Mak Tasril NAH Kalau manuruik ambo kualitas anak buah mencerminkan kualitas induak samangnyo :)
Wasslam Hanif Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network -----Original Message----- From: tasrilmoeis <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 05 Jan 2015 12:47:18 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls: Cockpit View ... Re: [R@ntau-Net] Awan Cumulonimbus (CB-) yang menghasilkan Petir dan Es. Dalam situasi ko nan paralu di plester mulutnya itu menhub Jonan jo staff khusus no Hadi M Djurait, terlalu banyak premature statement nan mambuek resah dan se akan2 menyalahkan pilot. Akhirnya waktu mereka juga habis untuk klarifikasi2 dan meralat pernyataan mereka sendiri. Tan Ameh Sent from my Samsung device -------- Original message -------- From: Akmal Nasery Basral <[email protected]> Date: 01/05/2015 11:13 (GMT+07:00) To: [email protected] Subject: Re: Bls: Cockpit View ... Re: [R@ntau-Net] Awan Cumulonimbus (CB-) yang menghasilkan Petir dan Es. Sanak Arief nan sedang tergelak-gelak riang gembira, pernahkah berada dalam pesawat yang mengudara lalu terjadi problem serius? Semoga belum pernah, dan tidak akan pernah. Tetapi ambo pernah, dan ambo ceritakan sedikit. Tahun 2001 (Beberapa saat setelah kejadian Bom Bali I) ambo dan sejumlah wartawan akan mengunjungi Bali dari Halim PK, dengan Hercules (VIP yang biasa dipakai untuk Wapres). Begitu pesawat mengudara diputar film "Die Hard IV" (Bruce Willis) yang juga menggambarkan tragedi penerbangan. Dan kami menontonnya di atas pesawat yang mengudara! Semua orang terpukau, kadang tertawa kecuali, belakangan ambo perhatikan, seorang wartawan Kompas yang sibuk berdoa (dia muslim). Tidak menonton sama sekali. Setelah film habis, dalam pandangan sebagian besar penumpang, seharusnya kami sudah hampir sampai ke Bali. Bersiap-siap mendarat. Ternyata kami lihat ke jendela, persawahan semua. Seseorang bilang seperti di atas daerah Karawang, setelah hampir dua jam terbang! Ternyata pesawat kembali ke Halim. Begitu mendarat, kawan wartawan Kompas itu langsung sujud syukur, membuat kami heran. Baru dia cerita, ketika kami sedang nonton dia sempat ke cockpit dan melihat co-pilot memberikan isyarat kepada pilot bahwa baling-baling kiri pesawat mati. Sehingga pilot memutuskan lebih kecil risikonya untuk kembali ke Halim ketimbang melanjutkan ke Bali, dengan hanya baling-baling hidup di sayap kanan pesawat. Bahkan hampir seluruh penumpang (wartawan lain termasuk ambo) tak tahu sama sekali cerita ini saat kami masih terbang karena pilot ingin menghindari kepanikan. Baru setelah sampai di Halim beliau bercerita. Jadi ketika ambo posting link "cockpit view" dari YouTube itu (sudah sanak Arief tonton belum seperti Ajo Sur sudah menontonnya) untuk menggambarkan salah satu tugas berat pilot ketika kondisi berubah menjadi darurat. Pandangan mata tak bisa diandalkan sama sekali. Semua hanya mengandalkan radar dan keyakinan kepada Allah Swt, dan alhamdulillah pada video yang diposting Capt. Pilot Gilang Wardhana itu pesawat juga berhasil mendarat selamat di CGK. Jadi ketika suasana sangat serius dalam cockpit pesawat yang terjebak dalam awak kumulonimbus (real) dibandingkan dengan sebuah film fiktif yang menempatkan pula kesalahan pada pilot yang mabuk malam sebelumnya, apakah itu sebuah perbandingan yang tepat? Katanya orang Minang itu "di kandang kambing mengembik, di kandang kuda meringkik" sanak Arief? Hati-hatilah berkomentar dalam suasana seperti ini. Apalagi mencampuradukkan fakta dan fiksi dalam satu thread. Semua ada tempatnya, bukan? Salam, ANB Pada 5 Januari 2015 10.49, ARIEF <[email protected]> menulis: Asli.. Tergelak saya membaca balasan Uda ANB nan hebat ini terhadap carito Ajo Duta yang sekadar bercerita. Ini pulalah jika sumangat sedang terbudur ber balas balas email, semua orang kena solang.. Pengamatan saya... Ajo Duta cuma bercerita dan membayangkan betapa heroiknya seorang pilot dan beliau baru saja menonton Pilem. Yang saya tangkap Ajo duta juga ingin mengatakan Pilot Air Asia itu sebenarnya Heroik juga terhadap apa yang dilakukan oleh PILOT AIR ASIA, hanya beliau sedikit menceritakan hal berbeda yang dialami dalam cerita. Rasanya Ajo Duta tidak membanding2 kan FAKTA dan FIKSI di sini... Pun rasanya Ajo Duta pun sedang bersensitif pula dengan bencana hilangnya Air Asia itu. Halaaagghh.... Jangan semua pendapat orang disanggah dalam arti berbeda kanda ANB Tak baik juga ber Suudzon pd masalah yang kanda sendiri tak tau apa yang dirasakan Ajo Dut... Hampuuun deh sayaaah Pada 5 Januari 2015 10.40, Akmal Nasery Basral <[email protected]> menulis: Ondeh Ajo Duta, manga fakta dicampua jo fiksi? Sedang KNKT sajo nan karajo kareh di lapangan menyatakan baru akan mengumumkan hasil temuan setelah 30 hari karajo. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/574506-setelah-30-hari--knkt-umumkan-laporan-fakta-airasia Mohon agak sensitif lah saketek dalam suasana duka, apalagi menggunakan referensi film Hollywood yang berpotensi menggiring opini pembaca terhadap pilot secara keliru. Bukankah dalam pandangan Islam seorang yang mati karena tenggelam adalah syahid? (HR Muslim 1915) Apalagi Pilot Irianto yang mambawo AirAsia QZ8501 adalah seorang muslim dan sedang bekerja untuk nafkah keluarganya ketika ajal datang. Sikap husnuzon lebih baik digunakan dalam melihat hal ini KECUALI jika nanti investigasi KNKT menemukan bukti-bukti sebaliknya. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/574776-ayahnya-disalahkan--ini-curahan-hati-putri-pilot-airasia Wassalam, ANB Pada 5 Januari 2015 02.14, ajoduta <[email protected]> menulis: Ambo baru mwnonton film Flight bintangnyo Denzel Washington nan jadi pilot. Baa inyo bisa mengendalikan peswat menmbus awan ganas tu. Namun tapaso mendarat darurat juo dilapangan. Peswat patah. Penumpang cedera berat ringan, 6 urang maningga. Inyo dianggap hero dek sebagian besar penumpang selamat. Tapi keadaan bwrbalik sebab dari investigasi pilot dalam kondisi terpengaruh alkohol. Dipengadilan pilot mengakui pesta miras pada malam hari sebelum berangakat keesokannya. Akhirnya bukan dapat tanda jasa, malah masuak situmbin.... -------- Original message -------- From: 'Lies Suryadi' via RantauNet <[email protected]> Date:01/04/2015 7:27 AM (GMT-05:00) To: [email protected] Cc: Subject: Bls: Cockpit View ... Re: [R@ntau-Net] Awan Cumulonimbus (CB-) yang menghasilkan Petir dan Es. Memang berat sekali. Ngari2 sodap saya menonton video ini. Semoga Allah melindungi kita semua saat harus terbang demi menghidupi keluarga. Salam, Suryadi Pada Minggu, 4 Januari 2015 8:07, tasrilmoeis <[email protected]> menulis: Itu nan paralu didalami bana dek Jonan. Tan Ameh Sent from my Samsung device -- Arief Rangkayo Mulia HP : 0813 1600 7756 Melangkah bersama.... untuk berbagi bersama... -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
