Rabu, 04/02/201511:57 WIB Bos BUMN Ini Sebut RI Impor Jengkol dari Malaysia

Wiji Nurhayat - detikFinance

Jakarta - Produk sayuran seperti jengkol termasuk yang harganya rawan
berfluktuasi tergantung musim, karena pasokannya sering terbatas untuk
periode tertentu. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, ada
informasi yang menyebutkan kebutuhan jengkol harus diimpor dari Malaysia.

"Kita mengimpor jengkol tahun 2013 lalu dari Malaysia Rp 15 miliar," kata
Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro dalam Seminar
Nasional Politik Ekonomi Ketahanan Pangan dalam Jokowinomics di Aula
Nurcholish, Univeritas Paramadina Jakarta, Rabu (4/02/2015).

Ismed mengatakan di Malaysia komoditas jengkol menjadi penting dan
dikembangkan oleh para petaninya. Sedangkan di Indonesia, tanaman ini masih
dipandang sebelah mata karena ditanam apa adanya.

"Jengkol di Indonesia tidak dikelola secara bisnis dan industri. Di
Malaysia sudah menjadi industri pangan. Malaysia mungkin bisa menjadi
produsen jengkol di dunia," kata petinggi BUMN perkebunan ini.

Ismed juga mengungkapkan Indonesia kerap mengimpor banyak komoditas pangan.
Selain jengkol, Indonesia masih ketergantungan dengan impor gula mentah
(raw sugar) untuk kebutuhan gula industri.

Selain gula, beberapa komoditas pangan pokok seperti beras, cabai dan
bawang (merah dan putih) juga masih diimpor. Bila tidak ada perbaikan di
sisi produksi dalam negeri, Ismed memperkirakan devisa yang dikeluarkan
semakin besar hanya untuk mengimpor pangan pokok yang seharusnya bisa
diproduksi di dalam negeri.

"Jagung dan singkong impor semua dari Vietnam. Devisa negara sebesar Rp 435
triliun kita keluarkan di tahun 2013 hanya untuk impor pangan. Di tahun
2030 mungkin Rp 1.200-1.500 triliun kita keluarkan karena tidak ada pasok
kebutuhan pangan yang cukup di dalam negeri," katanya.

(wij/hen)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke