Taman ko io rancak palapeh arak bagi nan kamanaruihkan pajalanan. Dulu wakatu kadibuek lai mandanga, tapi jadinyo io kaba mak Ngah ko baru.
Indak kolah bapaga. Kalau parak lapeh, kawatir awak malam hari dimasuiki urang bapacu kudo disitu. Kudo jinak impor dari sabalah, akan bannyak berdatangan, nan kadi pacu disitu. Dek hasilnyo nampak, tak usah karajo kareh, mairiang lo kudo sawah kadalam parak tu Mudah-mudahanlah pak Bupati awas mangani itu. Tarimo kasih infonyo Mak Ngah Wass, Maturidi -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
