*JK: Orang Minang Selangkah Lebih Maju daripada Orang Cina*

<https://roniyuzirman.wordpress.com/2011/10/27/jk-orang-minang-selangkah-lebih-maju-daripada-orang-cina/#comments>


<https://roniyuzirman.wordpress.com/2011/10/27/jk-orang-minang-selangkah-lebih-maju-daripada-orang-cina/#comments>

Itu pernyataan dari mantan wapres Jusuf Kalla saat membuka Silaturahim
Saudagar Minang beberapa tahun lalu.


Para hadirin yang terdiri dari para pengusaha Minang lokal, nasional dan
internasional itu pun tersenyum, bangga tentunya, termasuk saya.

Tapi, cerita Pak JK tidak sampai di situ saja. Masih ada lanjutannya.

“Maksud saya, orang Minang selangkah lebih maju di depan toko orang Cina,
alias dagang kaki lima”, lanjutnya yang disambut tawa hadiri memenhuhi
ruangan. Kami pun malu kena “sindiran” ini.


Kenyataan di lapangan memang demikian. Banyak sekali orang Minang yang
masih berkutat di sektor informal dan mikro.

Mereka sering jadi “korban” yang terpinggirkan setelah terjadi kebakaran
(baca: revitalisasi) di pasar-pasar.


Pak JK menyentil agar kita tidak cepat puas dengan apa yang sudah dicapai.
Harus berani bermimpi dan bertindak besar.


Jangan puas hanya dagang di kaki lima. Harus naik kelas jadi punya toko.

Jangan puas hanya punya toko dagang eceran, harus naik jadi grosiran dan
produsen.

Jangan puas hanya punya toko di Jakarta, harus punya cabang di semua
propinsi.

Jangan puas hanya dapat menyekolahkan anak, beli rumah, mobil, naik haji.
Harus bermimpi suatu saat perusahaannya IPO seperti Matahari.

Sentilan Pak JK ini sebetulnya tidak hanya ditujukan kepada orang Minang.
Tapi untuk siapa saja yang tengah meretas jalan menjadi wirausaha.

(27 Oktober 2011
<https://roniyuzirman.wordpress.com/2011/10/27/jk-orang-minang-selangkah-lebih-maju-daripada-orang-cina/>
roniyuzirman <https://roniyuzirman.wordpress.com/author/roniyuzirman/>)

Pada 25 Maret 2015 00.34, Sjamsir Sjarif <[email protected]> menulis:

> Nah, kini lah amuah datang katurunan Rajo Banua Cino untuak sato mambangun
> Minangkabau.
>
> Dalam Tambo takaba Rajo Minangkabau ko batigo badunsanak, saurang jadi
> Rajo Banua Ruhum, saurang jadi Rajo Banua Cino, dan saurang lai Rajo
> Minangkabau.  Mudah-mudahan sabanta lai datang pulo katurunan kayo-kayo
> Rajo Banua Ruhum untuak sato mambangkik batang tarandam mambangun baliak
> Kaistimewaan Minangkbabau.
>
> Baa gak ati?
>
> -- Nyit Sungut
>
> Dari Hari Haluan tabaco:
>
> Investor China Tertarik Kelola Pariwisata
> <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/39099-investor-china-tertarik-kelola-pariwisata>
>   [image:
> PDF]
> <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/39099-investor-china-tertarik-kelola-pariwisata?format=pdf>
>   [image:
> Cetak]
> <http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/haluan-padang/39099-investor-china-tertarik-kelola-pariwisata?tmpl=component&print=1&layout=default&page=>
>   [image:
> Surel]
> <http://www.harianhaluan.com/index.php/component/mailto/?tmpl=component&link=82673f876824723a2c639f633952adb9192053f8>
> Selasa, 24 Maret 2015 02:41
>
> PADANG, HALUAN — Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali merangkul
> investor, untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada. Di antara potensi
> yang  ditawarkan sebagai ladang investasi tersebut, yaitu
> sektor pariwisata, properti, pertanian dan energi.
>
> Menurut Wakil Walikota (Wawako) Padang, Emzalmi, guna mendorong percepatan
> pem­bangunan, pihaknya mem­butuhkan investasi se­kitar Rp7 triliun. Angka
> se­besar itu, tak mungkin hanya mengandalkan investasi pe­merintah, maka
> investasi swas­ta sangat dibu­tuhkan. “Hari ini, kita me­nerima kedatangan
> rombongan *Coun­try Garden* dari China yang akan berinvestasi di bi­dang
> properti dan pariwisata,” kata Emzalmi di Bandara In­ter­national
> Minangkabau (BIM), Se­nin (23/3).
>
> Wawako menambahkan, Pemko Padang mencoba me­ngenalkan potensi pariwisata,
> yaitu untuk pengelolaan kem­bali Pulau Sikuai. “Kita coba bangkitkan lagi
> potensi Pulau Sikuai yang sudah dikenal du­nia, namun dengan pengelolaan
> yang lebih profesional,” ujarnya.
>
> Demikian juga di bidang properti, lanjut Wawako Em­zalmi, investasi swasta
> sangat dibutuhkan dalam pe­ngem­bangan perhotelan dan peru­mahan. Bahkan,
> tak tertutup kemungkinan untuk perce­patan pengembangan pusat pemerintahan.
>
> “Selama dua hari ini, rom­bongan *Country Garden* ini akan melihat lokasi
> yang me­mung­kinkan untuk investasi,” ujarnya. Disamping itu, Pem­ko Padang
> juga akan me­nyam­paikan presentasi terkait po­ten­si-potensi yang
> berpeluang untuk dikerjasamakan.
>
> Terpisah, Direktur Ope­rasional PT Dempo, selaku partner lokal dari *Country
> Gar­den*, Angga Septian me­nye­but­kan, pihaknya juga ber­harap adanya
> tindaklanjut dari penin­jauan perdana po­tensi Kota Padang yang
> dire­komen­dasi­kan. “Sejauh ini tugas-tugas dari *Coun­try Garden* yang
> menj­adi tanggung jawab PT Dempo su­dah hampir seluruhnya di­lak­sanakan
> dengan baik. Ting­gal lagi tindak lanjut dari Country Garden sendiri,”
> im­buh­nya. *(h/rel)*
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
> 1. Email besar dari 200KB;
> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google
> Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke