Pak Darwin, Ciek lai adiaknyo kalo ndak salah namonyo Hestia Farouk anak 
Pramuka Cendana. Kutiko kuliah inyo adolah Putri Indonesia nan bajilbab. 
(nampaknyo iyo paralu mak Uwo/Bundo turun gunuang baliak go kalo lah ka masalah 
kaluarga pak Umar Farouk go).

Salam
Batuduag Ameh (48) Pekanbaru
Babandera Sirah

"Learning by Doing"

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Darwin Chalidi
Sent: Thursday, May 14, 2015 4:11 PM
To: Rantau Net
Subject: Re: [R@ntau-Net] Keluarga urang awak : Kesebelasann Gen Halilintar 
(Kasabalean Anak/Geni Halilintar)


Kami lai tau jo Geni anak dari Uda Umar Faruk. Mantan Staff Medical Caltex. Lai 
ughang Pikumbuah juo sakampuang jo Bundo Nismah. Kini tingga di Bintaro Permai.
On May 14, 2015 3:58 PM, "Nofend St. Mudo" 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:
Mungkin mamak alumni caltex ado nan tau, minimal jo urang tuo kaduo pasutri ko 
dulu...
https://www.youtube.com/results?search_query=gen+halilintar

===========

Lebih Dekat dengan Keluarga Unik Kesebelasan Gen Halilintar
Wartawan : JPNN - Editor : Riyon - 24 March 2015 13:24 WIB    Dibaca : 117 kali

Ke Mana-mana Pergi Bersama, Sekolah pun di Mobil

Bagi sebagian besar masyarakat, punya banyak anak kini menjadi masalah 
tersendiri. Tetapi, tidak demikian halnya dengan pasangan  Lenggogeni Faruk dan 
Halilintar Anofial Asmid yang akrab dipanggil pasangan GenHalilintar. Bagi 
mereka, merawat keluarga besar justru menyenangkan.

Azan Maghrib berkumandang di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis 
petang (19/3). Kesibukan pun langsung terlihat di sebuah rumah di salah satu 
sudut kawasan permukiman elite tersebut.Para penghuni rumah itu langsung 
bersiap-siap. Tidak untuk pergi ke masjid atau mushala, melainkan mendirikan 
shalat di ruang keluarga. Shalat dipimpin sang kepala keluarga, Halilintar.

Sang istri, Lenggogeni, beserta 11 (sebelas) anak mereka menjadi makmum. 
Setelah shalat, mereka melanjutkan dengan tadarus Al Quran sejenak. Maka, suara 
orang mengaji pun terdengar ramai di ruang keluarga itu.

Begitu kegiatan rutin setiap maghrib tersebut rampung, Hali (panggilan 
Halilintar) menyempatkan untuk menemui koran ini yang menunggu di ruang tamu. 
Istri dan putra-putrinya diperintah untuk menyiapkan makan malam bersama.

Mereka menata delapan meja kecil setinggi 60 sentimeter di ruangan yang 
sebelumnya menjadi tempat shalat berjamaah itu. Setelah semua siap, acara makan 
malam dimulai.

Suasana pun jadi ramai oleh celoteh anak-anak GenHalilintar dan beradunya 
sendok-piring mereka. Sementara itu, Hali dan Gen (panggilan Lenggogeni) makan 
di satu piring tanpa sendok dan garpu. Mereka makan dengan tangan.

“Ya, beginilah suasana setiap hari kalau pas makan bersama. Ramai kan?” ujar 
Hali. Rumah GenHalilintar tergolong besar. Rumah itu bertingkat tiga. Maklum, 
penghuninya banyak: 13 orang. Selain kamar-kamar tidur anak-anak, ada beberapa 
ruangan untuk gudang dan kepentingan usaha.

Hali sempat menjelaskan beberapa ruangan itu. Hampir semua difungsikan sebagai 
tempat kerja atau semacam laboratorium untuk belajar bisnis anak-anak Hali. 
Ruang keluarga, misalnya.

Selain tempat bercengkerama, ruangan itu multiguna. Bisa digunakan untuk shalat 
berjamaah, makan bersama, sekaligus tempat latihan kerja bagi anak-anak. 
Tumpukan portable hard disk terlihat di salah satu meja.

Hali menyebut anak-anak sebagai Kesebelasan GenHalilintar. Mereka tidak 
memiliki asisten rumah tangga atau pengasuh balita. Hanya beberapa staf dan 
guru yang memang sering datang untuk mengajar putra-putri GenHalilintar. 
Sebelas anak GenHalilintar terdiri atas enam laki-laki dan lima perempuan.

Mereka adalah Muhammad Atta Halilintar (Atta), 19; Sohwa Mutammima Halilintar 
(Sohwa), 18; Sajidah Mutamimah Halilintar (Sajidah), 17; Muhammad Thariq 
Halilintar (Thariq), 16; Abqariyyah Mutammimah Halilintar (Abqariyyah), 14; dan 
Muhammad Saaih Halilintar (Saaih), 12. Lalu, Siti Fatimah Halilintar (Fatim), 
11; Muhammad Al Fateh Halilintar (Fateh), 9; Muhammad Muntazar Halilintar 
(Muntaz), 6; Siti Saleha Halilintar (Saleha), 4; dan Muhammad Shalaheddien 
El-Qahtan Halilintar (Qahtan), 2.

Gen menjelaskan, seluruh anaknya lahir secara normal dan lulus ASI (air susu 
ibu) eksklusif. Empat di antara 11 anak Gen  lahir di luar Indonesia. Yang 
pertama, Thariq lahir saat GenHalilintar transit di Brunei Darussalam dalam 
perjalanan bisnis.

“Pada usia 24 hari dia kami bawa terbang, lalu umrah pada usia 56 hari,” tutur 
Gen. Berikutnya, Abqariyyah juga lahir saat pasutri itu transit di Jordania. 
Awalnya, Abqariyyah direncanakan lahir di London, Inggris.

Namun, Gen kecopetan di Bandara Heathrow. Paspornya hilang. Dalam perjalanan 
kembali ke Indonesia untuk mengurus paspor baru, mereka transit di Jordania. Di 
situlah Abqariyyah lahir.

Kemudian, ada Saaih yang lahir saat GenHalilintar singgah di Pulau Labuan, 
Malaysia. Terakhir, Fateh lahir di Kuala Lumpur tidak lama setelah 
GenHalilintar terbang dari Jakarta. “Saya sangat bersyukur diberi 
kemudahan-kemudahan saat hendak melahirkan,” ucapnya.

Kelahiran anak di luar negeri itu tidak lepas dari aktivitas bisnis 
GenHalilintar. Sejak menikah, mereka menjelajah ke lima benua untuk berbisnis. 
Puluhan negara sudah mereka singgahi. Tidak untuk jalan-jalan, melainkan untuk 
berdagang, khususnya di bidang retail.

GenHalilintar membuka butik dan kafe di Perancis, lalu peternakan kambing di 
Australia yang luasnya, kata Gen, hampir sama dengan kompleks Universitas 
Indonesia (UI) Jakarta. Menurut dia, orang-orang yang sukses zaman dahulu 
adalah pengelana.

“Vasco Da Gama, Cheng Hoo, mereka berkeliling dunia tidak dengan tangan kosong, 
tapi membawa barang dagangan,” tuturnya. Dalam bukunya, Kesebelasan Gen 
Halilintar, Gen menyebut dirinya sebagai pregnant traveler, breastfeeding 
traveler, dan keluarganya sebagai family traveler.

Bahkan, dalam keadaan hamil tua pun, Gen nekat menjalani penerbagan ke berbagai 
negara hingga empat anaknya lahir di luar Indonesia. Hingga saat ini, 
GenHalilintar rutin bepergian bersama seluruh anak mereka. “Tiap pekan kami 
traveling, tidur di hotel,” ujar Hali.

Hal itu dilakukan karena pria kelahiran 13 Oktober 1968 tersebut sering diminta 
menjadi adviser di berbagai perusahaan, tidak hanya di Jakarta. Karena itu, 
setiap ke luar kota, Kesebelasan GenHalilintar selalu diajak serta. Tidak heran 
bila mereka menjadi kompak.

Bagaimana pendidikan anak-anak? Di situlah letak ciri khas GenHalilintar. 
Sebagai alumnus UI, bahkan Gen kini calon doktor di Malaysia, mereka tidak 
membiarkan anak-anak lepas dari pendidikan. Untuk itu, mereka membuat sistem 
homeschooling plus.

Beberapa anak GenHalilintar memang sempat mengikuti pendidikan formal hingga 
SMP. Selebihnya, mereka dididik dengan metode traveling. “Sekolah” dilakukan 
dalam perjalanan bisnis. Menurut Gen, ilmu lebih mudah disampaikan saat mereka 
bersama-sama di dalam mobil.

Perjalanan panjang tidak terasa karena diisi dengan model pendidikan yang 
konsepnya berbeda dengan perkuliahan. Cara tersebut diyakini lebih efektif dan 
mendalam.

Sistem pendidikan homeschooling plus dilakukan 24 jam sehari tanpa libur. Yang 
diajarkan bukan hanya soal akademis, namun juga pembinaan  fisik, napsu, serta 
hati.

Sejak kecil, seluruh anggota Kesebelasan GenHalilintar dikenalkan kepada Tuhan 
dan diajari konsep-konsep mencintai Tuhan. Lewat konsep ketuhanan itu, mereka 
menjadi anak-anak yang peduli terhadap lingkungan sekitar, serta hormat dan 
sayang kepada orangtua.

Saat sesi makan malam itu, tampak jelas kerja sama di antara tiap anggota 
Kesebelasan GenHalilintar. Kata “tolong” selalu terucap setiap salah seorang 
anggota meminta bantuan kepada kakak atau adiknya. Yang lebih tua mampu 
mengasuh yang muda dan yang lebih muda pun sayang kepada yang tua.

Hali menuturkan, ada empat unsur dalam pendidikan yang harus diajarkan secara 
bersamaan. Tetapi, di antara empat unsur itu, hanya dua yang diajarkan 
sekolah-sekolah formal di Indonesia. Yakni, unsur fisik dan akal. Dua unsur 
lain nyaris tidak pernah diajarkan. Yakni, jiwa dan napsu.

Sistem pendidikan tersebut, kata Hali, merupakan buah petualangan GenHalilintar 
semasa muda, terutama Hali. Sejak muda, Hali gemar bertualang. Agustus 1992, 
saat masih berada di Malaysia, dia memutuskan untuk pergi ke Uzbekistan. Kala 
itu, dia mengaku sedang dalam pencarian jati diri.

Berbekal visa yang didapatnya di Malaysia, Hali seorang diri bertualang ke 
negara pecahan Uni Soviet tersebut. Dia menjadi orang Indonesia pertama yang 
masuk Uzbekistan setelah merdeka pada 1 September 1991.

Kala itu, kedutaan Indonesia bahkan belum berdiri karena kedua negara belum 
punya hubungan diplomatik. “Kalau ada yang lebih dahulu, saya kalah. Tapi, 
menurut Kedubes Uzbekistan, saya yang pertama,” tuturnya.

Selama di Uzbekistan, Hali baru tahu bahwa negara tersebut merupakan tempat 
kelahiran penemu-penemu besar. Misalnya, Ibnu Batutah, Aljabbar, Ibnu Sina, dan 
cendekiawan hebat lain.

Penemu ilmu atom, perbintangan, serta ilmu-ilmu dasar lainnya lahir di 
Uzbekistan. Bukan hanya muslim, banyak ilmuwan nonmuslim yang juga berasal dari 
sana. Hali pun bertanya-tanya, bagaimana bisa mereka menjadi sehebat itu?

“Rupanya, kuncinya adalah empat unsur tersebut. Mereka mampu mengelola dengan 
baik,” tutur sulung lima bersaudara itu. Sebab, ketika akal tidak dibatasi 
jiwa, napsu akan berbicara. Jadilah barang berbahaya seperti bom atom dan 
senjata kimia.

Para cendekiawan itu sukses mengerem napsunya dalam mengembangkan akal sehingga 
yang dihasilkan adalah penemuan penting yang berguna, tidak sampai berbahaya. 
Selama 21 hari, Hali berkelana di negara tersebut dan belajar banyak hal.

Sekembali ke Indonesia, dia pun meminang Gen. Kala itu, mereka masih sama-sama 
kuliah. Hali kuliah di Jurusan Elektro UI tahun ketiga, sedangkan Gen jurusan 
ekonomi tahun pertama. Mereka sama-sama berasal dari Riau. Hali di Dumai, Gen 
di Rumbai. Orang tua mereka sama-sama pegawai di Caltex. (*)

http://www.koran.padek.co/read/detail/21603


[cid:[email protected]]
​https://www.youtube.com/watch?v=S_vE6zmY05k&noredirect=1


Keluarga Muslim Inspiratif, Keliling Dunia dengan 11 Anak Bertalenta >> 
http://media.kompasiana.com/buku/2015/03/09/keluarga-muslim-inspiratif-keliling-dunia-dengan-11-anak-bertalenta-728812.html

Ke Mana-Mana Pergi Bersama, Sekolah pun di Mobil >> 
http://www.jawapos.com/baca/artikel/14760/Ke-Mana-Mana-Pergi-Bersama-Sekolah-pun-di-Mobil

Hebat! Pasutri Ini Keliling Dunia bersama 11 Anaknya >> 
http://travel.kompas.com/read/2015/03/04/180300127/Hebat.Pasutri.Ini.Keliling.Dunia.bersama.11.Anaknya


--

Wassalam
Nofend St. Mudo
38th+/Cikarang | Asa: Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend<http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola
https://www.facebook.com/nofend
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke 
[email protected]<mailto:[email protected]>.
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke