Kembali terdengar desah kaget mendengar julukan beliau, sungguh tak
terbayangkan bagaimana kaya rayanya orang ini dan pasti ilmu silatnya juga
sangat hebat karena beristerikan seorang pendekar wanita ternama.  Tamu yang
lain yang belum pernah mendengar julukan ini jadi bertanya-tanya pada
Jintan, sambil berbisik-bisik Jintan dan isterinya menjelaskan pada mereka,
setelah itu mereka baru mengerti siapa pria murah senyum ini dan
bertanya-tanya dalam hati jika dia memang orang sekaya itu kenapa berpakaian
sangat sederhana sekali. Mereka sempat meragukan hal ini tapi karena yang
memperkenalkan adalah wali nagari yang sangat mereka hormati jadi mau tidak
mau mereka mempercayainya.

 

“Nah, pemuda yang tampan ini bernama Kahar atau terkenal juga dengan nama
Sutan Mudo Barangin, masih kemenakan dari raja kita sekarang, dan beliau
juga sangat terkenal di dunia persilatan.”

 

Mereka semua yang hadir tambah terkejut lagi dengan status dari pemuda
tampan itu, ini artinya dia seorang pangeran juga. Memang terpancar di
wajahnya aura keagungan keluarga kerajaan, sikap dan tindak tanduknya sangat
halus sekali seperti sikap seorang bangsawan.  Lastri merasa lebih terkejut
lagi, karena teman masa kecilnya memang dari keluarga kerajaan juga, semakin
yakin dia bahwa Kahar adalah teman masa kecilnya, dia sudah merencanakan
akan mendekati pemuda ini dan menanyakannya. Sebenarnya Kahar adalah teman
kakaknya tapi sering bermain juga dengan dirinya, diam-diam waktu kecil dia
berangan bisa menjadi isteri Kahar, dan perasaan cinta ini sampai sekarang
masih ada di dadanya. Dia tahu Kahar belum mempunyai isteri, dia sudah
menanyakannya pada Siti, walaupun dia sudah punya anak tapi dia yakin masih
bisa merebut hati Kahar, karena dia masih terlihat cantik dan usianya juga
masih lebih muda dari Siti 2 tahun ditambah lagi waktu kecil dulu mereka
pernah berjanji akan menjadi suami isteri ketika besar nanti.

 

Lastri mulai mengkhayalkan menjadi isteri Kahar, dia tidak menyadari bahwa
Kahar tidak mempunyai perasaan apapun padanya bahkan ingat dia teman masa
kecilnya saja tidak. Hati Kahar sekarang ini terisi penuh dengan wajah Siti,
dia sudah tidak mampu lagi melihat wanita lain, apalagi sang pujaan hati
begitu memikat hati penampilannya siang ini seakan membetot sukmanya keluar
dari tubuhnya. Ini sebabnya dia tidak dengar saat Bumi memperkenalkannya
pada yang lain, karena dia sedang sibuk meredakan denyut jantungnya ketika
pandangan matanya bersirobok dengan kerlingan mata Siti.  Bumi yang tidak
mendengar sahutan dari Kahar, memalingkan wajahnya melihat Kahar, dan
langsung tawanya hampir tersembur keluar, karena melihat wajah Kahar yang
memerah malu sambil curi-curi pandang pada Siti. Seorang pria dewasa yang
terkenal ketampanannya dan ilmu silatnya yang hebat bisa salah tingkah di
depan seorang gadis. 

 

Semakin bulat tekat Bumi untuk menjodohkan kedua insan ini, karena dia sudah
melihat tanda-tanda dari keduanya yang saling menyukai. Dia merencanakan
nanti malam akan menanyakan hal ini pada Kahar, apakah serius ingin
mempersunting Siti. Tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa mereka berdua
pernah saling menjalin hubungan asmara dulunya yang berakhir dengan
kesedihan, ditambah lagi dengan kehadiran Lastri yang akan menyulitkan dia
menyatukan kedua insan ini.

 

Setelah acara perkenalan selesai, para orang tua dan wali keempat anak yang
sedang asyik bermain dengan Aswin ini tambah menjadi sungkan terhadap tamu
istimewa dari wali nagari mereka. Tidak pernah terlintas dalam benak mereka
untuk bisa bertemu dan berbicara dengan tamu istimewa ini. Dan ini semakin
timbul pertanyaan dalam hati mereka, mau apa orang-orang terkenal seperti
mereka mau berkenalan dengan mereka yang bukan siapa-siapa ini. Dengan wajah
yang kebingungan mereka memandang wajah wali nagari dan ingin mengajukan
pertanyaan. Bumi yang sudah melihat gelagat mereka ingin bertanya segera
membuka suara untuk menjelaskan.

 

“Bapak-bapak dan ibu-ibu, kedatangan kalian ke rumah aku ini dikarenakan aku
mau minta pendapat dari kalian mengenai sebuah persoalan, entah kalian bisa
membantu atau tidak?”

 

Apa tanggapan mereka atas permintaan Wali Nagari itu ? Apa yang akan terjadi
dengan calon murid ini ?

 

Bersambung……..

 


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.0/1343 - Release Date: 25/03/2008
19:17
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tuliskan Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian yg tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Agar dapat melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke