Tambahan info: Ada memang kebiasaan buruk para abk asing (khusus thailand), yaitu mabuk dan kemudian berkelahi antar sesama mereka. Menurut abk Indonesia, mereka berkelahi kadang sampai berbunuhan. Misal, bila ada di antara mereka yang mabuk dan jatuh ke laut, rekan-rekan mereka bukannya menolong, malah tertawa. Mereka bilang, tiga hari lagi mayatnya pasti mengapung, untuk apa diselami. Itu pulalah sebabnya pihak imigrasi setempat mengerangkeng mereka yang mabuk agar tak jatuh ke laut dan tak berkelahi. Mereka mabuk setiap hari. Maklum, sekarang mereka hanya tiduran di atas kapal. jumlahnya ada 900 orang yang mendiami 52 kapal yang tidak boleh berlayar.
Pada 28 April 2015 08.26, Syafruddin AL <[email protected]> menulis: > Pak Zorion dan sanak di Palanta, Nah! > > Kebetulan ambo duo minggu nan lapeh (15-19 April) datang langsung ke > Benjina, ke kawasan yang dituduh terjadi perbudakan ABK asing yang > dilakukan oleh PT PBR. Dari pihak-pihak berkompeten setempat (Kapolres, > tokoh masyarakat, tokoh gereja dan karyawan PBR sendiri) nan ambo tanyo, > mengaku tidak tahu dengan adanya perbudakan. Kepala cabang PBR sendiri > membantah ada perbudakan. Kepala Pos Imigrasi (orang Jambi) yang berkantor > dalam lingkungan perusahaan PBR mengaku heran siapa yang menghembuskan > berita perbudakan. Sejulah abk asing dan nahkoda kapal yang orang Thailand > juga merasa tidak ada perbudakan. > > Kapolres Kepulauan Aru, Harold Huwae meminta semua pihak (termasuk > pemerintah) menyamakan persepsi tentang perbudakan. Perbudakan itu adalah > seseorang atau sekelompok orang yang dipekerjapaksakan tanpa diberi gaji > dan bahkan makan. Yang terjadi dilingkungan PBR, meski perusahaan dalam > masa moratorium (mengkuti kebijakan susi pudjiastuti), 1200 abk asing tetap > diberi gaji pokok dan uang makan 30.000 sehari meski mereka cuma > lalok-lalok sanang di ateh kapa. > > Wakil Kepala Kepolisian Thailand yang datang langsung ke Benjina, juga > membantan terjadinya perbudakan. Dari 1200 abk asing di Benjina, hanya 319 > orang yang meminta pulang ke negaranya karena mereka tidak boleh bekerja > karena adanya moratorium. Jadi, isu ini nampaknya lebih kepada persaingan > bisnis antar negara. > > Salam > > Syafruddin AL/Bogor > > Pada 26 April 2015 22.38, Zorion Anas <[email protected]> menulis: > >> Jangan sampai terjadi di Sumbar >> >> >> http://www.cnnindonesia.com/nasional/20150421105519-12-48072/bakal-ada-tersangka-baru-kasus-perbudakan-benjina/ >> >> >> -- >> Zorion Anas >> (+62)085811292236 >> [email protected], [email protected] >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
