DIM SEBUAH KEBUTUHAN, BUKAN MENGADA-ADA Kamis, 12 Februari 2015 02:46
ANGGOTA DPR RI, HERMANTO: JAKARTA, HALUAN — Legislator asal Sumbar, Hermanto me¬nya¬takan, wacana otonomi khusus (otsus) merupakan suatu kebutuhan bagi Sumbar. “Banyak faktor kenapa Sumbar harus diberikan otsus. Ini bukan keinginan. Apalagi dikaitkan dengan kepentingan politik. Ini adalah kebu¬tuhan dengan melihat realita dan semangat yang ada,” terang Hermanto kepada Haluan di ruangannya, Se¬nayan Rabu (11/2). Dia menyatakan, gagasan yang dilontarkan Mochtar Naim, mantan anggota DPD RI adalah gagasan brilian yang harus didukung dan diperjuangkan. Bukan gagasan asal- asalan untuk mencuri perhatian publik. Adapun alasan-alasan kenapa harus dijadikan DIM, menurut Hermanto adalah, pertama, secara pemerintahan, Sumbar berbentuk nagari bukan desa. Setiap nagari lebih luas wilayah kekuasaannya dari pada desa. Nagari adalah perpanjangan tangan pemerintah daerah. “Di dunia ini, hanya Sumbar yang memakai konsep tersebut. Itulah kekhususan yang dijaga oleh tokoh-tokoh masyarakat Minang,” terangnya. Terkait luasnya pemerintahan nagari dari pada desa, maka anggaran yang lebih besar mestinya diperjuangkan juga. Kedua, Sumbar pernah menjadi ibukota negara, yaitu Bukittinggi. Sama seperti Yogyakarta. Sumbangsih Sumbar menyelamatkan negara harus diapresiasi. Ketiga, Sumbar punya aturan nagari yang berasal dari adat Minangkabau dan merupakan sumber hukum dalam menyelesaikan perselisihan. Terkait sumber hukum ini, juga sama seperti di DI Aceh yang menjadikan qanun sebagai sumber hukumnya. Keempat, Sumbar punya filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Landasan kehidupan orang Sumbar sangat berbeda dengan provinsi lainnya. Adat diimplementasikan seiring berjalannya dengan agama. Diibaratkan adat batinnya, sementara ruhnya agama. Kelima adalah seperti disampaikan Asraferi Sabri, Ketua Bamus Nagari Pasia, Ampek Ang¬kek, Agam yaitu Sumbar punya kekhususan dengan adanya kabupaten Mentawai. “Kekhususan di Mentawai ini, merupakan kekhususan yang harus di jaga dan dihormati. Perbedaan itu rahmat bagi Sumbar. Jadi bukan untuk mengeluarkan Mentawai,” terang politisi yang duduk di Komisi IV DPR RI ini. Dia menegaskan, adanya DIM bukan memperlemah adat dan budaya Minangkabau. Tapi memperkuatnya untuk dilestarikan melalui otonomi khusus. Selain itu, DIM bisa menyedot perhatian untuk membangun Sumbar. (h/lex) Copied: http://www.harianhaluan.com/…/38040-dim-sebuah-kebutuhan-bu… <http://l.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.harianhaluan.com%2Findex.php%2Fberita%2Fhaluan-padang%2F38040-dim-sebuah-kebutuhan-bukan-mengada-ada&h=MAQGUycbc&enc=AZNweGCsUn-Y-cSNc2EMEwThiMk_q30LBAHyYKxYLKvJKkKK_RSnKPZb6TkseSR1wOY5U_jCUL37UzL1u2jyjN1G_dIfDr4EjdbuGuhwaIi_4f_RR_aIa_v7hT0q9kkJnpJ2aZM0LAo9GWQ3I1jvQIOIt4C52msJSI0LVAWGkdHV2g&s=1> <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/38040-dim-sebuah-kebutuhan-bukan-mengada-ada> <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/38040-dim-sebuah-kebutuhan-bukan-mengada-ada> DIM Sebuah Kebutuhan, Bukan Mengada-ada <http://l.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.harianhaluan.com%2Findex.php%2Fberita%2Fhaluan-padang%2F38040-dim-sebuah-kebutuhan-bukan-mengada-ada&h=KAQG-jsJQ&s=1> Harian Haluan - Mencerdaskan Kehidupan Masyarakat harianhaluan.com|Oleh Haluan -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
