Sekedar informasi untuak dunsanak. Semoga bermanfaat...
Harian Bisnis Indonesia, 25 Maret 2008
*Opini*
*Bersiap meniti gelombang gejolak ekonomi global*
History repeats it self! Sejak zaman Jurassic saat dinosaurus merajai
kehidupan bumi hingga zaman kerajaan seperti Macedonia, Romawi, Sriwijaya
dan Majapahit sejarah selalu berulang dan mempertontonkan periode bangun dan
jatuh sang raksasa penguasa dunia untuk kemudian digantikan oleh raksasa
baru.
Saat ini sang raksasa dunia adalah Amerika, Uni Eropa dan Jepang sementara
negara-negara lain "menghamba" sekaligus mengintai kejatuhannya. Bagaimana
tidak menghamba, kalau hampir semua produksi terbaik dunia dipersembahkan
untuk konsumsi sang raksasa. Setelah itu semua kekayaan dunia hasil
penjualan komoditas tersebut juga "diserahkan" kepada sang raksasa diganti
dengan secarik print-out tanda kepemilikan US.Treasury Notes/Bonds,
sertifikat logam mulia.
Kini sang raksasa Amerika sedang sakit parah. Tubuhnya digerogoti "tumor
ganas" sub-prime mortgage yang kemudian menjalar merontokkan harga rumah di
seluruh AS. Sebagai gambaran, di Detroit saat ini banyak rumah dengan 3
kamar tidur dijual dengan harga $100, jauh lebih murah daripada harga rumah
sederhana sehat (RSS) di Indonesia. Akibatnya pembeli rumah memilih untuk
mengemplang daripada terus membayar cicilan rumah yang sudah hampir tidak
ada harganya.
"Tumor ganas" krisis perumahan tersebut akhirnya membuat perbankan dan
lembaga keuangan Amerika merugi besar. Hingga kini diyakini masih banyak
kerugian lembaga keuangan tersebut yang belum diungkapkan ke publik karena
masih belum bisa dihitung secara pasti angkanya. Akibatnya intermediasi dana
terhambat.
Kebijakan pemotongan Fed Fund Rate secara agresif oleh The Fed disertai
injeksi likuiditas ratusan miliar dolar di pasar uang malah menjadi
bumerang. Suku bunga dana di pasar tetap tinggi karena bank maupun lembaga
keuangan nonbank semakin selektif dalam melakukan lending.
Sang Raksasa juga kecapaian dan luka parah setelah membabi buta menggebuki
negara-negara kecil seperti Afganistan dan Irak yang diperkirakan menelan
biaya lebih dari U$3,3 triliun. Defisit anggaran pemerintah Amerika semakin
membengkak (tahun ini diperkirakan mencapai U$425 miliar). Untuk membiayai
defisit tersebut Amerika akan terus menggelontorkan surat utang meskipun
saat ini jumlahnya mencapai U$9,4 triliun dengan laju pertumbuhan sekitar
U$1,7 miliar per hari. Di samping itu defisit neraca berjalannya yang juga
terus membengkak dan diperkirakan mencapai U$196 miliar pada tahun ini.
*Risiko sistemik*
Begitu parahnya sakit Sang Raksasa Amerika tersebut dengan sendirinya
mengendurkan kepercayaan dunia akan kedigdayaan Amerika. Pelemahan nilai
dolar merupakan symptom-nya yang sangat jelas. Krisis kepercayaan tersebut
membuat ekonomi global yang selama ini bertumpu pada nilai dolar menjadi
rapuh dan berada di pinggir jurang systemic risk.
Proses koreksi dari global imbalances yang selama ini diperdebatkan para
ahli ekonomi tengah terjadi. Bukti nyata rapuhnya sistem ekonomi dunia
global yang bersandar pada nilai dolar serta menurunnya hegemoni Amerika
dengan timbulnya kandidat raksasa baru seperti China, Rusia dan India
membuat proses koreksi atau rebalancing yang tengah terjadi merupakan sebuah
proses yang natural.
Seberapa cepat proses ini berlangsung akan tergantung pada seberapa besar
perubahan tingkat kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi Amerika.
Proses rebalancing akan berjalan bertahap jika terdapat indikasi kebijakan
ekonomi yang ditempuh Fed dan pemerintah AS diyakini akan menghasilkan
perbaikan. Namun proses ini bisa saja menjadi semakin cepat jika terdapat
indikasi semakin tidak mampunya Fed dan Pemerintah AS menangani resesi dan
ancaman stagflasi.
Jika rebalancing terjadi secara gradual, diperkirakan nilai tukar dolar
tidak akan mengalami kejatuhan yang terlalu tajam lagi dari level saat ini.
Hingga akhir tahun dolar mungkin hanya akan melemah ke sekitar U$1,58 per
euro dan 95 yen per dolar sementara harga minyak dan emas diperkirakan akan
menguat hingga U$115 per barrel dan U$1100 per ounce.
Setelah itu akan terjadi koreksi. Nilai dolar akan kembali menguat dan harga
komoditas akan turun untuk mencapai titik keseimbangan yang baru. Namun jika
kepercayaan dunia semakin luntur dan negara petrodolar serta China dan
Jepang melakukan konversi dolar secara besar-besaran, risiko sistemis
terhadap sistem keuangan dunia tidak dapat dihindari. Kepanikan dan
kekacauan sistem akan membuat nilai dolar terdevaluasi tajam sementara harga
ko-moditas akan melambung tinggi dan perekonomian dunia akan terjerembab ke
dalam stagflasi yang dalam dan panjang.
*Butuh kekompakan*
Sebagian besar orang tentunya berharap proses rebalancing ini akan
berlangsung secara bertahap. Rebalancing yang terlalu cepat akan sangat
menyakitkan dan merugikan semua orang sehingga banyak orang mengatakan hal
tersebut tidak mungkin terjadi. Namun apa yang tidak mungkin terjadi di
dunia ini jika dinosaurus dan Uni Soviet yang begitu perkasa bisa punah dan
runtuh dalam waktu singkat.
Dalam meniti gelombang ekonomi global yang semakin besar ini, ibarat orang
yang tengah berselancar kiat utama yang harus dipakai adalah ombak dicermati
besar dan arahnya dan pada waktu yang tepat. Tindakan harus diambil agar
kita selamat dari risiko tergulung dan tenggelam. Untuk itu tentunya perlu
upaya kekompakan dan kerja semua pihak.
Dalam kondisi ini Pemerintah harus menjadi komando yang baik untuk
menyelamatkan bangsa ini berselancar di tengah gelombang. Secara simultan
segala persiapan tentunya harus disiagakan mulai dari strategi komunikasi
dan koordinasi yang tegas dan jelas, kelancaran distribusi bahan pokok,
hingga penyediaan program jaring pengaman sosial (JPS) bagi rakyat golongan
menengah ke bawah, yang biasanya paling rentan terhadap perubahan kondisi
ekonomi. Pengalaman menghadapi krisis ekonomi tahun 1997/98 harusnya membuat
kita lebih siap menghadapi hal ini.
Oleh *Rahmatullah Sjamsudin*
Analis keuangan, bekerja di Bank Indonesia
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---