Ini informasi berharga yang ditulis wartawan senior Hanibal Wijayanta di FB-nya (kini HW bekerja di ANTV, sebelumnya pernah bersama ambo dan Johan Budi di majalah Tempo).
Hanibal sejak dulu sering dipanggil ustadz. Info dari dia biasanya shahih. Tidak ada yang dhaif apalagi maudhu'. Wassalam, ANB * * * Hanibal Wijayanta <https://www.facebook.com/hanibal.wijayanta?fref=nf> 5 hrs <https://www.facebook.com/hanibal.wijayanta/posts/10205818522804317> · Sik sik sik... Setelah mendengar info terpercaya tentang peristiwa yang terjadi kemarin sore di Istana Bogor dan semalam di Mabes Polri, saya akhirnya menyimpulkan, bahwa mafia para perwira dengan rekening gendut di Mabes Polri sungguh luar biasa jejaringnya. === Di Istana, lewat jejaring politik yang mereka bangun dengan gelontoran duit milyaran rupiah, mereka mencoba mengepung Presiden lewat partai-partai pendukung Jokowi dalam pemilu presiden lalu untuk menggolkan Budi Gunawan menjadi calon Kapolri. Partai-partai itu menyetir dan menjebak Jokowi dengan usul ganjil serta rekomendasi yang berlawanan dengan rasa keadilan dan opini publik. Ketika Presiden bereaksi, partai-partai itu mengancam akan menarik dukungan. Ketika Presiden meminta Budi Gunawan mengundurkan diri dari pencalonan karena sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Kepala Lemdiklat Polri itu bersikukuh untuk bertahan. Ia kemudian bahkan menggerakkan orang-orangnya untuk bermanuver. Mereka lalu mencoba mengkriminalisasi lembaga dan orang-orang yang dianggap menghalangi jalan kawannya itu. Di internal Polri, mereka "memaksa" Kapolri demisioner Sutarman untuk memutasikan Komjen Suhardi Alius ke Lemhannas. Sebab, Suhardi dianggap berkhianat karena memberikan data-data rekening gendut ke KPK. Padahal, Suhardi dikenal cukup dekat dengan Sutarman. "Tak hanya sekadar memutasikan, "pembuangan" Suhardi juga akan mengurangi persaingan calon Kapolri," kata seorang kawan yang dekat dengan Sutarman. Pembongkaran lobby Abraham Samad oleh petinggi PDI Perjuangan dan penangkapan Bambang Wdijojanto oleh Bareskrim Mabes Polri adalah dua manuver yang juga mereka rancang. "Yang lain menunggu giliran," kata seorang kawan. Maka untuk menjaga keamanan mereka, Presiden memerintahkan Panglima TNI untuk mengerahkan pasukan Kopassus untuk menjaga mereka. "Mereka sudah siap," kata kawan tadi. Manuver para ronin yang menangkap Bambang Wijojanto itu ternyata di luar sepengetahuan Wakapolri. "Semua dirancang dan diperintahkan oleh Kabareskrim Budi Waseso. Dia calon besan Budi," kata sumber saya di kubu Jokowi. Maka ketika Presiden Jokowi menyemprot Wakil Kepala Polri Badrodin Haiti di Istana Bogor, ia berjanji akan segera memerintahkan Bareskrim untuk melepaskan Bambang Widjojanto. Sore hari sepulang dari Istana Bogor sebenarnya Badrodin sudah memerintahkan Kabareskrim agar segera melepaskan Bambang Widjojanto. "Tapi Budi Waseso menolak perintah," kata kawan saya. Dengan alasan kekompakan dan esprit d'corps, beberapa perwira tinggi maupun para jenderal pensiunan pendukung Komjen Budi Gunawan mencoba menahan upaya pelepasan Bambang Widjojanto. Posisi Badrodin memang terjepit. Tak lama lagi dia pensiun, dan dia juga belum punya klik pendukung yang cukup kuat. Selain itu, Badrodin pun dikenal sebagai salah satu jenderal berekening gendut. Namun penolakan Kabareskrim membuat dirinya murka. "Anda tinggal pilih, melaksanakan perintah Presiden atau dicopot dan dianggap melawan perintah atasan...!" Akhirnya, calon besan Budi Gunawan itu pun bersedia melepaskan Bambang Widjojanto. Diduga ketegangan masih akan berlanjut, karena jejaring mafia di kubu politisi masih alot dan terus mencoba mengepung Jokowi. Apa komentar anda? #mafiarekeninggendut <https://www.facebook.com/hashtag/mafiarekeninggendut?source=feed_text&story_id=10205818522804317> Pada 24 Januari 2015 13.46, Elthaf <[email protected]> menulis: > Iyo kanda Tan Ameh, urang2 bitau, tapi maleh manyabuik, antahlah, smg > kebenaran terungkap, aamiin > > Sent from my iPhone > > On 21 Jan 2015, at 18.44, tasrilmoeis <[email protected]> wrote: > > Nampak no dari Kamis sore sampai Jumaik tu banyak tuyul nan gentayangan di > mabes polri. Serba indak jaleh sia nan mambarantikan Suhardi dan bilo pulo > BW ko dipiliah nan harus pakai wanjakti untuak pangganti no. > Dan pangganti Suhardi ko lah nampak no nan akan di plot jadi kapolri baru. > > Tan Ameh > > > Sent from my Samsung device > > > -------- Original message -------- > From: "Fashridjal M. Noor" <[email protected]> > Date: 01/21/2015 6:33 PM (GMT+07:00) > To: [email protected] > Subject: Re: [R@ntau-Net] Barita Sanginiang Tantang Calon (Kuaik)? > Gubernur DIM 2015-2020 > > RABU, 21 JANUARI 2015 | 11:48 WIB > > Sutarman Bantah Copot Jabatan Suhardi Alius > > TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutarman > membantah telah mencopot Komisaris Jenderal Suhardi Alius dari jabatan > Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Saat ini Suhardi menjabat Sekretaris > Utama Lembaga Ketahanan Nasional. (Baca: Polisi Serang Balik KPK Picu Cicak > Vs Buaya Bab 2.) > > "Pergeseran itu terjadi setelah (pencopotan) saya, jadi sudah bukan > wewenang saya lagi," kata Sutarman kepada wartawan di Markas Besar Polri di > Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Januari 2015. (Baca: KPK Jawab > 'Serangan' Istana Soal Budi Gunawan.) > > Menurut Sutarman, dirinya telah menyerahkan jabatan dan wewenangnya > sebagai Kapolri kepada Pelaksana Tugas Kapolri Komisaris Jenderal Badrodin > Haiti pada Jumat, 16 Januari lalu. Walhasil, Sutarman menyebut pencopotan > Suhardi adalah wewenang Badrodin Haiti. "Jadi, pergeseran setelah itu > wewenang Badrodin," ujarnya. (Baca: Perwira Setor ke Budi, Polisi 'Jeruk > Makan Jeruk'.) > > Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie > mengatakan mutasi itu dilakukan untuk penyegaran di internal Polri. Ia > membantah kabar bahwa Suhardi dicopot terkait dengan kasus yang menjerat > Komisaris Jenderal Budi Gunawan. > > Sebelumnya, sejumlah sumber menyebutkan Suhardi merupakan orang yang > membocorkan informasi kecurangan yang dilakukan Budi kepada Komisi > Pemberantasan Korupsi. Pada Selasa, 13 Januari 2015, KPK menetapkan Budi > sebagai tersangka kasus dugaan kepemilikan rekening tidak wajar. > > Penetapan Budi sebagai tersangka hanya sehari sebelum Kepala Lembaga > Pendidikan Polri itu mengikuti tes kelayakan dan kepatutan di depan Komisi > Hukum Dewan Perwakilan Rakyat. Dewan akhirnya menyetujui Budi sebagai > Kapolri terpilih menggantikan Sutarman melalui sidang paripurna pada Kamis, > 15 Januari 2015. > > INDRA WIJAYA > On Jan 21, 2015 6:12 PM, "Muchwardi Muchtar" <[email protected]> > wrote: > >> Pencopotan Suhardi Itu Perintah Terakhir Sutarman >> >> [image: Gambar sisip 1] >> >> Mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen Pol. Suhardi Alius. >> >> *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* – >> Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Komisaris Jenderal >> Suhardi Alius akhirnya buka mulut soal alasan mutasi dirinya ke Lembaga >> Ketahanan Nasional. Titipkan kisah, Suhardi meminta Kepala Divisi Hubungan >> Masyarakat Inspektur Jenderal Ronnie Sompie mengklarifikasi seluruh isu >> yang beredar tentang upaya pembersihan di lingkungan Polri. >> >> “Sutarman menghubungi Suhardi satu hari sebelum pemberhentiannya sebagai >> Kapolri,” kata Ronnie saat dihubungi, Ahad, 18 Januari 2015. >> >> Dalam pertemuan tersebut, Sutarman menyatakan Suhardi akan digantikan >> oleh Kepala Sekolah dan Staf Pimpinan Irjen Budi Waseso. Sutarman juga >> meminta Suhardi untuk mempersiapkan seluruh proses pergantian jabatan >> sehingga tugas Bareskrim Polri dapat berjalan lancar. >> >> Perintah Sutarman tersebut langsung ditanggapi Suhardi keesokan paginya, >> 16 Januari 2015. Ia mengumpulkan semua petinggi dan anggota Bareskrim di >> kantornya. >> >> Dalam kesempatan tersebut, Suhardi sudah menyampaikan informasi ihwal >> dirinya yang akan digantikan oleh Budi Waseso. Suhardi juga menyempatkan >> diri untuk berpamitan dan mengambil seluruh dokumen serta barang pribadi >> dari kantor Bareskrim. >> >> “Jadi tak ada itu pembersihan dan pencopotan,” ujar Ronnie. >> >> Ronnie juga membantah adanya pengkubuan antara orang-orang kepercayaan >> Sutarman dan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan. Ia menilai semua anggota >> kepolisian sama. Promosi dan mutasi semata-mata untuk kepentingan >> organisasi dan regenerasi. >> >> Sebelumnya, ramai diberitakan bahwa mutasi terhadap Suhardi merupakan >> efek dari penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka dalam kasus rekening >> mencurigakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. >> >> Suhardi dituding sebagai pengkhianat dengan dugaan membocorkan data baru >> soal laporan keuangan Budi Gunawan, mantan ajudan Megawati Soekarnoputri. >> Suhardi dikenal sebagai sosok yang dekat dengan KPK serta Pusat Pelaporan >> dan Analisis Transaksi Keuangan. >> >> Budi Waseso sendiri, meski belum dilantik, sudah mengumbar janji dan >> ancaman akan melakukan pembersihan di internal Polri dari pengkhianat. Ia >> juga berjanji akan berjuang hingga tetes darah penghabisan untuk menjaga >> wibaba kepolisian. >> *** >> >> Di sampiang Komisaris Jenderal Suhardi Alius (Akpol 1985) ado surang lai >> (junior baliau : *Boy Rafli Amar* gelar *Datuak Rangkayo Basa*, Akpol >> 1988) nan kini babintang duo jadi Kapolda di provinsi Banten, tamasuak >> urang awak di jajaran kapolisan tu nan sabana boneh dalam skala nasional. >> >> Jadi, kalau ado *issue* nan mangatokan angku Suhardi Alius sabana cocok >> mamimpin DIM (d/h provinsi Sumatra Barat) periode pasca Irwan "PKS" >> Prayitno 2015-2020, ambo raso rang rantau basarato rang ranah tantu satuju >> sajo. >> >> Kalau ("DI) Bali sukses dipimpin Irjen Pol (purn) I Made Mangku Pastika >> sampai duo periode (2008-2013 & 2013-2018) >> >> Ba a gakti, MakNgah? >> >> E eh, mukasuik ambo, ba a gakti Pak MN? >> >> >> Salam......................................., >> >> *mm**** >> >> (alah baliak ka Bekasi) >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
