Kab. Pesisir Selatan - 23/01/2015 07:10 WIB Ratusan Rumah Terendam Banjir di Pesisir Selatan
Painan, (Antara Sumbar) - Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menyebabkan ratusan rumah warga di Kecamatan IV Jurai, terendam banjir. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Selatan, Suib Tanjung ketika dihubungi, di Painan, Jumat, mengatakan banjir terjadi akibat meluapnya Batang Salido yang terletak di kecamatan itu setelah hujan mengguyur sejak siang hingga sore, pada Jumat. "Kami belum bisa menyebutkan jumlah pastinya rumah yang terendam banjir hari ini. Sejauh ini petugas BPBD masih melakukan pendataan ke sejumlah nagari (desa adat) di kecamatan ini, mengingat luasnya daerah yang terendam banjir," ujarnya. Informasi yang diterima di lapangan, banjir di IV Jurai merendam rumah warga di Nagari Salido, Bungopasang dan Painan Selatan. Rata-rata kedalaman air yang merendam rumah warga di nagari tersebut sepinggang orang dewasa dari lantai rumah. Jumlah rumah warga yang tergenang banjir di kecamatan itu diprediksi akan bertambah hingga malam hari nanti karena hujan lebat masih mengguyur wilayah Pesisir Selatan. Tidak hanya merendam rumah warga, akibat luapan Batang Salido, banjir juga menggenangi ruas jalan nasional di kecamatan itu. Kedalaman air sepinggang orang dewasa dari badan jalan akibatnya hubungan transportasi Padang ke Painan (pusat Kabupaten Pesisir Selatan) putus total sejak pukul 17.00 WIB hingga kini. Selain petugas, BPBD Pesisir Selatan juga mengerahkan beberapa peralatan penanggulangan bencana seperti perahu karet ke lokasi paling parah genagan air di kecamatan itu. Totoy (42) warga Bungopasang mengatakan banjir datang tiba-tiba sekitar pukul 15.30 WIB, setelah daerah itu diguyur hujan lebat sejak pukul 14.00 WIB. "Kini kami terpaksa mengungsikan keluarga dan sejumlah barang-barang berharga yang mudah rusak akibat rendaman air ke rumah saudara di tempat ketinggian, " katanya. Ia menyebutkan jika hujan lebat yang masih mengguyur daerah itu saat ini berlanjut hingga malam nanti dikuatirkan kedalaman air dapat bertambah lebih tinggi lagi di rumah warga. "Kami membutuhkan bantuan perahu karet untuk mengevakuasi anak-anak dan barang-barang berharga yang mudah rusak ke lokasi yang lebih tinggi. Jika hujan masih berlanjut kami kuatir air luapan Sungai Salido ini akan semakin dalam sehingga air bertambah tinggi. Hingga kini air belum surut di rumah kami," katanya. (*/jun) ANTARA Sumbar ==== Kab. Pesisir Selatan - Hari ini, jam 05:24 WIB Hubungan Transportasi Darat Padang-Bengkulu Putus Painan, (Antara Sumbar) - Hubungan transportasi Padang, Sumatera Barat-Bengkulu putus total akibat jalan nasional di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar, terendam banjir, Jumat. Aidil (38) seorang pengemudi mobil angkutan barang di Painan, Jumat, mengatakan, kejadian putusnya akses transportasi darat Padang-Bengkulu tersebut sudah berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga kini. Genangan air di jalan negara tersebut terdapat di Kecamatan IV Jurai, kabupaten setempat, tepatnya dekat jembatan Salido akibat meluapnya Batang Salido. "Hingga kini kondisi jalan nasional Padang-Bengkulu ini belum dapat dilewati kendaraan, baik roda dua maupun mobil sejak pukul 17.00 WIB. Kedalaman air di lokasi tersebut setinggi pinggang orang dewasa, " katanya. Akibat kejadian tersebut warga yang hendak bepergian ke pusat kabupaten (Painan) dan sebaliknya ke Padang terpaksa mengurungkan niatnya. "Kendaraan roda empat dan truk yang biasa melintasi jalan nasional ini harus rela menunggu hingga kondisi jalan pulih kembali, ada juga yang memutuskan balik arah ke tempat masing-masing, " katanya. Wakil Bupati Pesisir Selatan Editiawarman, mengatakan, selain putusnya hubungan transportasi darat Padang-Bengkulu, akibat banjir luapan Batang Salido, IV Jurai tersebut, ratusan rumah warga di kecamatan itu juga terendam banjir. Kedalaman air di lantai rumah warga sekitar satu meter atau melewati pinggang orang dewasa. Tidak saja itu, sebuah jembatan gantung di Nagari Tambang, IV Jurai ambruk akibat terjangan air bah. Selain IV Jurai, akibat guyuran hujan tersebut kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Batangkapas kabupaten setempat. Sekitar 300 rumah warga pada dua nagari (desa adat) terendam banjir di kecamatan itu. Ke dua nagari di Batangkapas yakni IV Koto Mudiek Lubuk Nyiur dan Taratak Tempatih. Banjir di dua nagari itu akibat luapan Batang Lubuk Nyiur yang terletak di daerah tersebut. Khusus di IV Jurai, sebanyak 60 kepala keluarga yang rumahnya terendam banjir mengungsi ke Bukit PDAM yang berada di sekitar lokasi. Sebagian warga dari Kecamatan IV Jurai dievakuasi ke Masjid Akbar Baiturrahman Painan. Sebagai upaya untuk mengantisipasi jatuhnya korban akibat bencana tersebut maka pemkab setempat telah mengerahkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan peralatan penanggulangan bencana ke sejumlah titik terparah banjir. (*/jun) ANTARA Sumbar ==== -- *Wassalam* *Nofend St. Mudo38th/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok SelatanTweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * *https://www.facebook.com/nofend <https://www.facebook.com/nofend>* -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
