Aww. DearAdd. ANB. n.a.banggakan.Tarimo kasih kiriman tulisan hal pokok email 
diateih  sangeik bamanfaat. Kami sadang mamulai KJS Al Jiran basamo jo HAJ 
(H.Aswin Jusar) dengan basis Masjid Al Muhajirin Kota Depok.Ambo sangeik 
batarimo kasih pabilo ado tulisan2 satantangan ekonomi bernafaskan ke-Islam-an 
dalam upayo kami memberantas Rentenir nan umumnya dikuasai dek ugamo subalah. 
Wassalam,Haasma Depok
 

     Pada Senin, 12 Januari 2015 6:17, Akmal Nasery Basral 
<[email protected]> menulis:
   

 Tarimo kasih Tan Mudo.Tapi tampaknyo versi online tu editingnyo masih 
berantakan (antah di versi cetak Singgalang dek ambo alun caliaknyo koran hari 
Sabtu tu). Nan aleh ado satu tabel nan indak dimuek, mungkin keterbatasan 
halaman. 
Oleh karena itu ambo kirim versi asli artikel tersebut. Semoga bermanfaat, 
terutama bagi berminat pada topik ini.
Wassalam,
ANB
* * *
Kolom
GELIATEKONOMI SYARIAH DI RANAHOleh Akmal Nasery Basral*             PADA18 
Desember 2014 harian ini menurunkan artikel berjudul “Pertumbuhan EkonomiSumbar 
Kalah dari Jambi” yang menyatakan selama dua tahun terakhir Jambimenempati 
peringkat tertinggi di Sumatra dengan pertumbuhan 7,88 persen (2012)dan 7,44 
persen (2013). Sementara ekonomi Sumatra Barat tumbuh berturut-turutsebesar 
6,18 persen dan 6,38 persen.  Angka yang terakhir menempatkanSumatra Barat di 
peringkat 4 dari 10 provinsi, di bawah Bengkulu (6,6 persen)dan Babel (6,53 
persen). Namun pertumbuhan ekonomi Sumbar masih di atas SumatraUtara (6,22 
persen), Sumatra Selatan (6,01 persen) dan seterusnya sampai Riaudi posisi 
terakhir (3,5 persen).  Menurutekonom Syafruddin Karimi yang dikutip 
Singgalang,“Pertumbuhan ekonomi itu berbanding lurus dengan penduduk miskin. 
Pemerintahharus berusaha melecut pertumbuhan ekonomi di daerah. Investasi 
pentingsehingga lapangan kerja terbuka dan pasar bergerak.”            Jikadata 
pertumbuhan ekonomi itu dilanjutkan sampai pada Triwulan II 2014, makadata 
resmi yang dilansir BPS Sumatra Barat menunjukkan angka sebesar 6,30persen. 
Pertumbuhan tertinggi terdapat pada sektor pengangkutan dan komunikasisebesar 
9,5 persen dan terendah pada sektor pengolahan sebesar 1,6 persen. Sampai 
artikel ini ditulis,data pertumbuhan ekonomi Sumbar di tahun 2014 secara utuh 
belum didapat, namunbisa diduga tak akan beranjak jauh dari kisaran 6,30 persen 
yang tercatat padapertengahan tahun lalu. PapanTengah di Ekonomi Syariah        
    Jikapertumbuhan ekonomi (umum) Sumbar berada di “papan tengah” peringkat 
Sumatra,lantas bagaimana pertumbuhan ekonomi syariah (PES) dari provinsi yang 
berspiritadat basandi syarak, syarak basandikitabullah ini? Apakah nilai-nilai 
keislaman ABS SBK itu sudah sempurnamenjiwai aktivitas ekonomi dan mendongkrak 
peringkat Sumbar?            Datayang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (Juni 
2014) untuk DPK (Dana Pihak Ketiga)pada bank syariah di Sumatra Barat selama 
tahun 2014 adalah sebanyak Rp. 2,533trilyun (1,38%) dari total DPK Perbankan 
Syariah Nasional.  Ini menempatkan Sumbar pada peringkat 12 daritotal 34 
provinsi, dengan peringkat utama nasional diraih oleh DKI Jakartasebanyak Rp. 
Rp. 91,07 trilyun (49,44 persen).             Komparasidengan DKI tentu jauh 
panggang dari api mengingat skala ekonomi syariah diibukota yang jauh lebih 
berdenyut. Tetapi bagaimana dengan peringkat Sumbar diPulau Sumatra sendiri 
dibandingkan 9 provinsi lain? Ternyata agak mengejutkankarena peringkat itu 
persis sama seperti posisi Sumbar dalam pertumbuhanekonomi (umum): yakni di 
peringkat ke-4. Yang lebih mengejutkan tiga posisiteratas justru ditempati oleh 
provinsi-provinsi yang berada di bawah Sumbardalam peringkat pertumbuhan 
ekonomi (umum), yakni Sumatra Selatan dengan Rp.3,760 trilyun (2,03 persen) di 
peringkat ketiga, Riau dengan Rp. 3,788 trilyun(2,04 persen) di peringkat 
kedua, dan Sumatra Utara dengan Rp. 6,214 trilyun(3,35 persen) di peringkat 
pertama. Data itu sekaligus menunjukkan DPKperbankan syariah di Sumatra Utara 
lebih dari dua kali DPK yang berada diSumbar.   Tabel. PENYEBARANDPK PERBANKAN 
SYARIAH 2014
Dalam Milyar Rp.
|  No.  |  Provinsi  |  Total  |  Prosentase  |
|  1.  |  Aceh  |  Rp.   2.310  |    1,25 %  |
|  2.  |  Sumatra Utara  |  Rp.   6.214  |    3,35 %  |
|  3.   |  Sumatra Barat   |  Rp.   2.553  |    1,38 %  |
|  4.   |  Sumatra Selatan   |  Rp.   3.760  |    2,03 %  |
|  5.  |  Bangka Belitung  |  Rp.       182  |    0,10 %  |
|  6.  |  Jambi  |  Rp.       925  |    0,50 %  |
|  7.   |  Bengkulu  |  Rp.       423  |    0,23 %  |
|  8.   |  Riau  |  Rp.   3.788  |    2,04 %  |
|  9.   |  Kepulauan Riau  |  Rp.   1.644  |    0,89 %  |
|  10.   |  Lampung  |  Rp.   1.506  |    0,81 %  |
|  11.  |  DKI Jakarta  |  Rp. 91.708  |  49,44 %  |
|  12.  |  Jawa Barat  |  Rp.  20.861  |  11,25 %  |
|  13.  |  Banten  |  Rp.    4.783  |    2,58%  |
|  14.  |  Jawa Tengah  |  Rp.    8.302  |    4,48 %  |
|  15.   |  D.I. Jogjakarta  |  Rp.    2.939  |    1,58 %  |
|  16.  |  Jawa Timur  |  Rp.  16.581  |    8,94 %  |
|  17.  |  Bali  |  Rp.       743  |    0,40 %  |
|  18.  |  Kalimantan Barat  |  Rp.    1.478  |    0,80 %  |
|  19.   |  Kalimantan Tengah  |  Rp.       495  |    0,27 %  |
|  20.  |  Kalimantan Timur  |  Rp.   3.666  |    1,98 %  |
|  21.   |  Kalimantan Selatan  |  Rp.   2.523  |    1,36 %  |
|  22.  |  Sulawesi Utara  |  Rp.      207  |    0,11 %  |
|  23.   |  Gorontalo  |  Rp.      294  |    0,16 %  |
|  24.  |  Sulawesi Barat  |  Rp.        99  |    0,05 %  |
|  25.  |  Sulawesi Tengah  |  Rp.      682  |    0,37 %  |
|  26.  |  Sulawesi Tenggara  |  Rp.      622  |    0,34 %  |
|  27.  |  Sulawesi Selatan  |  Rp.  2.785  |    1,50 %  |
|  28.   |  Maluku  |  Rp.      229  |    0,12 %  |
|  29.   |  Maluku Utara  |  Rp.      264  |    0,14 %  |
|  30.  |  Nusa Tenggara Barat  |  Rp.      919  |    0,50 %  |
|  31.  |  Nusa Tenggara Timur  |  Rp.      124  |    0,07 %  |
|  32.   |  Irian Jaya Barat  |  Rp.      234  |    0,13 %  |
|  33.  |  Papua  |  Rp.      492  |    0,27 %  |
|  34.  |  Lainnya  |  Rp.   1.169  |    0,63 %  |

Sumber: Statistik OJK (Juni 2014).                 Pertumbuhan ekonomi syariah 
memang tak cukuphanya diukur dari indikator DPK pada provinsi bersangkutan. 
Tetapi data itu bisadigunakan untuk membaca bagaimana tingkat 
kepercayaanmasyarakat Minang khususnya terhadap kinerja bank syariah sebagai 
tempat penempatandana.             Jikaperingkat Sumbar dalam pertumbuhan 
ekonomi (umum) saja sudah membuat ekonomrisau, maka peringkat dalam PES 
sesungguhnya lebih membuat prihatin. Sebabbagaimana menjelaskan di sebuah 
provinsi yang aktif menyatakan spirit syariah sebagairoh bermasyarakat, justru 
berada di peringkat ke-4 dari 10 provinsi di Sumatradan peringkat ke-12 dari 34 
provinsi se-Indonesia?             Bukankahsebagai provinsi yang berlandaskan 
ABS SBK Sumatra Barat sudah selayaknyamenjadi kampiun dalam pelaksanaan ekonomi 
syariah, minimal di Pulau Sumatra?  FungsiMasyarakat Ekonomi Syariah            
DalamPelantikan PengurusWilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Barat 
Periode 1433-1436 H, Juni2013,   Gubernur Irwan  Prayitno menyampaikan, 
Sumatera Barat dengan filosofiABS SBK sangat cocok dengan sistem perekonomian 
syariah ini. “Karena itu kitaberharap pengurus MES Sumbar dapat lebih aktif 
meningkatkan sosialisasi sistembank syariah ini,” katanya. Struktur pengurus 
MES yang banyak diisi olehpejabat fungsional di lingkungan pemerintahan 
provinsi sampai tingkat walikotadan bupati, memang merupakan model ideal dalam 
mempercepat akselerasi kegiatanekonomi syariah di ranah, khususnya melalui 
lembaga jasa keuangan syariahberagam bentuk, dari bank syariah sampai koperasi 
syariah.             Akan tetapiketerlibatan birokrat ini menjadi kurang 
efektif jika tidak disertai teladanbagaimana mereka juga antusias menggunakan 
lembaga jasa keuangan syariahdibandingkan lembaga keuangan konvensional yang 
sudah lebih dulu beroperasi.MES hanya akan efektif jika mereka menunjukkan 
kepada publik bukan hanya lewatimbauan agar masyarakat meningkatkan aktivitas 
ekonomi berbasis syariah,melainkan mencontohkan dengan lebihintens bagaimana 
mereka lebih mengandalkan lembaga jasa keuangan syariah dalampraktik 
sehari-hari.            Jika MESsudah bisa menjadi motor penggerak yang 
sesungguhnya dari ekonomi syariah, akanlebih mudah bagi MES untuk mengimbau 
masyarakat di ranah maupun rantau untuk“menitipkan” dana mereka layanan jasa 
keuangan di ranah. Sebab hanya dengankapasitas DPK yang signifikan maka 
aktivitas pendanaan melalui berbagai akadsyariah bisa lebih aktif dilaksanakan. 
            MES harusmembuat pelbagai program yang lebih aplikatif bagi beragam 
kalangan masyarakat,dari kelompok hartawan dan profesional sampai para pelajar 
yang baru mulaimenabung, untuk lebih mempercayakan penempatan dana mereka pada 
lembaga jasakeuangan syariah yang beroperasi di Ranah Minang.             Di 
dalam arus lalu lintas kapital yang kianmengglobal, kontekstualisasi ABS SBK 
dengan ekonomi syariah sudah sepantasnyamendapat prioritas utama. Karena tanpa 
kekuatan dalam praktik ekonomi syariahyang signifikan, Sumbar tak akan pernah 
benar-benar dihormati sebagai provinsiyang kuat di masa sekarang, bukan hanya 
mengandalkan romantisme kebesaranMinangkabau masa lampau.             
Menjadikampiun pelaksanaan ekonomi syariah seharusnya lebih mudah bagi 
Sumbardibandingkan menggenjot pertumbuhan ekonomi (umum) dalam konteks 
nasional.Apalagi dengan sudah adanya MES yang bisa menjadi lokomotif perubahan. 
 *Chairperson ForumAkselerasi Masyarakat Madani Indonesia (FAMMI), pengamat 
ekonomi syariah. 

Pada 10 Januari 2015 17.20, Nofend St. Mudo <[email protected]> menulis:

Singgalang, 10 Januari 2015
GELIAT EKONOMI SYARIAHAkmal Nasery Basral — PADA 18 Desember 2014 harian ini 
menurunkan artikel berjudul Pertumbuhan Ekonomi Sumbar Kalah dari Jambi yang 
menyatakan selama dua tahun terakhir Jambi menempati peringkat tertinggi di 
Sumatra dengan pertumbuhan 7,88 persen (2012) dan 7,44 persen (2013). Sementara 
ekonomi Sumatra Barat tumbuh berturut-turut sebesar 6,18 persen dan 6,38 persen.
Angka yang terakhir menempatkan Sumatra Barat di peringkat 4 dari 10 provinsi, 
di bawah Bengkulu (6,6 persen) dan Babel (6,53 persen). Namun pertumbuhan 
ekonomi Sumbar masih di atas Sumatra Utara (6,22 persen), Sumatra Selatan (6,01 
persen) dan seterusnya sampai Riau di posisi terakhir (3,5 persen).Untuk 
lengkapnya baca di sini:http://hariansinggalang.co.id/geliat-ekonomi-syariah/



-- 

Wassalam

Nofend St. Mudo
37th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
 1. Email besar dari 200KB;
 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.


   

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke