Sedari doeloe ---semenjak pemilihan wali nagari, camat, walikota atau bupati sampai ke gubernur berubah menjadi pemilihan langsung dengan kedok HAM : vox papuli vox dei--- saya sudah anti dengan pemilihan mencontek kaum liberal ini.
Minangkabau yang semenjak doeloe mengedepankan musyawarah menuju mufakat dalam memilih pemimpin mereka, tentu sangat makan hati dengan gaya pemiihan yang diadaptasi mentah-mentah dari negeri seberang yang sudah jelas berbeda kultur dan akidah yang dianut orang Minangkabau (yang termaktub dalam kredo : ABS-SBK). Jadi..., seandainya diadakan jajak pendapat misalnya, saya yakin seyakinnya orang minang yang berada 4,9 juta di ranah, dan 4,9 juta di rantau (DN/LN) sangat setuju kalau nagarinya yang bernama Daerah Istimewa Minangkabau dikukuhkan oleh undang-undang. Selamat dan sukses bagi aktivis DIM dalam mewujudkan cita-cita yang sudah lama terpendam menjadi kenyataan yang hakiki. Salam.................................., *mm**** Although this page is encrypted, the information you have entered is to be sent over an unencrypted connection and could easily be read by a third party. Are you sure you want to continue sending this information? Pada 21 Januari 2015 02.15, Asmardi Arbi <[email protected]> menulis: > ”Minangkabau (Sumbar) boleh saja menuntut otonomi luas, seperti halnya > Aceh Minangkabau berhak untuk memperolehnya” ungkap Sri Bintang Pamungkas > kepada Ust Ibnu Aqil D. Ghani melalui SMSnya beberapa waktu lalu. “Dan ini > bisa dilakukan misalnya dengan melakukan plebisit (jajak pendapat). Jika > otonomi khusus ini menang dalam plebisit tersebut, maka negara harus > mengakuinya”, katanya. Sri Bintang optimis bila diperjuangan dengan > sungguh-sungguh, Sumbar akan menikmatinya. > > > Berita selengkapnya lihat di attachement. > Jajak pendapat pernah ambo usulkan di Gebu Minang, tapi dijawab Ketua > Tidak perlu. > > Wassalam, > AA > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi > tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email > One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari > Google Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
