Sanak2 sa palanta yth Berita di bawah iko patuik kito bahas basamo krn manyangkuik ongkos kirim kontainer dari Padang ke Jakarta yg lebih dari 3x biaya Singapura-Jakarta.
Baa pandapek sanak2? Salam, FMNS,l,67, bdg Rabu, 04/03/201513:58 WIB Kirim Kontainer dari Padang ke Jakarta US$ 600, Singapura ke Jakarta Cuma US$ 185 Moksa Hutasoit - detikFinance Jakarta - Pemerintah mengakui bahwa biaya logistik di Indonesia masih tinggi. Pengiriman barang antar pulau di Indonesia justru lebih mahal dibandingkan mengimpor . Indroyono Soesilo, Menko Kemaritiman, memberikan contoh pengiriman barang dari Padang (Sumatera Barat) ke Jakarta. Ternyata, biayanya lebih mahal dibandingkan dibandingkan mengirim dari Singapura ke Jakarta. "Satu kontainer dikirim dari Padang ke Jakarta harganya US$ 600 dolar. Kontainer yang sama dari Singapura ke Jakarta harganya US$ 185. Itu sepertiganya," tegas Indroyono kala ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/3/2015). Masalah ini, lanjut Indroyono, tidak lepas dari lamanya waktu bongkar muat (dwelling time) di pelabuhan. Bila tidak dibenahi, Indonesia akan sulit bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. "Sistem logistik kita masih lama, dari angkut ke Bea Cukai segala macam. Kalau masuk MEA, kita tidak bisa bersaing," katanya. Oleh karena itu, tambah Indroyono, pemerintah punya program untuk menurunkan dwelling time pelabuhan-pelabuhan besar di Indonesia dari 8 hari menjadi 4,7 hari. Berikut upaya-upaya yang akan dilakukan: 1. Otoritas Pelabuhan (OP) sebagai pemegang kendali kegiatan di pelabuhan. OP bertanggung jawab kepada Menteri Perhubungan (Menhub). OP disetarakan eselonnya agar tidak lebih rendah dari Kementerian/Lembaga (K/L) yang lain agar pejabat setara dengan eselon II A sama dengan syahbandar dan Bea Cukai. 2. Menhub mendapat tugas membentuk damage control centre atau crisis center di pelabuhan. Ada 16 perwakilan K/L dan sistem online untuk melihat apa saja permasalahan yang menghambat percepatan dwelling time di pelabuhan. 3. Menteri Keuangan (Menkeu) segera membuat lembaga permanen Indonesia National Single Window (INSW). Nantinya menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPP) permanen di bawah Kemenkeu. 4. K/L bisa memberikan perizinan online dan portal digital yang nantinya diintegrasikan dengan INSW. Semua online, tanpa manusia. 5. Dari 16 K/L yang bergerak, hanya 6 yang prioritas yaitu Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Ditjen Bea Cukai Kemenkeu, Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Badan Karantina, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 6. Rancangan Instruksi Presiden (Inpres) mengenai percepatan dan pembenahan arus barang bisa segera ditetapkan. "Dengan penurunan dwelling time, sistem logistik kita semakin kuat dan biaya semakin murah," ujar Indroyono. (hds/hen) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
