KOMPAS.com — Banyak penderita gagal ginjal, jantung, diabetes, stroke, 
parkinson yang penyembuhannya kini terbantu dengan terapi stem cells atau 
terapi sel punca. Bukan hanya penyakit degeneratif, terapi sel punca juga dapat 
menyembuhkan masalah kulit seperti jerawat, luka bakar, hingga masalah penuaan. 
Terapi sel punca juga ampuh mengatasi kebotakan.

Terapi ini merupakan teknologi kedokteran terkini yang berfungsi meregenerasi 
sel dalam tubuh sehingga dapat memulihkan dan menumbuhkan kembali jaringan yang 
rusak.

Lewat dua pilihan prosedur terapi, yakni injeksi dan topikal, sel punca yang 
bersumber dari manusia dan diproses di laboratorium ini akan masuk ke tubuh 
pasien. Implan atau penanaman sel punca ke tubuh pasien ini dilakukan bila sel 
punca hasil pemrosesan di laboratorium sudah berkembang (progenitor cell) atau 
berdeferensiasi menjadi sel yang diharapkan. Kemudian, sel punca yang 
ditanamkan di tubuh pasien ini akan berkembang dan berkoneksi dengan sel tubuh 
untuk melakukan perbaikan sistem dan regenerasi sel.

"Dengan rekayasa biologi, sel punca dapat mengubah sel tubuh lain, tulang yang 
rusak, kulit hancur, menjadi normal kembali, di samping sel akan terus 
memperbaiki diri," ungkap ahli terapi sel punca, dr Indah Julianto, dalam 
launching terobosan baru sel punca di Rumah Sakit Ibu dan Anak Brawijaya, 
Jakarta, Sabtu (21/9/2013).

Sumber sel punca
Terapi yang dipraktikkan dr Indah menggunakan sumber sel punca dari manusia, 
utamanya darah dari tali pusat dan jelly wharton tali pusat. Menurut dr Indah, 
sel punca yang bersumber dari bayi memiliki kualitas terbaik. Dalam 
mengaplikasikan terapi, ia juga menggunakan sumber sel punca dari plasenta, 
bukan embrio.

"Sel immature tidak kenal virus atau kuman. Tali pusat tidak pernah terinfeksi 
virus," ungkapnya.

Dr Indah menjelaskan, sel punca bersumber dari plasenta merupakan satu dari 
sekitar 8-10 sumber human stem cells yang telah teruji klinis melalui 
penelitian di laboratorium. Selain plasenta, sumber stem cells manusia lainnya 
berasal dari lemak, rambut, kulit, arteri, vena, dan lainnya.

Human stem cells, jelasnya, memiliki 8.000 kali kekuatan antibiotiknya dan 
anti-inflamasi. "Stem cells itu miracle. Tidak ada efek samping karena bukan 
obat dan bukan bahan kimia," jelas dr Indah.

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari terapi stem cells, kualitas stem cells 
perlu diperhatikan. Menurut dr Indah, tipe stem cells dari tali pusat hanya 
bisa bertahan 36 jam. Sementara sel punca yang berasal dari jeli wharton tali 
pusat setelah 48 jam tidak bisa berfungsi.

"Setiap 30 menit, kemampuan sel menurun satu persen," ungkapnya.

Menggunakan sel punca yang pasokannya tersedia di UNS Solo, terapi stem cells 
akan memakan waktu yang tak bisa dipukul rata.

Durasi terapi ini bergantung penyakit yang diderita. Pada pasien yang mengalami 
masalah pada pertumbuhan rambut, dalam waktu empat bulan setelah terapi, rambut 
di kepala mulai tumbuh lebat. Dr Indah menggunakan prosedur injeksi dan topikal 
untuk mengatasi masalah ini. Sementara untuk mengatasi jerawat, terapi ini 
cukup dilakukan selama satu bulan dan secara topikal.

Namun, memang, untuk penyakit tertentu, terapi stem cells bisa memakan waktu 
lebih lama. Dr Indah menyebutkan, penderita gagal ginjal membutuhkan waktu 
paling lama untuk menjalani terapi ini.

"Butuh sekitar 18 kali injeksi untuk penyakit gagal ginjal," ungkapnya.

Penyakit lain yang berpotensi membaik dengan terapi sel punca di antaranya 
autisme, lupus, epilepsi, penyakit gangguan darah (hematopatology), autoimun, 
multiple sclerosis, alzheimer, dan sejumlah penyakit lainnya.

Jenis penyakit yang memengaruhi jumlah penggunaan sel punca (suntik/topikal) 
akan menentukan berapa biaya yang dibutuhkan selama terapi. Per 1 cc sel punca 
biayanya mencapai Rp 3 juta. Sekali suntik biayanya sekitar Rp  6 juta.
 

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke