Dalam situasi ko nan paralu di plester mulutnya itu menhub Jonan jo staff 
khusus no Hadi M Djurait, terlalu banyak premature statement nan mambuek resah 
dan se akan2 menyalahkan  pilot.
Akhirnya waktu mereka juga habis untuk klarifikasi2 dan meralat pernyataan 
mereka sendiri.

Tan Ameh



Sent from my Samsung device


-------- Original message --------
From: Akmal Nasery Basral <[email protected]> 
Date: 01/05/2015  11:13  (GMT+07:00) 
To: [email protected] 
Subject: Re: Bls: Cockpit View ... Re: [R@ntau-Net] Awan Cumulonimbus (CB-) 
yang menghasilkan Petir dan Es. 

Sanak Arief nan sedang tergelak-gelak riang gembira,
pernahkah berada dalam pesawat yang mengudara lalu terjadi problem serius? 
Semoga belum pernah, dan tidak akan pernah. 

Tetapi ambo pernah, dan ambo ceritakan sedikit. Tahun 2001 (Beberapa saat 
setelah kejadian Bom Bali I) ambo dan sejumlah wartawan akan mengunjungi Bali 
dari Halim PK, dengan Hercules (VIP yang biasa dipakai untuk Wapres). Begitu 
pesawat mengudara diputar film "Die Hard IV" (Bruce Willis) yang juga 
menggambarkan tragedi penerbangan. Dan kami menontonnya di atas pesawat yang 
mengudara! Semua orang terpukau, kadang tertawa kecuali, belakangan ambo 
perhatikan, seorang wartawan Kompas yang sibuk berdoa (dia muslim). Tidak 
menonton sama sekali. Setelah film habis, dalam pandangan sebagian besar 
penumpang, seharusnya kami sudah hampir sampai ke Bali. Bersiap-siap mendarat. 
Ternyata kami lihat ke jendela, persawahan semua. Seseorang bilang seperti di 
atas daerah Karawang, setelah hampir dua jam terbang! 

Ternyata pesawat kembali ke Halim. Begitu mendarat, kawan wartawan Kompas itu 
langsung sujud syukur, membuat kami heran. Baru dia cerita, ketika kami sedang 
nonton dia sempat ke cockpit dan melihat co-pilot memberikan isyarat  kepada 
pilot bahwa baling-baling kiri pesawat mati. Sehingga pilot memutuskan lebih 
kecil risikonya untuk kembali ke Halim ketimbang melanjutkan ke Bali, dengan 
hanya baling-baling hidup di sayap kanan pesawat. Bahkan hampir seluruh 
penumpang (wartawan lain termasuk ambo) tak tahu sama sekali cerita ini saat 
kami masih terbang karena pilot ingin menghindari kepanikan. Baru setelah 
sampai di Halim beliau bercerita. 

Jadi ketika ambo posting link "cockpit view" dari YouTube itu (sudah sanak 
Arief tonton belum seperti Ajo Sur sudah menontonnya) untuk menggambarkan salah 
satu tugas berat pilot ketika kondisi berubah menjadi darurat. Pandangan mata 
tak bisa diandalkan sama sekali. Semua hanya mengandalkan radar dan keyakinan 
kepada Allah Swt, dan alhamdulillah pada video yang diposting Capt. Pilot 
Gilang Wardhana itu pesawat juga berhasil mendarat selamat di CGK. 

Jadi ketika suasana sangat serius dalam cockpit pesawat yang terjebak dalam 
awak kumulonimbus (real) dibandingkan dengan sebuah film fiktif yang 
menempatkan pula kesalahan pada pilot yang mabuk malam sebelumnya, apakah itu 
sebuah perbandingan yang tepat?

Katanya orang Minang itu "di kandang kambing mengembik, di kandang kuda 
meringkik" sanak Arief? 

Hati-hatilah berkomentar dalam suasana seperti ini. Apalagi mencampuradukkan 
fakta dan fiksi dalam satu thread. Semua ada tempatnya, bukan? 


