Insya Allah, puaso tahun kini bisa lebih baik dek karano indak sadang kampanye jo pemilu lai...;)
Tahun lalu parah bana, dek indak sajo urang awam, tapi alim ulama, cadiak pandai, rang tuo jo ilmuwan cendikiawan banyak nan sato manyebar fitnah, sacaro sadar atau indak. Wassalam fitr 2015-06-07 21:04 GMT-04:00 Maturidi Donsan <[email protected]>: > Sanak dipalanta n.a.h > > Disubarangkan dari Fb ka palanta > > *PUASA KITA, BAGAIMANA* > > > > Karena kita mau masuk bulan Puasa atau Ramadhan, mungkin baik juga kita > renung sedikit puasa yang telah dan akan kita jalankan. > > > > *2 *Minggu lagi umat islam diseluruh dunia akan menjalankan rukun islam > yang ke 3 yaitu berpuasa sebulan penuh selama bulan Ramadhan. Umat islam > Indonesia ini mungkin sudah berpuasa sejak Islam itu diterima di > Nusantara.Segala petunjuk-petunjuk puasa itu mungkin sudah diketahui dan > dijalankan hanya kurang membekas. > > > > Semua ulama dan dai sepakat bahwa puasa itu gunanya untuk pengendalian > diri. > > Dalam buku Pedoman Puasa, Teunku Muhammad Hasbi Ash Shiddiqy (PPTMHAS), PT > Pustaka Rizki Putra, Semarang, Edisi kedua, Agustus 1997, halaman 27, alnea > 3: > > Faedah meninggalkan syahwat dengan puasa huruf b: > > b. Menanamkan didalam sendi dan lubuk jiwa kita perasaan lapar, haus dan > perasan menderita… > > Dengan berpuasa kita merasa kepedihan, lapar, haus, sedang > penderitaan-penderitaan seperti itu senantiasa dialami oleh fakir miskin. > > > > Apa yang kita lihat setiap bulan puasa selama ini: > > Waktu bulan puasa konsumsinya naik, terutama makanan dan pakaian. > > Bulan biasa konsumsinya normal sesuai kemampuan, dibulan puasa tak peduli > kaya - miskin konsumsi naik jauh dari biasa. Ini terlihat diseluruh > Nusantara. > > Ramainya pasar dalam bulan ramadhan, penuhnya belanjaan dapur, menjamurnya > pasar lambuang mencirikan bulan ramadhan. > > > > Munculnya pasar lambuang jalanan dadakan dengan segala macam makanan, > mulai beroperasi jam 4 sore sampai berbuka. Dirumah tangga, jam 5 sore itu > sudah terhidang untuk disantap menungggu tabuah atau serine berbunyi. > > Bagi ibu rumah tangga, mepersiapkan, membeli dipasar sampai memasaknya > untuk dihidangkan berbuka juga pekerjaan yang cukup melelahkan , bisa juga > merusak puasanya. > > Apalagi ada kebiasaan mengundang kaum kerabat sekeluarga untuk buka > bersama, inipun memerlukan konsumsi tambahan lagi. > > > > Yang menjadi renungan ialah: > > Apalah arti menahan haus dan lapar pada siangnya kalau sudah tahu akan > menyantap makanan enak saat berbuka ?. > > Sedangkan bagi fakir miskin, yang akan dimakan sore itu yang belum tahu. > > > > Otokritik untuk kita umat islam: > > Kusus untuk puasa yang digambarkan diatas, apakah ini tidak kelihatan > seperti pura-pura saja. > > Apakah puasa seperti ini akan berbekas sesudahnya ? Mungkin sebagian besar > tidak. > > Nafsu yang mestinya bisa dikendalikan dan pada titik tertentu harus bisa > ditahan, mungkin sulit dicapai. Keadaan tidak bisa mengendalikan dan > menahan ini, terlihat hampir diseluruh lapisan umat islam (tidak semua). > > > > > > Nafsu tak terkkendali ingin memiliki harta melebihi hasil peras keringat > legal, telah mendorong sebagian umat islam mempunyai perilaku yang > menyimpang diantaranya korupsi (maling uang negara). > > > > Kebiasaan menaikkan konsumsi pada bulan Ramadhan, mengundang juga naiknya > harga bahan pokok. > > Ditambah lagi spekulan, baik sebelum, dalam, maupun sesudah bulan > ramadhan, harga itu tetap naik, kalau sudah naik sulit turunnya. > > Akibat dari itu , ada orang menggerutu bahwa berpuasanya umat islam, makan > minumnya bukan berkurang malah tambah. Gerutuan ini yang ditujukan > kesebagian besar umat islam, ada benarnya, itulah yang terlihat > dilapangan. Setiap bulan puasa harga bahan pokok melonjak malah ada > yang menghilang. Selama ini kita dengar, kalau sudah mau masuk puasa, > daging kurang, bawang, cabe dan segala macamnya kurang > > > > Kedepan agar puasa membekas mungkin perlu ada perbaikan. > > Untuk perbaikan harapan yang tertulis dibuku PPTMHAS, huruf b halaman 27 > yang disebutkan diatas, bagaimana kalau kita umat islam dalam melaksanakan > puasa ramadhan secara berangsur melaksanakan hal berikut: > > 1. Melaksanakan dengan utuh segala perintah puasa ramadhan > > 2.Mengurangi konsumsi pada bulan Ramadan. > > > > Kalau yang disebut pada angka 2 diatas berangsur terlaksana, mungkin suatu > ketika nanti, kita tidak akan mendengar lagi kekurangan ini itu pada bulan > puasa, malah bisa surplus, karena pemakainya menurun. > > Sekian otokritik ini disampaikan kepada kita umat islam untuk renungan. > > Terakhir karena kita mau memasuki bulan Ramadhan, mohon maaf lahir dan > batin dari saya ke semua pendukung DIM, semoga puasa kita diterima Allah > swt dan perjuangan DIM berjalan baik dan lancar amin. > > > > Wass, > > > > Maturidi Donsan (L/76) Duri - Riau > > 08/06/2015 > > - > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
