Istilah Bank Syariah dan Ekonomi Syariah hanya ada di Indonesia. Di negara muslim lain, atau di dunia internasional, yang dikenal adalah Islamic Bank atau Islamic Economics.
Munculnya istilah Bank Syariah dan Ekonomi Syariah itu terkait konteks awal 90-an ketika Bank Muamalat hendak didirikan, sementara Orde Baru yang agak alergi pada Islam (meski sudah mendingan dibanding tahun 80-an) masih tegak. Dalam satu diskusi yang diikuti tim persiapan BM itu, muncul juga kekhawatiran jika nama Bank Islam digunakan, maka "izin dari babe" susah didapat. Sehingga dicari alternatif yang lebih soft: istilah Bank Syariah. Argumennya: karena kalau sudah pakai syariah sebetulnya sudah mengarah pada Islam, karena hanya Islam yang mengenal kata syariah. Ternyata prediksi tim ini benar. Pak Harto waktu itu setuju dengan nama bank syariah, yang akhirnya diadopsi sistem hukum di sini menjadi istilah hukum Ekonomi Syariah sebagai payung hukum. Dalam peresmian Bank Muamalat, Pak Harto keseleo lidah, dengan mengucapkan "saya resmiken Bank MUALAMAT …" Tapi ya, waktu itu, siapa yang berani tertawa, meski kejadian ini kemudian melegenda. Soal pernyataan JK, yang menghambat pertumbuhan pangsa pasar bank syariah di sini (hanya sekitar 5% dari total market share, akhir 2014) adalah karena DPK di bank syariah juga kecil. Sebab orang-orang Islam sendiri lebih suka buka rekening di bank konvensional, ketimbang di bank syariah. Coba intip dompet masing-masing (terutama yang kaya dan banyak pakai kartu debit dan kredit). Dari setumpuk rekening yang dimiliki, berapa rekening bank syariah yang dimiliki? Ada yang mau menjawab dengan sukarela, sekadar sebagai ilustrasi bersama? Wassalam, ANB Pada 30 April 2015 13.22, Ronald P Putra <[email protected]> menulis: > Aneh JK ini, kok istilah arab yg disalahkan? > Negara lain (spt Malaysia) maju pesat kok syariahnya, padahal mereka tidak > mengganti istilah arabnya. > > Kalau dia mau jujur, permasalahan ekonomi syariah di negara ini sudah > banyak sekali pemaparannya oleh para pakar, dan tak ada yg menyebutkan > disebutkan karena istilah arabnya. > > Lama-lama benar-benar sekuler negara ini. Alhamdulillah saya tak > memilihnya dulu. > > Wassalam > Ronald > On Apr 30, 2015 1:02 PM, "Zorion Anas" <[email protected]> wrote: > >> Harusnya ada pembakuan bahasa indonesia untuk istilah asing manapun/ Ahli >> bahasa kita kurang kreatif. >> >> JK: Istilah Arab Hambat Sistem Keuangan Syariah di Indonesia >> <http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150430123321-78-50265/jk-istilah-arab-hambat-sistem-keuangan-syariah-di-indonesia/> >> >> http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150430123321-78-50265/jk-istilah-arab-hambat-sistem-keuangan-syariah-di-indonesia/ >> >> >> Zorion Anas >> (+62)085811292236 >> [email protected], [email protected] >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google >> Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