Salam,

ANB


Pada 5 Januari 2015 10.49, ARIEF <[email protected]> menulis:
Asli.. 
Tergelak saya membaca balasan Uda ANB nan hebat ini terhadap carito Ajo Duta 
yang sekadar bercerita. 
Ini pulalah jika sumangat sedang  terbudur ber balas balas email, semua orang 
kena solang.. 

Pengamatan saya... 
Ajo Duta cuma bercerita dan membayangkan betapa heroiknya seorang pilot dan 
beliau baru saja menonton Pilem. 
Yang saya tangkap Ajo duta juga ingin mengatakan Pilot Air Asia itu sebenarnya 
Heroik juga terhadap apa yang dilakukan oleh PILOT AIR ASIA, hanya beliau 
sedikit menceritakan hal berbeda yang dialami dalam cerita. 

Rasanya Ajo Duta tidak membanding2 kan FAKTA dan FIKSI di sini... 
Pun rasanya Ajo  Duta pun sedang bersensitif pula dengan bencana hilangnya Air 
Asia itu. 

Halaaagghh.... 
Jangan semua pendapat orang disanggah dalam arti berbeda kanda ANB
Tak baik juga ber Suudzon pd masalah yang kanda sendiri tak tau apa yang 
dirasakan Ajo Dut... 

Hampuuun deh sayaaah

Pada 5 Januari 2015 10.40, Akmal Nasery Basral <[email protected]> menulis:

Ondeh Ajo Duta, manga fakta dicampua jo fiksi?
Sedang KNKT sajo nan karajo kareh di lapangan menyatakan baru akan mengumumkan 
hasil temuan setelah 30 hari karajo. 

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/574506-setelah-30-hari--knkt-umumkan-laporan-fakta-airasia

Mohon agak sensitif lah saketek dalam suasana duka, apalagi menggunakan 
referensi film Hollywood yang berpotensi menggiring opini pembaca terhadap 
pilot secara keliru.

Bukankah dalam pandangan Islam seorang yang mati karena tenggelam adalah 
syahid? (HR Muslim 1915) 
Apalagi Pilot Irianto yang mambawo AirAsia QZ8501 adalah seorang muslim dan 
sedang bekerja untuk nafkah keluarganya ketika ajal datang. 
Sikap husnuzon lebih baik digunakan dalam melihat hal ini KECUALI jika nanti 
investigasi KNKT menemukan bukti-bukti sebaliknya. 

 
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/574776-ayahnya-disalahkan--ini-curahan-hati-putri-pilot-airasia

Wassalam,

ANB

Pada 5 Januari 2015 02.14, ajoduta <[email protected]> menulis:

Ambo  baru  mwnonton  film  Flight bintangnyo  Denzel  Washington  nan  jadi  
pilot. Baa  inyo  bisa  mengendalikan  peswat  menmbus  awan ganas  tu. Namun  
tapaso  mendarat  darurat  juo  dilapangan. Peswat  patah. Penumpang  cedera 
berat  ringan, 6  urang  maningga. Inyo  dianggap  hero  dek  sebagian besar 
penumpang  selamat. Tapi  keadaan  bwrbalik  sebab  dari  investigasi  pilot  
dalam  kondisi  terpengaruh  alkohol. Dipengadilan  pilot mengakui  pesta  
miras  pada  malam  hari  sebelum berangakat keesokannya. Akhirnya  bukan  
dapat tanda jasa, malah  masuak situmbin....


-------- Original message --------
From: 'Lies Suryadi' via RantauNet <[email protected]>
Date:01/04/2015 7:27 AM (GMT-05:00)
To: [email protected]
Cc:
Subject: Bls: Cockpit View ... Re: [R@ntau-Net] Awan Cumulonimbus (CB-) yang 
menghasilkan Petir dan Es.

Memang berat sekali. Ngari2 sodap saya menonton video ini.
Semoga Allah melindungi kita semua saat harus terbang demi menghidupi keluarga.

Salam,
Suryadi


Pada Minggu, 4 Januari 2015 8:07, tasrilmoeis <[email protected]> 
menulis:


Itu nan paralu didalami bana dek Jonan.

Tan Ameh


Sent from my Samsung device



-- 
Arief Rangkayo Mulia
HP : 0813 1600 7756

Melangkah bersama.... untuk berbagi bersama...
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke