Pak Azmi Abu Kasim Dt Bagindo dkk, yang saya hormati,

Assalamu’alaikum w.w., 

     

     Kalau pertanyaan2 seperti yang dikemukakan oleh Pak Azmi itu datang dari 
kawan yang memang tidak tahu dan tidak mengerti tentang liku2 adat dan budaya 
dari masyarakat Minangkabau tentu kita dengan entusias akan membantu 
menjelaskannya. Tapi ini datangnya dari seorang pakar adat dan budaya 
Minangkabau itu sendiri yang jarang ada duanya di tengah2 kita sekarang ini. 
Mustahillah kalau Pak Azmi tidak pula tahu dengan pertanyaan2 yang 
dikemukakannya itu, karena semua itu ada di kepala Pak Azmi sendiri. Dan kalau 
benar2 tidak tahu dari point2 yang disampaikan itu, kan bisa cari dan tengarai 
sendiri.

     Masalah kita dalam memperjuangkan tegaknya DIM itu sederhana saja. Berbeda 
dengan daerah2 lainnya di Indonesia ini, masyarakat Minangkabau memiliki 
latar-belakang sosial-budaya yang unik dan istimewa, yang tidak ada duanya di 
Indonesia ini -- bahkan termasuk jarang di dunia sekalipun. 

     Yaitu, satu, sistem sosialnya yang matrilineal dan tidak matriarkal, 
tetapi patriarkal. Yang memimpin keluarga di rumah ibu maupun di rumah bapak 
(bako) adalah laki2, tidak wanita. Tidak ada wanita yang jadi mamak ataupun 
ninik mamak alias penghulu. Sebaliknya, semua harta pusaka dan kekayaan 
keluarga dimiliki secara bersama dalam keluarga untuk sebesar-besar kemakmuran 
bagi wanita dan anak2. 

     Dua, adatnya bersendi Syarak dan Syarak bersendi Kitabullah. Syarak 
mengata, adat memakai. Adat yang baik yang sejalan dengan syarak dipakai, yang 
buruk dan tidak sejalan dengan syarak dibuang. Jelas, tidak ada konflik antara 
adat dan syarak. Adat dan Syarak bersintesis, kuat-menguatkan, bak aue jo 
tabiang. Masyarakat Minang menganut agama Islam yang Berketuhanan Yang Maha 
Esa, seperti yang dicantumkan dalam Sila Pertama Pancasila dan Pasal 29 ayat 
(1) UUD1945: “Negara berdasar atas Ketuhanan YME.” Satu2nya agama yang 
berketuhanan YME adalah --dan hanyalah-- Islam.

     Dua fondasi itu saja cukup untuk mengajukan agar Sumatera Barat dijadikan 
menjadi Daerah yang bersifat khusus dan istimewa, seperti yang dibunyikan dalam 
Pasal 18B ayat (1) UUD1945: “Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan 
pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur 
dengan undang2.” 

     Masalah kita adalah: kedua fondasi itu di-sebut2 ada, tapi dipraktekkan 
tidak, karena tidak mempunyai kekuatan hukum. Untuk itulah kita jadikan Sumbar 
ini menjadi DIM agar kedua fondasi sosial itu terlaksana dengan baik dan 
efektif di samping terlaksananya undang2 dan peraturan kenegaraan lain2nya di 
NKRI ini.

     Kalau diterima, Sumatera Barat akan menjadi daerah provinsi kelima, bukan 
yang pertama, yang diakui kekhususan dan keistimewaannya, sesudah DIY, DKI 
Jakarta, DI Nangroe Aceh Darussalam, Papua.

     Yang diperlukan adalah kebulatan suara dan mufakat dari semua kita, di 
ranah dan di rantau.

     Peranan Pak Azmi Dt Bagindo yang ahli adat dkk adalah besar sekali dalam 
menggolkan keinginan menjelmakan Provinsi Sumatera Barat menjadi DIM -- Daerah 
Istimewa Minangkabau. Dan waktunya adalah sekarang, karena kita menginginkan 
DIM itu sudah terbentuk dan dikabulkan menjelang 17 Agustus 2015 yad ini.

     Mari Pak Azmi dkk semua, kita bersatu hati untuk menggolkannya. Semoga 
Allah memberkati usaha kita ini, amin.


 
Wassalam,

Mochtar Naim

Ciputat, 24 Jan 2015


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke