aaa) Sangat menarik tulisan Padek Senin, 24 Maret 2008, karena hal-hal yang 
pernah dikemukakan oleh A.A. Navis mengenai runtuhnya Surau kita bahwa 
kenyataan-kenyataan yang harus dihadapi oleh masyarakat Minangkabau baik 
sebagai akibat kurang tanggapnya pihak penyelenggara Pemerintahan Provinsi 
Sumatera Barat maupun kurang tanggapnya masyarakat Minangkabau sendiri 
(termasuk yang dirantau) dan juga faktor globalisasi (IT dan internet) yang mau 
tidak mau harus dihadapi bersama;
  bbb) Sebagaimana tulisan singkat kami mengenai pelaksanaan otonomi daerah 
Provinsi Sumatera Barat yang ingin memfokuskan pembangunan kembali Sumatera 
Barat (baca Minangkabau) pada Pemerintahan NAGARI, kiranya dapat disimak 
sebagai suatu upaya (efforts) menempatkan rakyat sebagai SUBJEK pembangunan 
kembali pada tatanan yang paling rendah dalam sistem pemerintahan di NKRI;
  ccc) Belajar dari pengalaman yang ada bahwa seyogyanya pendekatan sistem yang 
comprehensive dan holistik PERLU dilakukan bersama oleh Tungku TIGO Sajarangan.
  ddd) Pemaparan singkat kami tentang Strategi Pembangunan Provinsi Sumatera 
Barat BERBASIS PEMBANGUNAN NAGORI akan masih berlanjut pada PENDEKATAN SISTEM 
bidang sosial budaya, ekonomi, politik, dan seterusnya termasuk menggali 
kembali budaya Minang yang sempat hilang aau lenyap oleh GLOBALISASI (baca: 
Narkoba, MTN/MTC, Copy right, etc.)
  Semoga upaya basamo urang awak mambangkiekkan batang tarandam dapeik berhasil 
membangun kembali masyarakat Minangkabau yang sejahtera. 

kabaMinang OnLine <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                         
   
          Senin, 24 Maret 2008 di Padang Ekpres Online
       
  Fungsikan Mushalla Sebagai Pusat Kegiatan
Mendorong terwujudnya program pembangunan keagamaan di masjid dan mushalla, 
Pemkab Limapuluh Kota membantu biaya honor bagi para Garin dan guru MDA di 
daerah itu. Kebijakan itu mulai dilakukan sejak tahun anggaran 2006 lalu. 
Sayangnya, bantuan itu dinilai belum maksimal, karena tidak diikuti dengan 
program yang bersifat teknis. Yang ada saat ini, hanya bantuan untuk 
kesejahteraan petugas yang  menjalankan belbagai kegiatan di masjid-masjid itu. 
Sementara, tugas utama pemerintah yang paling penting adalah, sejauh mana 
keberadaan masjid dan MDA itu dapat mencerminkan kembalinya pola hidup 
banagari. Penggunaan masjid dan  mushalla  sebagai sentral kegiatan sehari-hari 
bagi masyarakat diharapkan dapat terwujud dalam realitas sehari-hari.
  Sehingga dengan cara itu, pardigma, bahwa orang Minangkabau besar dan belajar 
di mushalla akan kembali terlihat. Ketua Majelis Ulama Indonesia(MUI), Raden 
Awaluddin melihat, komitmen Pemkab Limapuluh Kota di bidang agama sudah mulai 
terlihat. Hanya saja, harus diakui, bahwa program selama  ini, belum berdampak 
signifikan terhadap kehidupan beragama di tengah masyarakat. "Kita mengimpikan, 
banyak kegiatan-kegiatan yang dapat dijalankan di dalam masjid atau mushalla. 
Sebab, hal itu menjadi sebuah modal bagi masyarakat Minang tempo dulu, untuk 
mampu bangkit. Bahkan, menjelang pergi merantau, sebagian besar orang Minang 
menimba berbagai ilmu, terutama ilmu agama, ekonomi dan bela diri dengan 
tinggal dan beraktifitas di mushalla. Kita  rindu dengan kondisi itu," kata 
Raden.
  Namun, harus kita akui, katanya, dengan perbedaan zaman dan kondisi 
perkembangan zaman, maka hal-hal itu sulit dapat dilakukan. Karena itu ia 
mencontohkan, bisa jadi, kini anak-anak  atau  remaja  tidak tinggal dan  tidur 
di dalam  masjid atau mushalla. Tapi  bagaimana mengajaknya, agar aktivitas dan 
kegiatan sehari-hari dikerjakan dengan tujuan mendekatkan  diri dengan 
kepentingan mushalla itu. "Bisa jadi, bagi anak-anak pelajar, belajar bersama 
dimushollah. Sambil mengaji, mereka bisa bertukar pikir dan berdiskusi. 
Sehingga dengan cara itu, secara bertahap, mereka  bisa lebih dekat dengan 
rumah Allah itu," terangnya lagi.
  Tidak Ada Perubahan
  Falsafah penggunaan masjid dan mushalla sebagai pusat kegiatan itu 
sesungguhnya dapat menjauhkan anak-anak dan generasi muda dari prilaku yang 
berbau kriminal. Setidaknya, dengan banyak berada dan beraktifitas di masjid 
dan mushalla  menyita banyak waktu sehingga tidak ada kesempatan untuk 
memikirkan hal lain, apalagi tindakan kriminal. Dari catatan pihak Kepolisian 
Resort Limapuluh Kota, angka kriminalitas sejak diberlakukannya program kembali 
ke surau itu tetap saja naik. Angka itu, tidak saja dari sisi kuantitas, tapi 
juga dari sisi kualitas, tindakan yang dilakukan. Kepala Kepolisian Resort 
Limapuluh Kota  AKBP Benny Setiawan  melihat, penurunan angka kriminal belum 
terlihat secara nyata. Walau pemerintah telah  memprogramkan kembali ke masjid 
dan mushalla, namun tetap saja, tindakan pencurian, penggunaan barang-barang 
narkotika dan tindak kriminal lainnya, terjadi di tengah masyarakat. 
  Melihat kondisi itu, Benny menganalisa, bahwa yang perlu diubah adalah 
kebiasaan dan tradisi yang berkembang akhir-akhir ini. Dicontohkannya, 
penggunaan televisi dan kecanggihan teknologi lainnya seperti internet dengan 
layanan bebas tanp hambatan, dapat diakses anak-anak dari dalam kamar tidurnya. 
"Sejauhmana orang tua akan dapat melakukan pengawasan, jika penggunaan 
teknologi itu, dibiarkan sebebasnya. Apalagi, jika menggunakan internet, maka 
banyak peluang-peluang yang mendekatkan anak-anak dan remaja kepada tindakan 
kriminal. Kebebasan mengakses gambar-gambar porno, atau membaca cara-cara 
melakukan pencurian yang menggunakan multi media, seakan mendiktekan kepada 
anak-anak, bahwa mereka bebas melakukan apapun. "Kami rasa, kondisi inilah  
yang menyebabkan, tidak ada pengaruh yang drastis antara kegiatan keagamaan 
dengan perkembangan riil yang terjadi saat ini di kalangan remaja, "kata Benny.
  Melihat kondisi itu, Benny berharap, adanya  inisiatif yang lebih besar dari 
smeua kalangan, untuk memperbanyak kegiatan-kegiatan di Masjid atau Mushalla. 
Ia mendukung, program pemerintah yang memberikan honor atau memperhatikan 
kesejateraan petugas masjid. Namun ia berharap, terhadap kemajuan itu, harus 
diikuti dengan upaya lain yang lebih menyentuh untuk kepentingan masyarakat 
yang lebih luas. (*)
   



  No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.519 / Virus Database: 269.22.0/1341 - Release Date: 24/03/2008 
15:03





       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke