Komunitas r@ntaunet nan dirakhmati Allah SWT n.a.h dan a.c.

Sabalun "ustadz palanta" (istilah dari MakNgah.....===>m.m) datang manjawek
tanyo atau undangan dari Santa Kaluih, izinkanlah ambo manyalo agak sasilak
palapeh uweh-uweh MakNgah satalah maliek bini si Bruri Pesolima  (d/h Bruri
Marantika, d/h Bruri Abdullah) bakapalo ampiang boleang manyanyi dalam
video.

Mudah-mudahan "ustadz palanta"  (istilah dari MakNgah) beko, dapek
manjalehkan sacaro mandalam bake *grand-great father* Sjamsir Sjarif nan
manuruik ambo dalam soal ko mungkin balagak kura-kura dalam perahu soal
aurat padusi dalam Islam.
Antah kok indak gak ti?


*Aurat Padusi Menurut Al-Quran Dan Hadits*



"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat
pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan
mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali
yang zahir daripadanya, dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya
dengan tudung kepala mereka, dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan
tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa
mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau
saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki
atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau
perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari
orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan
atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan
janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang
tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada
Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya." (QS: An-Nur,
31)


* 1. Bulu Kening. *Menurut Imam Bukhari: Rasullulah melaknat perempuan yang
mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu
keningnya." (Riwayat Abu Daud Fi Fathul Bari.)


*2. Kaki (tumit kaki). *"Dan janganlah mereka (perempuan) memhentakkan kaki
(atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan."
(QS: An-Nur: 31)


*3. Wewangian. *"Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian
melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah
dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina." (Riwayat Nasaii, Ibnu
Khuzaimah dan Hibban)


*4. Dada. *"Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga
menutupi dada-dada mereka." (QS: An-Nur:31)


*5. Gigi. *"Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta
supaya dikikirkan giginya." (Riwayat At-Thabrani)
"Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang
mengubah ciptaan Allah." (Riwayat Bukhari dan Muslim).


*6. Muka dan Tangan. *Asma Binti Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan
memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: "Wahai Asma! Sesungguhnya
seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota
badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja." (Riwayat Muslim dan
Bukhari).


*7. Tangan. *"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik
daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya."
(Riwayat At Tabrani dan Baihaqi).


*8. Mata. *"Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka
menundukkan sebagian dari pandangannya." (QS: An-Nur : 31)

Sabda Nabi Muhammad SAW: "Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti
pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama, pandangan
seterusnya tidak dibenarkan." (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).


*9. Mulut (suara). *"Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam
berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam
hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik." (QS: Al Ahzab:
32)

Sabda Nabi Muhammad SAW: "Sesungguhnya akan ada umatku yang minum arak yang
mereka namakan dengan yang lain, Yaitu kepala mereka dilalaikan oleh
bunyi-bunyian (musik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan
mereka itu dalam bumi." (Riwayat Ibnu Majah).


*10. Kemaluan. *"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan mukmin,
hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan
mereka. "(QS: An-Nur : 31).

"Apabila seorang perempuan itu sembahyang lima waktu, puasa dibulan
Ramadhan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke
dalam syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya." (Riwayat Al
Bazzar).

"Tiada seorang perempuan pun yang membuka pakaiannya bukan di rumah
suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah."
(Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah).


*11. Pakaian. *"Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka
Allah akan memberikan pakaian kehinaan dihari akhirat nanti." (Riwayat
Ahmad, Abu Daud, An Nasaii dan Ibnu Majah)

"Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang
berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain
untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan
mencium baunya." (Riwayat Bukhari dan Muslim).

"Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju
labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali. Lantaran
itu mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS:
Al Ahzab : 59)


*12. Rambut. *"Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan
digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu
di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang
bukan mahramnya." (Riwayat Bukhari dan Muslim).


Nan jadi tanyo di MakNgah, apokoh padusi botak (atau ampiang botak) indak
paralu lai manutuik kapalonyo jo jilbab?


Manuruik ambo, kalau alah sabana-bana boleng kapalo surang padusi, yo indak
paralu lai wanyo manutuik kapalonyo. Soalnyo, padusi nan manyarupi
laki-laki dalam style (mancukua abih rambuik di kapalo misalnyo) wanyo tu
alah tamasuak dalam kategori badoso karano malangga tatakrama hiduik
malagak di ateh dunia.

Meski Muslimah diwajibkan untuk menutup auratnya dengan hijab, pembahasan
tentang apakah boleh wanita berambut pendek ramai dibahas para ulama.

Sebenarnya, tidak ada dalil *sarih* (tegas dan lugas) yang melarang atau
menganjurkan wanita memendekkan rambutnya. Bahkan tahallul (memotong
rambut) dalam ibadah haji atau umrah hanya memotong beberapa helai rambut
saja. Dalam riwayat Abu Zur’ah yang tercantum dalam *Tarikh Dimsyaq* (1/88)
disebutkan, "Wanita tidak boleh mencukur habis rambutnya tetapi boleh
memendekkannya."

Hal yang sama juga pernah difatwakan Syekh Khalid al-Muslih. Dalam sebuah
tayangan program Al-Jawab Al-Kafi di *channel Al-Majd*, Syekh Khalid pernah
ditanya tentang batasan potong rambut bagi wanita. Jawabannya, "Hukum asal
potong rambut bagi wanita adalah boleh. Batasan potong rambut bagi wanita
adalah selama tidak melanggar dua hal, yaitu menyerupai lelaki dan
menyerupai orang kafir. Adapun selain itu maka hukumnya boleh."

Sedangkan hukum membotakkan rambut bagi wanita selain untuk tujuan
pengobatan adalah haram. Hal ini secara ditegaskan dalam hadis, "Rasulullah
SAW melarang wanita mencukur (membotakkan) rambutnya." (HR Tirmidzi).

Dr Ahmad al-Syarbasi menambahkan, wanita yang mencukur habis rambutnya
menyerupai tradisi jahiliyah yang sempat dilarang. Pada masa jahiliyah,
wanita mencukur habis rambut mereka sebagai tanda berkabung dari kematian.
Menyerupai kaum jahiliyah atau kafir juga diharamkan, sebagaimana hadis
Rasulullah SAW, "Siapa yang meniru-niru suatu kaum maka dia termasuk kaum
tersebut." (HR Abu Daud).

Meniru suatu kaum akan digolongkan sebagai bahagian dari kaum tersebut.
Jadi, meniru orang kafir sama saja dengan mendaftar sebagai anggota orang
kafir. Disamping itu, wanita yang botak juga menyerupai laki-laki yang
secara tegas telah dilarang Rasul SAW.

Adapun yang lebih afdhal (utama) bagi wanita adalah tetap membiarkan
rambutnya terurai panjang. Wanita yang merawat dirinya dan bersolek untuk
suaminya dihitung sebagai ibadah. Tentu saja, menyisir rambut bagi wanita
dalam rangka bersolek untuk suami juga dinilai ibadah. Wanita diharapkan
bisa merawat dirinya termasuk urusan rambut agar rambut menjadi perhiasan
dan mempercantik dirinya.

Dalam hadis disebutkan, "Siapa yang mempunyai rambut (indah), maka
muliakanlah (peliharalah)." (HR Abu Dawud). Intinya, rambut pendek bagi
wanita tidaklah masalah. Yang paling penting kemuliaan yang diberikan Allah
kepadanya berupa rambut hanya diperuntukkan bagi mahram dan suaminya.

Kapado, MakNgah nan mambukak jamba kaji ko, ambo mintak maaf kalau gaya
kalimaik Si m.m mungkin agak kasa diliek dek urang-urang nan sopan santun.

Salam...............................,
*mm****


---------- Pesan terusan ----------
Dari: Sjamsir Sjarif <[email protected]>
Tanggal: 19 Desember 2014 11.50
Subjek: [R@ntau-Net] Bajilbab atau Bacukua?
Kepada: [email protected]

Mancaliak Video Anita Serawak manyanyikan Ayam den Lapeh patang ko, tabik
lo tanyo di hati Makngah. Padusi disuruah bajilbab mukasuikmyo supayo
rambui tatutuik, yo ndak?

Nah kok kito caliak Anita Serawak sasudah kupiahnyo tangga, tanyato inyo
indak barambuik. Inyo taruih manyanyi di pentas tanpa tutuik kapalo.

Tanyo Makngah, kalau rambuik urang padusi dicukua, mustikoh mareka pakai
jilbab? Kan indak ado rambuik nan ka ditutuik doh kan? Baa tu Angku Akmal,
Angku Hasma, Angku Mochtar, dan Ustaz2 di Lapau?

--
.

===========================================================

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke