Komunitas r@ntaunet n.a.h dan a.c.

Sabana manggatuih tulisan-tulisan nan ambo ambiak dari hasil sialog jarak
jauah Dunsanak saputa DIM nan ---mulo dicanangkan Pak MN--- jalan satahun
ko.

Untuak mambuek sub judul "Barawal Dari Raso Kecewa dan Tarumuak" tantu
indak paralu bagai doh. Mako dari tu ambo manebeang sajo manyalekan tulisan
ko di bawah subject nan samo.

Salam dari Bekasi Jaya.......................,
*mm****
NB : Maaf, kalau ambo balakangan ko agak kurang aktif dan kurang
basumangaik duduak mangopi atau minum teh talua di palanta ko. Karano ambo
"veteran BUMN KO" alah (jalan sabulan)  dimintak pulo baliak dek direksi
salah satu BUMN untuak mambantu baliau "mancakiak mariah malaing minyak" di
lauik jo si batang aia. Jadi agak sampik ukatu untuak maruok-ruok lapeh di
lapau awak ko. Maaf, Mak Ngah di Santakaluih, Pak MD di Duri, dan
kamanakanda ANB di Cibubur, kalau kalimaik Dunsanak di abawAh ko  ambo
ambiak sapotoang-sapotoang sajo.

Inti parmasalahan saputa Papua (d/h Ikut Repbulik Indonesia Anti Nederlan/
IRIAN) adolah karano adonyo raso kecewa nan manumpuak dari dado dunsanak
awak di Papua nantun. Apokoh Pak MN, juo marasoo kecewa ka urang pusek
(istilah dunsanak awak aktivis PRRI dek sari) hanyo saluang nan bisa
manyampakan.

Tahun 1976 kutiko ambo partamo kali mainjakan kaki di  tanah Papua nantun,
ambo sabana tabik aia mato maliek kondisi rayaik badarai nan ukatu baru
jalan 13 tahun wanyo masuak ka RI. Makonyo malalui buku kumpulan pusislah
di tahun 1980 "larauan urang Papua" ambo tulih. Sayang satalah 35 tahun
puisi ambo itu delivery, tampak-tampaknyo indak bara bana nan barybah di
rayaik Papaua.
Apokoh saroman tu pulo Dunsanak ambo aktivis pembentukan DIM maliek kondisi
Minangkabau hari ko?
Hanyo hati nuani urang awak nan ka bisa manjawaoknyo.
He he he.........
  ====

1) :Lalu persis pada Hari Pahlawan 10 November 2001, Theys diculik dan tak
lama kemudian ditemukan terbunuh di dalam mobilnya. Tetapi hal ini tak akan
kita bicarakan, karena sudah merupakan topik tersendiri. *(ANB).*

2) : Oh... Alangkah pendeknya Ingatan Masyarakat!
*Kecewanya, *Angku Mochtar Naim sendiri sebagai seorang Pakar Ilmu
Masyarakat kawakan, malahan tidak ingat lagi Peristiwa Sejarah yang terjadi
kemarin itu -- pada hal masih dalam masa hidupnya sendiri .... *(Sjamsir
Sjarif).*

3):Ambopun sabananyo maharokan jawaban NS taradok 2 pertanyaan ANB tsb.
Tapi kok jawaban NS sarupo itu (disqiualified), terkesan keberatan atau
mengelak.
Apa gerangan, kalau ini dibeberkan,  apa akan menganggu kenyamanan NS.

Karena NS jam terbangnya cukup banyak, tantu penerus tamasuak ambo sandiri
maharokan NS bercerita banyak untuk cermin bagi penerus Minang.
Sakitu maaf NS, *(Maturidi)*

4) :*……………………………………..*

*wahai*

*kepala burung yang selalu murung*

*untaian ikrarku ini  buat fauna dan flora*

*serta alunan gendang di rimba*

*‘kan kukhabarkan penjuru dunia*

*apa yang memekar dalam baris puisi*

*adalah suara pemuka di sini*



*tak ada yang tahu, barangkali*

*sebutir ketela bakar*

*adakalanya melebihi roti mentega.*


1976.



(*“BERITA”,* halaman 19, dari buku kumpulan puisi BERITA ANEH, *Muchwardi
Muchtar,* terbitan kedua puluh sembilan, Puisi Indonesia, Jakarta 1980).




***
Kami Tak Pernah Lupa Pembunuhan 13 Tahun Lalu :
 Sunday, November 9, 2014
  *Oleh Victor Mambor. *[image: Almarhum Theys Hiyo Eluay, Pemimpin Besar
Tanah Papua (IST)]
 Mediang Theys Hiyo Eluay, Pemimpin Besar Tanah Papua (IST)
 *Jayapura, Jubi – Sabtu, tigabelas tahun yang lalu, tepatnya 10 November
2001, pukul 10.30 Waktu Papua (WP), Komandan Satgas Tribuana (Kopassus)
Kol. Inf. Hartomo datang  menjemput Theys Hiyo Eluay, pemimpin besar Papua,
di rumahnya. Berselang setengah jam kemudian, Theys Hiyo Eluay berangkat
dari rumah menuju Hotel Matoa untuk mengikuti rapat Presidium Dewan Papua.
Namun pemimpin besar Papua ini tak pernah pulang ke rumahnya di Sentani.
Esok harinya, 11 November 2001, Theys Hiyo Eluay ditemukan sudah tak
bernyawa dalam mobilnya di KM 9, Koya, Muara Tami, Jayapura. Tubuh Theys
dalam posisi duduk terletang dan kedua kakinya memanjang ke depan. Di
bagian pusat perutnya ada bekas goresan merah lembab. Tak ada yang
menyangkal, Theys meninggal karena dibunuh.*
 Dua tahun kemudian, para pelaku pembunuhan yang merupakan anggota Satgas
Tribuana, dijatuhi hukuman dalam persidangan di Mahkamah Militer Tinggi
(Mahmilti) Surabaya. Majelis hakim Mahkamah Militer Tinggi III Surabaya,
pada tanggal 21 April 2003 menjatuhkan vonis bersalah pada tujuh prajurit
Kopassus yang menjadi terdakwa kasus Theys Hiyo Eluay. Empat terdakwa yang
dijatuhi hukuman karena membunuh pemimpin besar Papua ini adalah bekas
Komandan Satgas Tribuana X Letkol Inf. Hartomo, mantan Komandan Detasemen
Markas I Mayor Inf. Donny Hutabarat, mantan Kepala Operasi Letnan Satu Inf.
Agus Supriyanto dan Prajurit Kepala Achmad Zulfahmi. Tiga terdakwa lain
dijatuhi hukuman lebih ringan oleh majelis hakim yang diketuai Kolonel CHK.
AM Yamini. Terdakwa Kapten Inf. Rinardo dan Sersan Satu Asrial dihukum tiga
tahun penjara, sementara terdakwa Sersan Satu Lourensius diganjar dua tahun
penjara.
 Bertahun-tahun kemudian, pemerintah masih lupa, pembunuhan yang terjadi 13
tahun lalu bukan hanya menghilangkan nyawa Pemimpin Besar Papua, Theys
Eluay saja.  Aristoteles Masoka yang saat itu berusia 23 tahun dan menjadi
sopir untuk Pemimpin Besar Papua ini, juga hilang sejak saat itu dan tak
diketahui keberadaanya hingga sekarang.
 Kelompok masyarakat sipil yang melakukan investigasi kasus pembunuhan
almarhum Theys Eluay ini berhasil menemukan saksi yang kemudian mengaku
membawa Aristoteles Masoka ke Markas Satgas Tribuana Kopassus di
Hanurata-Hamadi. Saksi ini mengaku berada di sekitar Perumahan PEMDA I
Entrop-Jayapura, saat aksi penculikan terhadap Theys Hiyo Eluay terjadi.
Menurut saksi ini, mereka melihat sebuah mobil kijang berwarna gelap
menghadang sebuah mobil kijang yang juga berwarna gelap yang kemudian
diketahui milik Theys Eluay.
 Dari mobil yang menghadang, dua orang turun lalu memukul Aristoteles
kemudian mencoba menariknya keluar pintu. Dua orang ini berhasil merebut
mobil yang ditumpangi oleh Theys Eluay. Mobil ini kemudian melaju dan
berhenti sekitar 50 meter dari tempat kejadian. Tubuh Aristoteles terlempar
keluar mobil. Aristoteles berlari dan minta tolong kepada saksi. Saksi
kemudian membawa Aritoteles ke Markas Satgas Tribuana Kopassus di
Hanurata-Hamadi atas permintaan Aristoteles. Aristoteles diturunkan sekitar
lima meter dari markas Kopassus ini. Inilah informasi terakhir yang
diketahui tentang Aristoteles Masoka. Meskipun dalam invetigasi yang
dilakukan kelompok masyarakat sipil ini, disebutkan pula ada seorang saksi
lain yang hadir dalam sebuah acara di markas Kopassus ini – yang juga
dihadiri oleh almarhum Theys Eluay sebelum ia dibunuh – melihat seseorang
masuk ke dalam ruangan acara dirangkul dua orang dari arah pintu masuk.
 Hingga saat ini, keberadaan Aristoteles Masoka masih menjadi misteri. Bila
investigasi pembunuhan Theys Eluay berakhir dengan dihukumnya tujuh orang
anggota Kopassus di pengadilan militer, hilangnya Aristoteles Masoka – yang
mestinya bisa menjadi saksi kunci dalam pengadilan pembunuhan Theys
tersebut – belum pernah diselidiki. Sementara, di lain pihak, para perwira
yang dipidana karena terbukti melakukan pembunuhan terhadap tokoh adat
Papua Theys Hiyo Eluay pada 2001, ternyata terus mendapatkan promosi
 jabatan.
 Made Supriatna,  seorang peneliti dan wartawan lepas menulis di situs
indoprogress.com, Hartomo (Akmil 1986) yang saat pembunuhan terjadi
berpangkat Letkol, sekarang sudah menyandang pangkat brigadir jenderal dan
menjabat sebagai Komandan Pusat Intel Angkatan Darat (Danpusintelad).
Terdakwa lain, Mayor TNI Donny Hutabarat (Akmil 1990), sempat menjabat
sebagai Komandan Kodim 0201/BS di Medan, dan sekarang menjabat sebagai
Waasintel Kasdam Kodam I/Bukit Barisan. Sementara, Kapten Inf. Agus
Supriyanto (Akmil 1991), yang juga terlibat dalam pembunuhan itu, sempat
menduduki jabatan sebagai komandan Batalion 303/Kostrad. Perwira terakhir
yang terlibat dalam pembunuhan Theys adalah Lettu Inf. Rionardo (Akmil
1994). Sekarang dia diketahui menjabat sebagai Paban II Srenad di Mabes
TNI-AD.


*Kami tak pernah lupa! ****



---------- Pesan terusan ----------
Dari: Akmal Nasery Basral <[email protected]>
Tanggal: 29 Mei 2015 09.42
Subjek: Pepera & Theys … Re: [R@ntau-Net] prri 1950an atau 1960an
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>


Nyit Sungut n.a.h,
menikung seketat dari tema PRRI, mungkin Nyit Sungut masih teringat-ingat
jua kah satu peristiwa nasional di ujung era 60-an yang terjadi di ujung
timur Indonesia? Peristiwa Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.
Apa yang Nyit Sungut ingat dari peristiwa itu?

Kalau ambo setiap teringat Pepera, biasanya melintas jua selintas ingatan
tentang Theys Hiyo Eluay, mantan Ketua Dewan Presidium Papua. Kebetulan
beberapa tahun silam ambo pernah riset agak dalam soal Pepera ini dengan
mengunjungi sejumlah tempat. Dari Jayapura, Abepura, Manokwari, Kaimana,
sampai Merauke. Banyak kisah mengharukan juga dari saudara-saudara kita di
bagian timur itu. Tetapi salah satu yang paling berkesan bagi ambo adalah
kisah tentang Theys.disia-siakannya: bergabung dengan Golkar menjelang
Pemilu 1977.








Pada 29 Mei 2015 03.19, Sjamsir Sjarif <[email protected]> menulis:

> Oh... Alangkah pendeknya Ingatan Masyarakat!
> Kecewanya, Angku Mochtar Naim sendiri sebagai seorang Pakar Ilmu
> Masyarakat kawakan, malahan tidak ingat lagi Peristiwa Sejarah yang terjadi
> kemarin itu -- pada hal masih dalam masa hidupnya sendiri ....
>
> Salam,
> -- Sjamsir Sjarif
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
> * DILARANG:
>   1. Email besar dari 200KB;
>   2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. Email One Liner.
> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
> mengirimkan biodata!
> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
> ---
> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari
> Google Grup.
> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
> kirim email ke [email protected].
> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
>

 --
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi;
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini,
kirim email ke [email protected].
Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke