On Tue, Mar 25, 2008 at 8:40 PM, hambociek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>  Apokoh itu sababnyo Siti Aisah (Bundokanduang Mukminin)takuik jo
>  salak anjiang? Takana di ambo wakatu pajalanan dalam Parang Unto
>  (December 656), baliau mandanga salak anjiang. Aa itu disangkonyo
>  bahayo gadang ka tibo, badampong-dampong darahnyo. Itu sababnyo
>  manuruik tafsiran sabagian urang mangko baliau kalah malawan Ali bin
>  Abu Talib...
>

Itu beda cerita, Mak. Kekhawatiran 'Aisyah radhiyallahu 'anha bukan
berkenaan sabda Rasulullah Shallallahu 'alayhi waSallam tentang anjing
di dalam rumah.

Diriwayatkan dalam Musnad Ahmad, Shahih Ibnu Hibban dan Mustadrak
al-Hakim, bahwa ketika 'Aisyah dalam perjalanan itu berhenti di mata
air Bani 'Amir pada malah hari lalu mendengar gonggongan anjing.
Beliau pun menanyakan nama mata air itu. Orang-orang menjawab, "Mata
air al-Haw-ab.' Maka beliau pun berkata bahwa ia ingin kembali, yakni
membatalkan perjalanan itu. Namun orang-orang mendorong beliau untuk
melanjutkan perjalanan karena tujuan perjalanan itu adalah untuk
menyelesaikan perselisihan umat Islam. Beliau berkata bahwa Rasulullah
Shallallahu 'alayhi waSallam pernah bersabda (yang artinya): "Mana di
antara kalian yang digonggong oleh anjing-anjing al-Haw-ab."

Riwayat itu dishahihkan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, adz-Dzhahabi, Ibnu
Katsir, Ibnu Hajar dan al-Albani. Ada riwayat panjang yang menyebutkan
kejadian ini dengan banyak tambahan-tambahan lain dalam Tarikh
ath-Thabari namun riwayat yang itu tidak shahih.

Namun beliau tidak jadi kembali karena tujuan beliau pergi adalah
untuk menyelesaikan perselisihan ketika itu dan orang-orang yang
menyertainya memintanya untuk melanjutkan perjalanan. Perjalanan itu
terbukti memang berakhir tidak seperti yang diinginkan karena terjadi
perang antara pasukan Ummul Mu'minin 'Aisyah radhiyallahu 'anha dengan
pasukan Amirul Mu'minin 'Ali radhiyallahu 'anhu karena adanya kelompok
yang tidak menginginkan terjadinya perdamaian. Padahal sebelumnya
kedua belah pihak telah bertemu untuk memperjelas duduk permasalahan.

Perselisihan yang dimaksud adalah tentang menindaklanjuti terbunuhnya
Amirul Mu'minin 'Utsman radhiyallahu 'anhu. 'Ali ingin menenangkan
keadaan dulu sebelum mencari dan menghukum para pembunuh itu.
Sedangkan sebagian shahabat lain termasuk 'Aisyah ingin agar para
pembunuh itu ditindak dulu. Kepergian 'Aisyah sendiri tidak disetujui
oleh shahabat seperti 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma.
'Aisyah sendiri pun menyesali perjalanan itu.

Demikian kira-kira, Mak.

Allahu Ta'ala a'lam.

-- 
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke