Pertanyaan No. 2 dari Aidil Yasir: 2.Kenapa wacana DIM ini tidak bottom up (mambusek dari bumi) krn yg saya lihat lebih kpd top down.
Jawab MN: Sdr Aidil Yasir, dkk Ide2 besar secara bernegara dan bermasyarakat selalu datangnya dari atas, bukan dari bawah. Itu sudah hukum alam, di manapun; sebab yang berpikir itu biasanya orang yang sedikit, yang pandai memanfaatkan pemberian Allah berupa otak itu, bukan orang banyak dari bottom itu. Adalah tugasnya untuk membawakannya ke bawah dengan berbagai cara dan mekanisme politis dan sosial-budaya yang tersedia. Yang dilihat bukanlah siapanya yang mengeluarkan ide itu, tetapi kenapa dan bagaimananya. Sekian, iyo baitu? Pertanyaan No. 3 dari Aidil Yasir: 3.Bagaimana menanggapi isu bahwa Mentawai akan bergabung dg Nias jika DIM terbentuk. Jawab: MN20/04/15 Yang kita tetap mengharapkan, mereka tetap bergabung dengan kita. Mereka karena DIM ini lalu mau bergabung dengan Nias dan pulau2 lainnya di sepanjang pantai Barat pulau Sumatera ini untuk menjadi Provinsi baru sendiri, silahkan. Itu hak mereka pula. Pertanyaan No. 4 dari Aidil Yasir: 4. Dari berbagai info yg saya dpt banyak masyarakat Minang yg di Sumbar tdk tahu akan DIM ini, dan sejauh mana sosialisasi nya. Jawab MN: 20/04/15 Sudah pasti itu. Sesuatu yang baru yang datang dari sekelompok penggagas tertentu, apalagi dari rantau pula, tentu di tahap awal ini banyak yang tidak tahu.Itulah gunanya kita sosialisasikan, seluas mungkin, sampai ke pelosok manapun.Rencana kita, sebagai pengganti Seminar, kita akan persiapkan sebuah Kongres Minangkabau ttg DIM, di Padang nanti, yang akan dihadiri oleh wakil2 ormas, orsospol, lembaga2 sosial yang ada, dsb. Pertanyaan No. 5 dari Aidil Yasir: 5.Sudahkah diadakan survey oleh lembaga survey yg kredible utk mengukur animo masyarakat Sumbar ttg wacana DIM ini Jawab MN 20/04/15: Belum. Belum diadakan. Pertanyaan No. 6 dari Aidil Yasir: 6. Apakah sdh diadakan kalkulasi politik mengingat Sumbar merupakan daerah "kontra politik" dari rejim pemerintahan skrg. Jawab MN: 20/04/15: Belum. Kontra politik mungkin di bidang2 tertentu. Tapi tidak dalam hal DIM ini.Sebagaimana kita memerlukan NKRI, NKRI pun juga memerlukan daerah seperti kita ini yang memiliki kekhasan dan kesitimewaan sendiri. Kita sudah buktikan, kita di masa lalu memberikan kontribusi kita secara bernegara yang luar biasa. Salam, MN, mari kita dukung penuh ide DIM ini, termasuk Aidil Yasir yang bertanya sampai 6 pertanyaan ini. Dima kampuang? Dima tingga? A karajo kini?Ambo tunggu pulo jawabnyo. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
