Membangkitkan Kembali Semangat Kegotongroyongan Rang Ranahminang


Membaca catatan Bapak Johannas Backir

Tentang bergotongroyong di Kawasan MANDEH

Samar-samar nyanyian "Kampuang nan jauah di mato"

Terdengar melantun di udara

"... Panduduaknyo nan elok

Nan suko bagotongroyong..."

Terbayang ketika panen tiba

Sanak saudara turun ke sawah

Anak-anak berkeliaran main kejar-kejaran

Main layangan

Main puput padi

Berjumpalitan ditumpukan jerami

Sementara para orang tua

Berbagi tugas dan bekerja penuh canda

Waktu makan adalah waktu yang dinanti-nanti

Makan bajamba pakai daun pisang

Nikmatnya luar biasa

...



Seiring berjalannya waktu

Waktu luang yang semakin jarang

Semangat bergotongroyong tergilas oleh waktu

Pesta panen hilang dari peredaran

Kesibukan masing-masing pribadi

Membuat orang lebih suka main upah

Kemudian terbentuklah jurang

Antara yang punya dengan tidak berpunya

...



Menyongsong pariwisata bahari terpadu di Kawasan MANDEH

Inilah catatan Bapak Johannas Backir

"...

WE ARE THE WORLD>>>BEACH PARTY AMBASSADORS,Part 1

( Johannas Backir)



Pagi itu wajah-wajah ceria terpancar dimana-mana
Tiada batas dengan seuntas tali yang melintas
Tiada Pejabat,Aparat dan Rakyat semua ikut lumat
Tiada Barat dan Timur semua hanyut dan lebur

Hi Mic(Jackson) kau pasti akan tersenyum di alam sana
jika pagi itu melihatnya...
We are the World yang kau suarakan benar-benar terjadi disini

Semua lupa dimana pagi itu mereka berada
Tiada terasa dan merasa tempat mereka ada
Nagari elok terbarukan(tertinggal) yang terlupakan.

(S Nyalo,Kawasan kepulauan mandeh,Pesisir selatan,Sumatera Barat)

..."



Dari catatan di atas

Dapat kurasakan

Kebahagiaan semua pihak

Yang terjun langsung

Menyambut para duta besar dari mancanegara

Suasana khas Ranahminang

Seperti hadir kembali



Kembali pada nuansa Ranahminang

Menjadi dambaan orang Minangkabau dimanapun berada

Kekhawatiran akan tergilasnya agama islam, adat dan istiadat

Sehingga ada yang tidak setuju dengan kehadiran pawisata

Menjadi berkurang dengan semangat kegotongroyongan semua pihak

Dapatkah nuansa begini dipertahankan setiap waktu?

Siapakah yang akan mempertahankan?

Bagaimanakah cara mempertahankan?

...



Aku hanya bisa berdoa

Semoga Ranahminang kembali jaya

Lahaula wala quwwata illa billah



Sumbar, 3 Juni 2015





Hanifah Damanhuri

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google 
Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.

Kirim email ke