Assalamu'alaikum Wr. Wb adidunsanak Palanta RN, sebagai tambahan pengetahuan bersama di hari baik Jum'at yang penuh barokah ini, kita lihat satu tema yang jarang diulas para khatib shalat Jum'at.
Penjelasan penyakit jantung dari sisi medis sudah sering kita dengar. Namun ternyata berbagai penyakit gangguan jantung juga bisa datang dari riba. Hal ini dijelaskan oleh Dr. Abd-El Aziz Pasha Ismail* (Mesir) dalam buku *Islam and Modern Medicine* yang dikutip Dr. Erwandi Tarmizi** dalam bukunya *Harta Haram Muamalat Kontemporer. * Ambo kutipkan satu alinea pendek menyangkut hal ini sbb: ---- Dr. Abdul Aziz Ismail (dosen di salah satu fakultas kedokteran di Mesir) dalam bukunya "Islam dan Kedokteran Modern" menyatakan bahwa riba merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai penyakit gangguan jantung. Dikarenakan seorang murabi (pelaku riba) memiliki sifat tamak dan kikir terhadap harta, bahkan sampai pada tahap pemuja harta. Padahal roda ekonomi berputar tidak selamanya searah dan teratur. Maka tatkala terjadi gonjang-ganjing ekonomi tidak jarang penyakit jantung berjangkit, melanda para murabi dengan gejala tekanan darah tinggi, bahkan berakibat stroke, pendarahan di otak dan mati mendadak. ... (*Harta Haram Muamalat Kontemporer, *hal. 343). ----- Tentu tidak berarti setiap penderita penyakit jantung pasti melakukan riba. Namun jika ternyata kemungkinan itu ada (pernah melakukan riba di masa silam atau sampai sekarang), alhamdulillah 'ala kulli hal, sakit yang diderita saat ini bisa jadi kesempatan untuk bertobat atas riba-riba yang pernah dilakukan, dan mudah-mudahan juga berjadi penyembuh dari penyakit yang sedang diderita. Allahu a'lam. Wassalam, ANB Catatan: * Ejaan Dr. Abd El-Aziz Pasha Ismail ambo kutip dari tulisan Sheikh Dr. Yusuf Al Qardhawi "The Debate on Scientifi Interpretation of Qur'an" yang merupakan bab 4 dari buku beliau berjudul "How to Deal with Glorious Qur'an" (2006). Sementara ejaan nama Dr. Abdul Aziz Ismail yang digunakan oleh Dr. Erwandi Tarmizi tampaknya disesuai penyunting buku dengan penulisan yang lebih lazim di Indonesia. **Dr. Erwandi Tarmizi, MA adalah doktor ushul fikih dari Universitas Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Arab Saudi. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
