Satu kiat tata kelola pemerintahan dari Bupati Abdullah Azwar Anas
(Banyuwangi),
jangan terjebak aturan moral formal seperti Perda Anti Maksiat, melainkan
lebih pada pendekatan kesejahteraan.

Dengan kata lain, meminjam istilah Bung Hatta, gunakan politik garam,
jangan politik gincu.

Salam,

ANB

http://www.jpnn.com/read/2015/02/12/287009/Trik-Bupati-Kreatif-Selesaikan-Permasalahan-Maksiat-di-Daerahnya



Kamis, 12 Februari 2015 , 04:54:00
Trik Bupati Kreatif Selesaikan Permasalahan Maksiat di Daerahnya
<http://www.jpnn.com/read/2015/02/12/287009/Trik-Bupati-Kreatif-Selesaikan-Permasalahan-Maksiat-di-Daerahnya>



*YOGYAKARTA* - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas buka-bukaan soal trik
yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan berbau maksiat di daerahnya.
Menurutnya, permasalahan umat harus dicarikan solusinya dengan pendekatan
kesejahteraan. Bukan hanya dengan pendekatan moral.

Dia lantas mencontohkannya dalam hal penutupan lokalisasi. Menurutnya
menutup tempat esek-esek tidak bisa hanya dengan menganggap lokalisasi
melanggar moral.

"Kami di Banyuwangi menutup lokalisasi tidak dengan Perda Anti-Maksiat
seperti daerah-daerah lain. Di Banyuwangi tidak ada Perda Anti-Maksiat.
Yang ada seperti Perda Tata Ruang, di mana bangunan rumah tidak boleh
digunakan untuk usaha lokalisasi. Dasarnya itu, sehingga kita tidak bicara
moral atau tidak bermoral. Tentu saja ada pendekatan kesejahteraan berupa
modal dan pelatihan bagi warga di lokalisasi agar bisa berdaya secara
ekonomi, meski lokalisasi telah ditutup," ujar Anas.

Dia mengatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam Kongres Umat Islam
Indonesia yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Yogyakarta.

"Pendekatannya bukan moral atau maksiat, tapi kami paparkan data intelejen
bahwa selama ini peredaran narkoba dan perdagangan manusia banyak dilakukan
di karaoke kawasan pesisir seperti Banyuwangi. Selain itu, kami meyakinkan
bahwa pengembangan Banyuwangi ke depan adalah ekowisata berbasis alam dan
budaya, sehingga tidak perlu banyak karaoke," ujar Anas.

Jadi itu adalah bentuk pendekatan kesejahteraan. “Terbukti pariwisata kami
terus berkembang dan bisa berkontribusi ke ekonomi warga," imbuh Anas.

Anas menambahkan, kebijakan daerah harus tidak bias moral. Misalnya, tidak
bisa daerah meminggirkan kesenian atau tradisi lokal karena dinilai secara
subyektif oleh pemimpinnya sebagai kesenian atau tradisi yang bertentangan
nilai agama yang diyakini kepala daerah.

Islam di Indonesia adalah Islam yang mempunyai ciri tersendiri karena
berdampingan secara harmonis dengan kebudayaan dan kearifan lokal.

Di era kekinian, umat Islam perlu hidup selaras dengan teknologi dan sains.
Teknologi informasi merupakan keniscayaan dan tak bisa ditolak. "Jangan
takut pada internet dan sains. Justru dengan internet dan sains, umat Islam
bisa berkembang maju serta bermanfaat bagi seluruh alam," pungkas Anas.
*(mas/jpnn)*

Pada 11 Februari 2015 15.04, Akmal Nasery Basral <[email protected]>
menulis:

>
>
> Pada 11 Februari 2015 11.08, Muchwardi Muchtar <[email protected]>
> menulis:
>
>> Ya Allah, Ya Rahim, Ya Rahman... bukakanlah pintu hati Bupati Kabupaten
>> Agam dan Walikota Bukittinggi ---dalam menyongsong & membuktikan dalam
>> kenyataan ABS-SBK--- untuk meniru kebijakan yang telah diterapkan oleh
>> anak laki-laki Pak *Letjen
>> <http://id.wikipedia.org/wiki/Letnan_Jenderal> (Purn) Ir. Azwar Anas Datuak
>> Rajo Sulaiman* di wilayah yang dipimpinnya.
>>
>> Amin Ya Rabbal Alamin.......................................,
>>
>> Salam & doa.........................,
>> *mm****
>>
>
> ANB:
>
> Info Bupati Banyuwangi ko anak Pak Azwar Anas dari ma Mak MM***? Apo dek
> karano namo kaduonyo mirip?
>
> Sapangatuan ambo, bupati ko asli Banyuwangi anak pasangan KH Muhammad
> Musayyidi dan Siti Aisyah.
>
>
> http://banyuwangitours.blogspot.com/2013/01/biografi-bupati-banyuwangi-abbullah.html
>
> Kebetulan ambo satu kelas (batch) dengan bupati ko di kelas ESQ Eksekutif
> tahun 2011.
>
> Wassalam,
>
> ANB
>
>
>
>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke