Mereka semua puas dengan calon murid mereka, sekarang tinggal bagaimana
menyampaikan kepada orang tuanya untuk bisa membawa murid tersebut pergi ke
tempat mereka. Bumi yang melihat wajah teman-temannya jadi senang karena dia
tidak melihat ada kekecewaan di wajah mereka, semuanya sepertinya antusias
sekali untuk cepat-cepat bisa membawa muridnya pulang terutama Masnan dan
Basri.

 

Segera Bumi mengajak mereka semua ke ruang makan untuk makan siang bersama
sambil saling mengakrabkan diri. Basri yang telah jatuh sayang pada Saiful
berjalan mendampingi bocah itu, dia belum berani mengulurkan tangannya takut
sang anak akan menjauhkan diri jadi dia hanya mengajak Saiful untuk berjalan
bersamanya. Saiful yang sensitive ini bisa merasakan rasa sayang dari Basri,
dia senang sekali ternyata ada orang asing yang bisa menyukai dia, tapi di
wajahnya tidak terlukis kebahagiaannya, hanya matanya tidak bersinar sendu
dan dingin seperti tadi, sekarang ada setitik cahaya di sana. Basri melihat
hal itu dan menjadi senang sekali, dia semakin optimis anak ini akan bisa
dia pulang.

 

Masnanpun berjalan di samping Burhan, dia menyukai cara berjalan Burhan yang
gagah dan kokoh, bahu bidang yang tegap dan langkah kaki yang mantap membuat
dia merasa tidak sia-sia selama ini dia menunggu untuk mendapatkan seorang
murid yang bagus seperti Burhan. Dan dia juga yakin isteri dan anaknya pasti
menyukai anak ini, sebenarnya jika dia mau jujur dialah yang paling bahagia
dengan adanya Burhan, dia merasa seolah-olah mendapat anak laki-laki yang
selama ini dia inginkan tapi sayang sang isteri tidak bisa memberikan anak
laki-laki untuknya karena kondisi isterinya yang tidak memungkinkan. Tidak
seperti pria lain yang mempunyai isteri lebih dari satu dengan alasan
apapun, dia mempunyai prinsip jika laki-laki tidak bisa memenuhi janji yang
telah dikeluarkan dari mulutnya maka dia bukan seorang kesatria yang pantas
dihormati,  melainkan seorang pecundang besar. Burhan merasakan perhatian
pria ini padanya, dan di dalam hati dia sangat mengagumi dan menaruh rasa
hormat pada pria gagah tersebut,  dia ingin jika dia besar nanti akan bisa
seperti paman Masnan yang kelihatannya gagah perwira dan berwibawa.

 

Karim, Bastian dan Aswin berjalan bersama-sama sambil saling berbicara dan
tertawa-tawa. Disusul oleh para orang tua dan wali dari masing-masing anak
itu. Kahar berjalan bersama Bumi sambil sekali-kali mencuri pandang ke arah
Siti yang kelihatan sedang asyik bercakap-cakap dengan ibu Bastian. Kedua
perempuan ini benar-benar cantik sekali, ibu Bastian masih terlihat cantik
sekali mungkin karena usianya yang masih muda. Dia juga merasakan bahwa
wanita ini sering mencuri-curi pandang ke arahnya, dia merasa risih sekali
karena jauh dalam lubuk hatinya dia berharap Sitilah yang mencuri-curi
pandang padanya. Tapi terlihat Siti dengan tenang dan lembut berjalan dan
tidak pernah sekalipun dia merasa memandang ke arahnya.

 

Sampai di ruang makan, di meja makan tersaji makanan yang banyak dan
terlihat sangat mengundang selera, seperti ada daun singkong rebus, gulai
pakis, rendang, gulai kol, ikan bakar, ayam balado, dan lain-lain, tidak
ketinggalan lado mudo  (cabe hijau) dan krupuk merah yang menjadi ciri khas
daerah Batang Kapeh. Wah benar-benar menggiurkan, Bumi menyilahkan
tamu-tamunya untuk duduk, dengan segera mereka mengambil posisi mengelilingi
meja besar itu.  Anak-anak kebagian duduk di meja kecil yang terletak di
sudut ruangan, di sana juga tersaji makanan khas untuk anak-anak.

 

Setelah berbasa-basi sejenak, mereka mulai makan dengan lahap, makanannya
benar-benar sangat enak sekali, tidak lama berkumandang pujian untuk Siti
yang telah susah payah memasak makanan seenak ini. Yang dipuji hanya bisa
tersipu malu, dan Kahar memandang sang pujaan hati dengan mata yang
berbinar-binar, makanan yang dimakannya terasa sangat nikmat melebihi
makanan yang tersaji di istana Pagaruyuang. Cukup lama juga mereka menikmati
makanan lezat ini, karena mereka makan sampai menambah-nambah nasinya, semua
orang merasa senang dan gembira.

 

Setelah mereka mencicipi hidangan penutup seperti pisang hasil kebun
sendiri, es kelapa muda dan kue manis, mereka berjalan kembali ke ruang
tengah untuk melanjutkan pembicaraan. Sampai di ruang tengah, masing-masing
ambil posisi duduk yang menyenangkan bagi mereka.

 

Bumi membuka pembicaraan ini dengan memberikan salam kepada mereka semua,
dia memperkenalkan teman-temannya dengan gelar dan status mereka miliki
karena ini akan mempermudah  mereka untuk memberitahukan maksud dari dia dan
teman-temannya yang ingin mengambil anak-anak mereka sebagai murid.

 

“Para saudara sekalian, tadi kita sudah mengetahui nama dari teman-temanku
ini, tapi kalian kan belum tahu siapa mereka ini sebenarnya.” Dia melihat
warganya manggut-manggutkan kepalanya membenarkan ucapannya.

 

“Baiklah aku akan memberitahu kepada kalian mengenai mereka, pria berkumis
nan gagah tersebut seperti yang kalian tahu bernama Masnan, beliau adalah
wakil panglima  pasukan Garuda Malayang, yang  sangat terkenal dengan
kehebatan para anggotanya. Beliau bergelar Panglima Garuda Emas, yang
artinya beliau merupakan pimpinan dari pasukan Garuda Emas, sebuah pasukan
elite  utama kerajaan yang bertugas mengawal keluarga raja dan melindungi
istana dari serbuan pengacau. Tidak sembarang orang bisa masuk jadi pasukan
Garuda Emas, banyak pemuda-pemuda kita berambisi bisa masuk jadi anggota
tapi seleksinya sangat ketat sekali sehingga yang benar-benar hebat dan
tangguh yang bisa menjadi pasukan Garuda Emas.” Kata Bumi dengan bangga.

 

Pasukan Garuda Malayang merupakan pasukan yang sangat terlatih dengan baik
dan menjadi kebanggaan kerajaan. Pasukan ini terdiri 5 unit utama, yaitu
pasukan Garuda Emas, Garuda Perak, Garuda Besi, Garuda Hitam dan Garuda
Merah. Garuda Emas bertugas melindungi istana dan keluarga raja, Garuda
Perak merupakan pasukan perang yang dimiliki kerajaan bertugas untuk
melindungi kerajaan dari serangan musuh, Garuda Besi merupakan pasukan
penjaga keamanan di perbatasan kerajaan dengan tetangga, Garuda Hitam
merupakan pasukan mata-mata kerajaan, tidak ada yang tahu berapa banyak
anggotanya dan siapa pimpinan pasukan ini karena semua mereka menggunakan
topeng dan pakaian dari kain hitam bahkan mata mereka ditutup dengan kain
jaring hitam sehingga orang lain tidak bisa menduga siapa gerangan
orang-orang dari pasukan ini konon kabarnya orang yang direkrut di dalam
pasukan ini merupakan orang-orang yang terhebat dan pilihan dari pasukan
garuda lainnya (tidak ada seorangpun yang tahu bahwa panglima pasukan ini
adalah Bumi, hanya 3 orang saja yang tahu hal ini, yaitu raja, penasihat
kerajaan dan panglima besar kerajaan). Dan terakhir adalah pasukan Garuda
Merah yang bertugas menjaga keamaan di dalam kerajaan ibaratnya polisi jaman
sekarang.  Masing-masing pasukan Garuda ini dipimpin oleh seorang panglima
yang bertanggung jawab kepada panglima besar dan raja. Ini sekelumit tentang
unit-unit yang ada dalam pasukan Garuda Malayang.

 

“Ah, uda Bumi ini terlalu memuji, aku hanya orang biasa saja, kebetulan saja
raja mempercayai aku untuk memimpin pasukan Garuda Emas itu.” Kata Masnan
dengan rendah hati.

 

Para orang tua dan wali dari anak-anak itu sangat terkejut saat mendengar
perkenalan dari Bumi, tidak pernah mereka sangka ternyata pria gagah ini
merupakan seorang panglima dari pasukan elit kerajaan. Bermacam-macam
perasaan timbul di hati masing-masing, ada perasaan bangga, kuatir, cemas
dan takut,  yang paling mendesak adalah perasaan bertanya-tanya kenapa
seorang panglima kerajaan diperkenalkan pada mereka, apa tujuan sebenarnya.
Tapi mereka semua diam dan menunggu perkenalan selanjutnya, sekarang mereka
menjadi penasaran siapa sebenarnya kedua pria lainnya.

 

“Nah, yang  di samping kiriku ini bernama Basri Surian, merupakan seorang
pedagang sangat terkenal sekali. Mungkin yang suka merantau dan berdagang di
luaran mengenal Balai Gadai Damai atau Rumah Makan Sabana Sero, beliau ini
pemiliknya.”kata Bumi.

 

Orang tua Karim langsung menarik nafas kaget karena mereka sudah mendengar
kedua nama tersebut, tidak pernah mereka menyangka pria murah senyum ini
adalah pemilik Balai Gadai Damai, yang merupakan tempat orang menggadaikan
barang-barangnya untuk mendapatkan uang, ada di mana-mana, hampir di setiap
nagari ada balai ini, begitu juga dengan rumah makan tersebut juga tersebar
di banyak tempat dan sangat terkenal dengan masakan rendang dan gulai
otaknya yang luar biasa enaknya. Itu yang mereka tahu saja, tapi dari kabar
yang beredar pemilik kedua tempat ini bahkan punya banyak usaha lainnya dan
isterinya merupakan pendekar pilih tanding yang terkenal 20 tahun yang lalu
dengan julukan Gadis Jarum Neraka, dengan senjata rahasianya berbentuk jarum
sudah banyak tokoh sesat yang dibinasakannya dan tidak pernah memberi ampun
kepada mereka. 

 

“Beliau ini mempunyai julukan Rangkayo dari Sijunjuang.”sambung Bumi kepada
yang lain. 

 

Bersambung………..


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.0/1343 - Release Date: 25/03/2008
19:17
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke