Sanak Arief nan sedang tergelak-gelak riang gembira,
pernahkah berada dalam pesawat yang mengudara lalu terjadi problem serius?
Semoga belum pernah, dan tidak akan pernah.

Tetapi ambo pernah, dan ambo ceritakan sedikit. Tahun 2001 (Beberapa saat
setelah kejadian Bom Bali I) ambo dan sejumlah wartawan akan mengunjungi
Bali dari Halim PK, dengan Hercules (VIP yang biasa dipakai untuk Wapres).
Begitu pesawat mengudara diputar film "Die Hard IV" (Bruce Willis) yang
juga menggambarkan tragedi penerbangan. Dan kami menontonnya di atas
pesawat yang mengudara! Semua orang terpukau, kadang tertawa kecuali,
belakangan ambo perhatikan, seorang wartawan Kompas yang sibuk berdoa (dia
muslim). Tidak menonton sama sekali. Setelah film habis, dalam pandangan
sebagian besar penumpang, seharusnya kami sudah hampir sampai ke Bali.
Bersiap-siap mendarat. Ternyata kami lihat ke jendela, persawahan semua.
Seseorang bilang seperti di atas daerah Karawang, setelah hampir dua jam
terbang!

Ternyata pesawat kembali ke Halim. Begitu mendarat, kawan wartawan Kompas
itu langsung sujud syukur, membuat kami heran. Baru dia cerita, ketika kami
sedang nonton dia sempat ke cockpit dan melihat co-pilot memberikan isyarat
 kepada pilot bahwa baling-baling kiri pesawat mati. Sehingga pilot
memutuskan lebih kecil risikonya untuk kembali ke Halim ketimbang
melanjutkan ke Bali, dengan hanya baling-baling hidup di sayap kanan
pesawat. Bahkan hampir seluruh penumpang (wartawan lain termasuk ambo) tak
tahu sama sekali cerita ini saat kami masih terbang karena pilot ingin
menghindari kepanikan. Baru setelah sampai di Halim beliau bercerita.

Jadi ketika ambo posting link "cockpit view" dari YouTube itu (sudah sanak
Arief tonton belum seperti Ajo Sur sudah menontonnya) untuk menggambarkan
salah satu tugas berat pilot ketika kondisi berubah menjadi darurat.
Pandangan mata tak bisa diandalkan sama sekali. Semua hanya mengandalkan
radar dan keyakinan kepada Allah Swt, dan alhamdulillah pada video yang
diposting Capt. Pilot Gilang Wardhana itu pesawat juga berhasil mendarat
selamat di CGK.

Jadi ketika suasana sangat serius dalam cockpit pesawat yang terjebak dalam
awak kumulonimbus (real) dibandingkan dengan sebuah film fiktif yang
menempatkan pula kesalahan pada pilot yang mabuk malam sebelumnya, apakah
itu sebuah perbandingan yang tepat?

Katanya orang Minang itu "di kandang kambing mengembik, di kandang kuda
meringkik" sanak Arief?

Hati-hatilah berkomentar dalam suasana seperti ini. Apalagi
mencampuradukkan fakta dan fiksi dalam satu thread. Semua ada tempatnya,
bukan?


Salam,

ANB


Pada 5 Januari 2015 10.49, ARIEF <[email protected]> menulis:

> Asli..
> Tergelak saya membaca balasan Uda ANB nan hebat ini terhadap carito Ajo
> Duta yang sekadar bercerita.
> Ini pulalah jika sumangat sedang  terbudur ber balas balas email, semua
> orang kena solang..
>
> Pengamatan saya...
> Ajo Duta cuma bercerita dan membayangkan betapa heroiknya seorang pilot
> dan beliau baru saja menonton Pilem.
> Yang saya tangkap Ajo duta juga ingin mengatakan Pilot Air Asia itu
> sebenarnya Heroik juga terhadap apa yang dilakukan oleh PILOT AIR ASIA,
> hanya beliau sedikit menceritakan hal berbeda yang dialami dalam cerita.
>
> Rasanya Ajo Duta tidak membanding2 kan FAKTA dan FIKSI di sini...
> Pun rasanya Ajo  Duta pun sedang bersensitif pula dengan bencana hilangnya
> Air Asia itu.
>
> Halaaagghh....
> Jangan semua pendapat orang disanggah dalam arti berbeda kanda ANB
> Tak baik juga ber Suudzon pd masalah yang kanda sendiri tak tau apa yang
> dirasakan Ajo Dut...
>
> Hampuuun deh sayaaah
>
> Pada 5 Januari 2015 10.40, Akmal Nasery Basral <[email protected]>
> menulis:
>
> Ondeh Ajo Duta, manga fakta dicampua jo fiksi?
>> Sedang KNKT sajo nan karajo kareh di lapangan menyatakan baru akan
>> mengumumkan hasil temuan setelah 30 hari karajo.
>>
>>
>> http://nasional.news.viva.co.id/news/read/574506-setelah-30-hari--knkt-umumkan-laporan-fakta-airasia
>>
>> Mohon agak sensitif lah saketek dalam suasana duka, apalagi menggunakan
>> referensi film Hollywood yang berpotensi menggiring opini pembaca terhadap
>> pilot secara keliru.
>>
>> Bukankah dalam pandangan Islam seorang yang mati karena tenggelam adalah
>> syahid? (HR Muslim 1915)
>> Apalagi Pilot Irianto yang mambawo AirAsia QZ8501 adalah seorang muslim
>> dan sedang bekerja untuk nafkah keluarganya ketika ajal datang.
>> Sikap *husnuzon* lebih baik digunakan dalam melihat hal ini *KECUALI*
>> jika nanti investigasi KNKT menemukan bukti-bukti sebaliknya.
>>
>>
>> http://nasional.news.viva.co.id/news/read/574776-ayahnya-disalahkan--ini-curahan-hati-putri-pilot-airasia
>>
>> Wassalam,
>>
>> ANB
>>
>> Pada 5 Januari 2015 02.14, ajoduta <[email protected]> menulis:
>>
>> Ambo  baru  mwnonton  film  Flight bintangnyo  Denzel  Washington  nan
>>>  jadi  pilot. Baa  inyo  bisa  mengendalikan  peswat  menmbus  awan ganas
>>>  tu. Namun  tapaso  mendarat  darurat  juo  dilapangan. Peswat  patah.
>>> Penumpang  cedera berat  ringan, 6  urang  maningga. Inyo  dianggap  hero
>>>  dek  sebagian besar penumpang  selamat. Tapi  keadaan  bwrbalik  sebab
>>>  dari  investigasi  pilot  dalam  kondisi  terpengaruh  alkohol.
>>> Dipengadilan  pilot mengakui  pesta  miras  pada  malam  hari  sebelum
>>> berangakat keesokannya. Akhirnya  bukan  dapat tanda jasa, malah  masuak
>>> situmbin....
>>>
>>>
>>> -------- Original message --------
>>> From: 'Lies Suryadi' via RantauNet <[email protected]>
>>> Date:01/04/2015 7:27 AM (GMT-05:00)
>>> To: [email protected]
>>> Cc:
>>> Subject: Bls: Cockpit View ... Re: [R@ntau-Net] Awan Cumulonimbus (CB-)
>>> yang menghasilkan Petir dan Es.
>>>
>>> Memang berat sekali. Ngari2 sodap saya menonton video ini.
>>> Semoga Allah melindungi kita semua saat harus terbang demi menghidupi
>>> keluarga.
>>>
>>> Salam,
>>> Suryadi
>>>
>>>
>>>   Pada Minggu, 4 Januari 2015 8:07, tasrilmoeis <
>>> [email protected]> menulis:
>>>
>>>
>>> Itu nan paralu didalami bana dek Jonan.
>>>
>>> Tan Ameh
>>>
>>>
>>> Sent from my Samsung device
>>>
>>>
>
> --
>
>
>
> *Arief Rangkayo MuliaHP : 0813 1600 7756**Melangkah bersama.... untuk
> berbagi bersama...*
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke