yg
> mudah digoyang oleh spekulan, bantuak indak baharago sajo. Baa tu rupiah
> malamah, paniang PhD mamikiannyo.
>
> Cubo kalau urang Minang dengan Ekonomi sharia maju, pasti banyak nan kagum
> dan maniru, indak paralu pakai embel2 daerah istimewa. Konsep Grameen Bank
> Muhammad Yunus dari Bangladesh diekspor sampai ka US karano ado hasianyo.
>
> Salain itu produktivitas, kewirausahaan, manuruik ambo idealnyo bukan
> pangusaha sajo, di segala profesi karano yang penting adalah nilai tambah
> dan manfaat yg bisa kita masing2 berikan.
>
> Cuma memamng masih banyak pertanyaan. Baa tu, misalnyo, penelitian di
> Unand indak banyak dimanfaatkan industri? Itu otokritik juo bahwa unand
> alun produktif. Baa mangko UKM di Sumbar ndak banyak bermitra jo BS? Itu
> panjang pulo diskusinyo.
>
> Iyo, da ANB, ambo pikia yg lain banyak punyo konsep masing2 nan paralu
> ambo simak pulo.
>
> Semoga ado nan mananggapi dan jadi masukan pulo.
>
> salam
> Donard
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke