Sanak Ahmad Ridha, memang (mayoritas) tayangan TV Indonesia yang menampilkan banyak lelaki kemayu, bahkan bencong dan banci, sudah sampai taraf menyedihkan. Dan ini pun membuat bingung para pengamat industri TV di luar negeri.
10 tahun silam (2005) ambo pernah diwawancarai presenter TV 5 (Prancis), seorang perempuan Prancis yang bingung melihat bagaimana di Indonesia, negeri dengan populasi muslim terbesar, acara-acara TV yang mendapat rating tinggi (waktu itu) adalah tayangan-tayangan mistik (seperti "Dunia Lain"), atau *Dorce Show *yang menurut sang presenter, "apakah masyarakat muslim di Indonesia memang bisa menerima operasi perubahan kelamin laki-laki menjadi wanita?" Sang presenter waktu itu sedang membuat sebuah feature negara-negara Asia Tenggara lewat tayangan TV di negara masing-masing. Asumsi yang mereka (TV 5) yakini adalah, "Tayangan TV sebuah negara menunjukkan wajah masyarakat di negara itu." Miris sekali memang, meski kita bisa berkilah bahwa kebanyakan acara TV justru digodok pengelola stasiun, dan karena ditayangkan terus menerus maka masyarakat (terutama yang tidak punya pilihan lain, misalnya berlangganan TV kabel yang menyajikan banyak acara alternatif), mau tak mau akan terbiasa dengan tayangan itu, lalu menyukai, lalu tergantung dengan acara tersebut. Tiga tahun setelah itu, pada 2008, seorang ustadz asal Australia yang aktif di Indonesia, Ust. Gene Netto, menuliskan artikel di bawah ini: http://genenetto.blogspot.com/2008/09/tayangan-program-stasiun-televisi.html Wassalam, ANB * * * Pada 29 Juni 2015 03.56, Ahmad Ridha <[email protected]> menulis: > Mak Ngah, istilah "kemayu" cukup umum di sini. Jika seorang laki-laki > disifati "kemayu", yang dimaksud ialah ybs berperilaku seperti perempuan. > > Sayangnya dalam beberapa tahun ini gaya "kemayu" cukup banyak > dipertontonkan di televisi nasional, dan saya lihat memang gaya seperti itu > seakan kurang dianggap sebagai sesuatu yang memalukan. > > 2015-06-28 23:40 GMT+07:00 Sjamsir Sjarif <[email protected]>: > >> Ambo caliak istilah "kemayu" dipakai barapo kali di siko. Sajak bilo >> istilah ko dipakai? Aa bana aratinyo? Dima asa kaonyo? Lokal atau nasional? >> >> -- Makngah >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat >> lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: >> * DILARANG: >> 1. Email besar dari 200KB; >> 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. Email One Liner. >> * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta >> mengirimkan biodata! >> * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> --- >> Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari >> Google Grup. >> Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, >> kirim email ke [email protected]. >> Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. >> > > > > -- > Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim > (l. 1400 H/1980 M) > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: > * DILARANG: > 1. Email besar dari 200KB; > 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; > 3. Email One Liner. > * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta > mengirimkan biodata! > * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > --- > Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "RantauNet" di Google > Grup. > Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, > kirim email ke [email protected]. > Untuk opsi lebih lanjut, kunjungi https://groups.google.com/d/optout. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi: * DILARANG: 1. Email besar dari 200KB; 2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. Email One Liner. * Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta mengirimkan biodata! * Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting * Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply * Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/d/optout.
