Sdr Arfi Zon yth,Dari MN, salam, Yang katanya, katanya, itu, bisa meruyak ke mana-mana. Bisa juga seluruh pulau2 di pantai barat Sumatera, dari Simeulue di Aceh sampai ke Enggano di Bengkulu, semua bergabung menjadi satu provinsi Kepulauan Lautan Hindia. Tapi kalau motifnya menggabung seluruh pulau yang mayoritasnya Kristen, dan untuk dikristenkan, tentu Simeulue tak bisa masuk, karena Islam dan Aceh serta Minangnya kental pula di sana. Lagi geografi dan demografinya Allahu Rabi susah dan beratnya. Mungkin itu idaman untuk abad ke 22 atau selanjutnya. Tapi ke depan bukan mustahil. Lihat saja itu Filipina yang kontur geografis dan demografisnya juga sama. Dengan melanjutkan katanya-katanya itu, mungkin mengembalikan Sumbar, Riau dan Jambi kembali menjadi Provinsi SumTeng, mungkin juga fisibel, karena sama2 Melayu-Minangnya. Namun orang Melayu Riau dan Jambi nggak bakalan mau kembali ke belakang karena pengalaman masa lalunya yang didominasi oleh suku Minang. Jadi ruok tentang katanya-katanya ini ada yang memang bisa dicermati terus karena logikanya ada di sana. Apalagi kristenisasi Mentawai sejak mundurnya evangelisme Eropah sekarang digantikan oleh pendeta2 halak hita dari Batak Tapanuli. Dan menggabung Mentawai dengan Nias memang rasional sekali dari segi kepentingan mereka itu. Tinggal kembali kepada kita. Dengan DIM ini jelas tidak ada keinginan mau melepas Mentawai walau berbeda agama. Kita mau Mentawai semaju seperti Tanah Tepi Sumbar. Semua potensi ekonomi yang ada di Mentawai adalah untuk pembangunan Mentawai yang memang terbelakang itu. Kecuali kalau orang Mentawai sendiri yang lebih menginginkan bergabung dengan Nias untuk membentuk provinsi baru bersama sendiri. Kalau saya akan katakan: Tafadhdhaluu... Silahkeun... Jadi Bung Arfi Zon, yang katanya-katanya itu juga bisa dilanjutkan dengan katanya-katanya lagi yang sifatnya terbuka dan dengan dada terbuka. Salam, MN, 08/04/15
-- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
