Oh rancak tu Angku Abraham. Lai ado dapek peta dan denah2no? Memang nan heran awak bukan diameter 20 cm sajo tapi nan 20cm itu sapanjang 64m.... "Saat ditemukan pertama kali pada awal tahun 1950, pintu Lubang Jepang hanya berdiameter 20 cm dengan kedalaman 64 meter. Lalu setelah dikelola dan dibuka secara umum oleh Pemerintahan Kota Bukittinggi pada tahun 1986, mulut lubang tersebut dibuat lebih besar dan nyaman untuk dilalui."
Anku HAASMA, dima Tk nan Renceh ko? Apo namo jaln tu sisuak? Kok dapek denah Lubang Japang di bawak kota Bukittinggi tu rancak bana. Kabano banyak cabang2 dan pintuno untuak ditalusua... Ciek nan lah ambo masuaki saisuak 1946 adolah nan di dalam Gaduang Istana Bung Hatta tu .... -- Makngah Sjamsir Sjarif -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
