Pak Maturidi yth,

Ambo satuju sekali dengan jalan pikiran Bapak. Tugas kito adolah memperjuangkan 
terlaksananya ajaran Islam

dan adat yang baik bagi kito di Minangkabau dengan motto ABS-SBK tu. 


Salam dari ambo, MN






Sent from Windows Mail





From: Ajoduta
Sent: ‎Friday‎, ‎December‎ ‎19‎, ‎2014 ‎9‎:‎08‎ ‎PM
To: asfarinal2000 via RantauNet




Alaikumsalam  Uda  Maturidi,



Pengamalan ABSSBK  bukan  karano  status otda  Minangkabau. Tapi  karano  
memang  alah  tajadi pergeseran nilai  adat  itu  sendiri  ditengah  
masyarakat, karena  berbagai  hal. Antaronyo kuatnya  arus hedonism materialism 
nan  dibawo teknologi informasi. Tambah pula makin  manipihnyo  aqidah  awak. 
Jadi  alah  basso rueh jo  buku.




Ambo  indak  maliek  korelasi  pengamalan  ABSSBK  jo  status  otsus 
Minangkabau. Sebab  sistim  pemerintahan  kini  Indak  menghalangi samo  sekali 
 pengamalan  ABSSBK.




Ciek  lai  adaik  awak  dalam  babeda  pendapat  itu  buliah  sajo. Ijan  
sampai terkesan  nan  babeda  itu haram  dan  harus  dicaci  dan  dimaki. 
Perbedaan itu  suatu  keniscayaan. Mempertahankan  silaturahmi  suatu kewajiban.




Kalau  ambo  abstein  soal  DIM, dek  memang  bagi  ambo  Indak pontiang  bona. 
Artinyo  kalau jadi  indak  baa, indak  jadipun  indak  baa  pulo...




Salam  angek  dimusim....dingin dari  Amrik...



-------- Original message --------

From: Maturidi Donsan <[email protected]> 

Date:12/19/2014 8:17 AM (GMT-05:00) 

To: [email protected] 

Cc: 

Subject: Re: HAL: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM: "MARI KITO IKUTI LANGKAH GUBERNUR 
DALAM MEMPERSIAPKAN DIM" 





Ass, wr.wb

 

Bu Evy, dd  Fashridjal M Noor Sidin( FMNS), nakan ANB, nakan Zorion Anas  (ZA) 
dan  sanak dipalanta n.a.h.

 

 Ambo kutip saketek tulisan bu Evy:

“1. Apo bana nan istimewa di Sumbar alias Ranah Minang, sahinggo awak harus 
menuntut DIM. 

Tolong agiah 1001 alasan, jikok ka ma hajan tuah juo... “

 

Sasudah ambo inok-inok tulisan bu Evy denga pernyataan no. 1 ko.” Apo bana”, 
tasangok ambo mainok-kan.

Sudah itu ditutup dengan “Tolong agiah 1001 alasan

 

Ambo marasokan  alah bakunci pintu nampaknyo  untuak mendukuang DIM ko.

Maafkan ambo bu Evy kalau ambo salah.

 

 

Saketek pulo dari  tulisan dd  Fashridjal M Noor Sidin

“Ambo sendiri masih belum yakin dg ABS SBK itu … 

Dengan demikian DIM tidak perlu dibentuk”

 

Keraguan dd FMNS ko nan tapek dilewakan bulan-bulan Februari Maret … nan lalu, 
bisa banyak, singkek nan kamauleh, senteang nan kamambilai, kok kurang nan 
kamanukuak. Atau ambo nan taledor indak maikuti.

Kiniko  pak Gub awak jo LKAAM alah sapakek untuk membentuk badan (apolah 
namonyo) untukmemperjuangkan DIM ko. Kini di Ranah urang lah sibuk merembukan , 
mempersiapkan  untuak  paisi carano nan kadibao ka Merdeka Utara dan Senayan 
tu. 

.

Kalau saran ambo, kito kayuah sajo biduak iliako baanyo.

Kito di Rantau tak dapek berbuat banyak.

Sasudah ide DIM ko digulirkan pak MN  awal Januari nan lalu, alah babagai-bagai 
tanggapan tarutamo di Ranah sendiri seperti yang terlihat di forum Orang Minang 
Mendukung  Pembentukan Daerah Istimewa Minangkabau –OMMPDIM) dan di forum 
lainnyo.

 

Ado ciek-ciek nan sumbang tarutamo dari bukan pribumi Minang, biasolah.

Umumnyo pribumi minang mendukung DIM ko.

 

Alasan kenapa  DIM itu perlu dibentuk, itulah  yang diperbincangkan di Ranah 
selama 8 bulan ini.

Meskipun ado juo nan duduak manis sajo sambia mancaliak angin.

 

Bagi nan duduak manis sajo mungkin io indak tau ujuang pangkanyo, tapi kalau 
lai mancigok-cigok saketek tantu lain tabaun jo. 

Kemudian  himbauan pak MN ko,  dapat sambutan dari LKAAM dan pak Gub Sumbar.

Bersyukurlah kita. 

Maafkan pulo ambo dd FMNS kalau kurang berkenan.

 

Saketek pulo tulisan dari nakan ANB.

“Sekadar mengingatkan sebagai sesama muslim bahwa dalam memperjuangkan apapun 
kesabaran adalah hal yang mutlak dibutuhkan. Bahkan kadang-kadang redaksi Al 
Qur'an sampai menyebutkan kebutuhan bersabar sampai dua kali dalam satu ayat 
seperti QS 3:200 yang menyatakan betapa pentingnya kesabaran dalam sebuah 
perjuangan”

 

Tapek bana QS 3:200

 

Disiko mungkin ado tambahan  saketek , disampiang kesabaran, tetaplah bersiap 
siaga bila sudah berada diperbatasan.

Bisa saja mungkin, setiap orang yang sudah berada diperbatasan, tinggal pilih. 

Wallahu’alam

 

 

Nakan ZA, 

Mentawai, tak usah digaduah-gaduah sasuai jo katarangan pak MN walaupun dalam 
DIM diperlakukan sesuai jo adatnyo. Tapi iko urusan nan pandailah ko.

 

Kito kayuah sajo biduak ilia ko baanyo.

 

Suatu keniscayaan suaro ko harus kito suarokan kini, manganai pak IP kito pikir 
positip  sajolah

 

 

Terakhir, ambo kiro perjuangan DIM ko indak ka sakali jadi, akan mengalami 
proses yang cukup melelahkan dan minta ketabahan orang minang 
memperjuangkannya. Kalau tak tembus oleh generasi sekarang, kita pesankan ke 
generasi berikutnya, namun perjuangannya tetap secara konstitusional dalam 
wadah NKRI.

 

Kalau ada yang berniat mau separatis atau pisah dengan NKRI, adalah 
mengkhianati pendahulu minang sendiri. 

Pendahulu-pendahulu minang sudah bertungkus lumus ikut menegakan RI ini, malah 
19 50-an  pada saat RI ini terpecah pecah menjadi negara-negara bagian bagian. 
RI yang utuh mungkin  hanya tinggal DIY, Sumbar dan Aceh.

 

Sumbar minta daerah istimewa hanya untuk keingingan hidup nyaman dengan 
ABSSBKnya.

Sehingga Sumbar itu bisa meneruskan penataan kehidupan menurut adatnya yang 
sudah berlaku ratusan tahun dan dituntun oleh ABS SBK sebelum RI ini ada. 

 

Namun sekali lagi, penataannya tetap berdasarkan  konstitusi dalam wadah NKRI.

Jauhkan niat-niat separatis, jangan mengkhianati pendahulu kita.

 

Kalau dengan sistim sekarang, Sumbar itu dianggap rumah kosong, siapa saja 
boleh berlalu lalang disitu.

Kalau ada peristiwa Florence ala Jogya di Sumbar, Sumbar takkan bisa berbuat 
apa-apa.

 

Maaf kasadonyo kalau kurang berkenan.

 

Wass,

Maturidi (L/76) Talang, Solok, Kutianyia, Duri Riau

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke